sign up SIGN UP

Fenomena Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Ketika Rasa Cemas dan Tak Aman Jadi 'Makanan' Sehari-hari

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 13 Jul 2022 09:00 WIB
Fenomena Pelecehan Seksual di Transportasi Publik: Ketika Rasa Cemas dan Tak Aman Jadi 'Makanan' Sehari-hari
Jakarta -

Belakangan ini masyarakat heboh dan geram soal maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di transportasi publik, mulai dari kereta api, KRL hingga angkutan kota (angkot). Meskipun siapa saja bisa menjadi korban, namun tak bisa dipungkiri fakta bahwa kaum perempuan lah yang sering kali dijadikan target pelecehan seksual.

Pelecehan seksual di transportasi publik layaknya fenomena gunung es, di mana kasus yang terjadi lebih tinggi daripada yang dilaporkan.Penegakan hukum untuk menjerat pelaku pun dinilai belum memadai dan belum memihak korban.

Miris dan sangat disayangkan ketika rasa takut, cemas, tak aman, dan khawatir seakan jadi makanan perempuan sehari-hari ketika harus bepergian menggunakan transportasi publik. Tak hanya itu, terkadang orang sekitar yang menyaksikan aksi pelecehan tersebut tidak membantu, hanya diam, dan bersikap tidak ada yang terjadi. Atau ada pula pelaku yang malah 'playing victim' ketika korban berani melawan dan bersuara.

Beautynesia pun mengajak Beauties yang tergabung di grup WhatsApp komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation, untuk berdiskusi terkait pelecehan seksual di transportasi publik. Tak sedikit yang mengaku pernah mengalami pelecehan seksual, seperti di KRL dan angkot. 

Ada yang mengaku hanya bisa terdiam dan bingung usai mengalami pelecehan. Namun ada pula Beauties yang berani melawan dan berusaha melindungi diri.

Tanggapan Beauties soal maraknya pelecehan seksual di transportasi publikTanggapan Beauties soal maraknya pelecehan seksual di transportasi publik/ Foto: Dok. Beautynesia
Tanggapan Beauties soal maraknya pelecehan seksual di transportasi publikTanggapan Beauties soal maraknya pelecehan seksual di transportasi publik/ Foto: Dok. Beautynesia

Tim Beautynesia pun kemudian mewawancara beberapa Beauties yang pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi publik. Tidak mudah untuk menceritakan kembali luka dan trauma yang pernah dialami, namun para Beauties ini berani bersuara dan berharap kisahnya dapat menginspirasi korban lain untuk speak up dan memperjuangkan keadilan.

Pelecehan Seksual di Angkot, Alami Tonic Immobility

Salah seorang Beauties berinisial K membagikan kisahnya ketika mengalami pelecehan seksual di angkot. Kala itu, ia baru saja selesai mengikuti cara di kampus. Ia bersama temannya pun hendak pulang menggunakan angkot.

Di dalam angkot, ada seorang pria berumur 30-40an duduk di bagian belakang. K mengaku dari awal ia masuk ke dalam angkot hingga duduk, pria tersebut terus memandang dirinya dan temannya. 

Tak lama, pria tersebut tiba-tiba duduk mendekati salah seorang teman K. Spontan, K pun langsung menarik temannya.

Kekerasan Dalam Rumah TanggaIlustrasi korban/ Foto: Pexels/Karolina Grabowska

"Aku kaget ngelihat pria itu dempet-dempet gitu duduknya sama temanku, ya spontan aku tarik temanku duduk di sampingku. Dari situ situ ketahuan dia udah buka resleting celananya, dan posisinya [alat vital] sudah diluar," aku K saat dihubungi Beautynesia pada Selasa (5/7) via pesan singkat.

K mengungkapkan bahwa pria tersebut ingin menggosokkan alat vitalnya ke temannya. K bersama temannya pun langsung berteriak histeris. Sang pelaku segera turun dari angkot dan pura-pura tidak terjadi hal apapun. 

K mengaku sangat shock dengan kejadian tersebut. Ia sempat terdiam dan tidak tahu harus apa. Kondisi shock ini sendiri dikenal sebagai tonic immobility, yaitu kelumpuhan sementara pada seseorang saat menghadapi ancaman intens, misalnya seperti pelecehan seksual. Korban merasakan ketakutan luar biasa sehingga susah berbicara dan susah bergerak sehingga stimulasi apapun tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya.

Usai menenangkan diri, K pun melapor ke pos polisi terdekat.

"Udah laporin ke pos polisi di dekat situ [tempat kejadian], cuma ya jawabannya kita catat dulu ya pengaduannya. Padahal aku yakin pelakunya itu mah masih di dekat situ," tutur K.

Alami Pelecehan Seksual di Miniarta saat Berangkat Sekolah

Kisah pelecehan seksual di transportasi publik juga pernah dialami seorang Beauties berinisial P. Ia mengaku mengalami kejadian tersebut di Miniarta (penyedia transportasi umum di Jakarta yang mengoperasikan bis rute) pada tahun 2013 lalu.

P masih ingat betul ketika ia hendak berangkat sekolah, ia naik Miniarta dan duduk di kursi dekat jendela. Di pertengahan jalan, ada seorang penumpang pria yang naik. Kebetulan, kursi di samping P kosong. Duduklah pria tersebut di sampingnya.

"Dari awal dia duduk aku ngerasa kaya ada yang aneh. Karena dia pake ransel yang gede, taronya di tengah-tengah antara aku dan dia," ungkap P kepada Beautynesia.

P pun merasa tiba-tiba ada yang memegang pahanya. Ia pun langsung memperhatikan, namun pria tersebut semakin menggesekkan tangannya ke paha P. P mengaku ingin menegur, namun ia takut bohong dan malah ia yang malu. Ia takut jika pelaku malah 'playing victim'.

"Tangannya itu ditutupin tas. Aku takut mau negor. Takut dia bohong dan malah aku yang malu, kondisi Miniarta rame. Banyak kok yang berdiri penumpangnya. Akhirnya aku langsung turun aja karena aku takut," tutur P.

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id