sign up SIGN UP

Harus Waspada, Ini 5 Tipe Pasangan Toxic! Cek, Apakah Pasanganmu Termasuk?

Martatillah Nikita Karin | Beautynesia
Rabu, 11 May 2022 18:15 WIB
Harus Waspada, Ini 5 Tipe Pasangan Toxic! Cek, Apakah Pasanganmu Termasuk?
Ilustrasi toxic relationship/Foto: Freepik.com/pressphoto

Menjalin hubungan dengan seseorang hendaknya harus dilandasi dengan hal-hal yang baik sehingga menghasilkan hubungan yang sehat. Namun, ada kalanya orang yang sedang jatuh cinta seringkali dibutakan oleh karakter manis yang sedang dimainkan oleh pasangan. Hingga akhirnya terbuai dan tidak menyadari bahwa hubungan yang dijalani seringkali mengarah pada hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship.

Beberapa hubungan yang tidak sehat ditandai dengan karakter pasangan yang toxic. Melansir dari Metro UK, ada beberapa tipe pasangan toxic yang harus diwaspadai. Yuk, simak!

Si Pemikat

Pasangan dengan karakter the charming akan membuatmu merasa sangat dicintai
Ilustrasi The Charming/foto: pexels.com/alex-green

Pernahkah kamu mendengar istilah love bombing? Love bombing adalah salah satu aksi yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki karakteristik kepribadian pemikat atau the charming. Di awal kencan, kamu akan diberikan banyak sekali perhatian, diperlakukan dengan sangat baik, dan sangat diprioritaskan hingga kamu akan menganggap bahwa dia benar-benar menyukaimu. Padahal, orang dengan karakter tersebut berusaha memikatmu menuju rasa nyaman yang palsu.

Bagi kamu yang memiliki pasangan dengan karakteristik ini, maka kamu akan terbiasa diberi hadiah, mendengar janji-janji atau permintaan maaf saat dia melakukan kesalahan atau saat kebohongannya terungkap. Dengan kebaikan-kebaikan itulah orang yang memiliki karakteristik ini berusaha menutupi dan “membayar” kebohongannya. Hingga akhirnya menjadi sebuah pola perilaku yang terus berulang sampai akhirnya kamu akan masuk ke dalam jeratan pesonanya dan dia akan dengan mudahnya mengendalikanmu.

Si Pengganggu

Pasnagan dengan karakter ini berusaha mengintimidasimu dengan kekerasan
Ilustrasi Pasangan Kasar/foto: pexels.com/alex-green

Pasangan toxic dengan karakteristik ini akan sangat mudah dikenali. Ancaman, agresi fisik, berteriak, memaki, atau berbicara dengan nada yang kasar dengan tujuan untuk mengintimidasimu dan memberikan efek rasa takut. Jikalau tidak dengan cara tersebut, maka dia akan lebih sering untuk merajuk atau melakukan agresi secara emosional. The bully akan membuatmu merasa tidak punya pilihan sehingga mau tidak mau kamu akan menuruti apa yang dia inginkan.

Orang dengan karakteristik ini cenderung berpikir bahwa dia memiliki keahlian untuk mengendalikan pasangannya dan dia akan merasa memilikimu sebagai pasangannya. Sehingga saat kamu berbuat salah atau bertindak tidak sesuai keinginannya, maka kamu layak mendapatkan hukuman, amarah, atau silent treatment seperti merajuk yang menurutnya pantas untuk kamu dapatkan.

Si Pengendali Pikiran

Krakter pasangan yang satu ini perlu kamu hindari agar kamu tetap bisa berpikir waras
Iluastrasi Pasangan The Mindmixer/foto: pexels.com/ketut-subiyanto

Pasangan dengan tipe ini akan membuatmu mempertanyakan realita yang terjadi, membuatmu ragu akan penilaian dirimu, mengikis rasa kepercayaan diri, dan lama kelamaan akan membuatmu hancur secara perlahan. Pasangan dengan karakter the mindmixer akan mempermainkan pikiranmu sedemikian rupa sehingga membuatmu merasa sulit memahami apa yang terjadi.

Perilaku yang muncul biasanya seperti menjatuhkanmu, membandingkan dirimu dengan orang lain, mempermalukan, menertawakan, mengabaikan, meremehkan perasaanmu dengan berkata, “kamu terlalu sensitif” atau “kamu berlebihan", hingga akhirnya kamu tidak bisa mengenali dirimu lagi.

Mungkin di awal hubungan, kamu akan dibuat merasa hebat yang meningkatkan kepercayaan diri. Namun setelahnya, semua akan berbalik. Karena di awal, dia telah berhasil mendapatkan perhatianmu hingga penilaian-penilaian dirinya tentang kamu akan dianggap lebih penting dari milikmu.

Si Pengambil

jauhi pasangan dengan karakter the taker agar hubunganmu lebih sehat
Ilustrasi The Taker/foto: pexels.com/alex-green

The taker atau si pengambil adalah pasangan dengan karakteristik yang membuatmu mau berhubungan seksual dengannya tanpa ada keinginan untuk membentuk sebuah hubungan jangka panjang yang sehat. Dia tidak akan berhenti untuk berusaha mengambil apa yang dia inginkan.

Biasanya, pasangan dengan karakteristik ini akan memaksamu untuk mau berhubungan seks dengannya, membuatmu merasa tidak enak karena telah menolak dengan cara yang manipulatif, memberitahumu bahwa dia mencintaimu dan berusaha agar kamu mau berhubungan dengannya atas dasar cinta yang telah dia sampaikan.

Iming-iming yang akan disampaikan biasanya seperti, “jika kamu mencintaiku, maka kamu harus mau berhubungan seks denganku”. Tidak jarang, dia juga akan mengancam untuk meninggalkan jika kamu menolak untuk berhubungan seks dengannya. Atau bisa juga, dia akan memberikan jarak, menjauhi atau bahkan tidak menunjukkan minat terhadapmu dan itu akan membuatmu merasa bersalah.

Si Penjaga

The keeper akan membuatmu merasa terisolasi dari lingkunganmu dan menjauhkanmu dari keluarga atau temanmu
Ilustrasi The Keeper/foto: pexels.com/liza-summer

Penjaga atau the keeper di sini lain halnya dengan guardian angel ya, Beauties. Penjaga disini adalah karakter tidak sehat yang dimiliki oleh seseorang yang berusaha untuk menjauhkan bahkan mengisolasi dirimu dari keluarga dan teman-temanmu serta membuatmu merasa bahwa hanya kepadanya kamu bisa bergantung.

Setelah kamu merasa terisolasi dan kesepian, kamu akan lebih mudah dikendalikan oleh dia dan membuatmu merasa kamu ingin bersamanya setiap saat agar tidak kesepian. Hal ini biasanya dimulai dengan perilaku seperti mengontrol pakaian apa yang harus kamu kenakan, membatasi interaksi dengan teman-temanmu, bersikap posesif, stalking terus menerus, serta meyakinkan bahwa teman-temanmu bukanlah orang yang baik.

The keeper akan memastikan bahwa dia yang menjadi satu-satunya orang yang harus kamu perhatikan dengan cara memberitahumu bahwa dia mencintaimu dan melakukan itu semua untuk kebaikanmu. Selain itu, dia akan bergantung padamu hingga akhirnya kelekatan di antara kalian terbangun dan saling bergantung satu sama lain.

Hubungan yang sehat diawali dengan dua orang yang mau berusaha untuk menjadi lebih baik
Happy relationship/foto: pexels.com/gustavo-fring

Tidak ada pasangan yang sempurna. Namun, kamu perlu menghindari karakter-karakter di atas dan berusaha tidak menjadi salah satu di antara mereka agar kamu bisa menciptakan sebuah hubungan yang sehat bagi dirimu dan pasanganmu. Jika ternyata pasanganmu memiliki salah satu bahkan lebih dari beberapa karakter di atas, maka kamu perlu memasang red flag dalam hubunganmu dan berusaha untuk mengkomunikasikan pada pasangan bahwa hal tersebut tidak baik untuk hubungan.

Tidak ada seseorang yang bisa mengubah orang lain, untuk itu jika ternyata pasanganmu masih tetap berperilaku demikian sedangkan kamu sudah berusaha membicarakannya, maka sebaiknya hubunganmu tidak perlu untuk dilanjutkan. Biar bagaimanapun, kebahagiaan dan kesehatan mentalmu lebih penting, Beauties.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id