STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Waspada Fenomena Toxic Financialship, Bisa Lebih Sadis dari Toxic Relationship!

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Sabtu, 16 Apr 2022 23:00 WIB
Waspada Fenomena Toxic Financialship, Bisa Lebih Sadis dari Toxic Relationship!

Istilah toxic relationship mungkin sudah tak asing di telinga dan menjadi istilah umum untuk menggambarkan sebuah hubungan yang beracun. Namun, pernahkah kamu mendengar istilah toxic financialship? Apakah keduanya masih berkaitan?

Faktanya, toxic financialship saat ini mulai menjadi masalah yang tak bisa ditampik karena melibatkan keuangan pasangan dalam sebuah hubungan. Jika dibiarkan, hal ini bisa berakibat lebih sadis dari toxic relationship. Seperti apa fenomenanya? Bagaimana pula tanda-tanda bahwa hubunganmu sudah mulai terjangkit ‘penyakit’ ini? Dihimpun dari berbagai sumber, simak ulasan berikut, yuk!

Apa Itu Toxic Financialship?

Toxic Financialship/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov
Toxic Financialship/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Singkatnya, toxic financialship adalah toxic relationship yang melibatkan uang atau kekayaan. Hal ini terjadi ketika pasangan mulai mengintervensi keuangan dengan berbagai cara, mulai dari menghamburkan uang atau sekedar mengontrol harta pasangan.

Kondisi ini berkaitan erat dengan sikap matre, yang dilakukan baik oleh pria dan perempuan. Ketika seseorang terlanjur sayang, maka dia akan rela menyerahkan banyak hal atas nama cinta, termasuk soal keuangan.

Laki-laki atau perempuan yang terlanjur cinta akan dengan senang hati mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhan pasangan, tanpa tahu bahwa dia sedang dimanfaatkan. Parahnya, tidak mudah bagi korban untuk keluar dari situasi ini karena khawatir dinilai perhitungan atau tidak benar-benar sayang.

Dampak dari Toxic Financialship

Toxic Financialship/Foto: Pexels.com/Michael Nilov
Toxic Financialship/Foto: Pexels.com/Michael Nilov

Untuk pasangan yang sudah menikah, kebutuhan istri sudah selayaknya menjadi kewajiban suami selama itu masih dalam batas wajar. Namun yang jadi masalah adalah ketika kedua belah pihak belum terikat pernikahan dan keduanya masih sama-sama menata masa depan.

Jika salah satu pihak menghamburkan uang pasangan untuk kepentingan pribadi, masa hal ini bisa berakibat tidak baik, antara lain:

  • Hubungan yang tidak sehat.
  • Kesulitan mengatur keuangan.
  • Kegagalan menata masa depan, terutama dalam hal aset dan keuangan.
  • Hilangnya privasi, terutama dalam hal finansial.
  • Timbulnya ketergantungan yang tidak pada tempatnya.
  • Timbul konflik antara kedua belah pihak jika salah satu merasa dirugikan atau kebutuhannya tak terpenuhi.

Pahami Tanda-tanda Toxic Financialship

Toxic Financialship/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov
Toxic Financialship/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov

Layaknya berada di dalam toxic relationship, tidak mudah untuk keluar dari situasi ini. Banyak orang bahkan tidak menyadari telah dimanfaatkan pasangan demi kepentingan pribadi. Agar tidak terjebak terlalu jauh, sebaiknya kenali tanda-tanda berikut ini:

  • Boros tapi enggak modal. Sikap boros saja sudah cukup merugikan diri sendiri. Namun hal ini akan semakin parah jika pemborosan itu sudah melibatkan keuangan orang lain. Satu orang tanpa sungkan menghamburkan uang pasangan, bahkan demi hal yang tidak penting.
  • Terlalu sering minta tolong. Walaupun tolong-menolong adalah kewajiban sesama manusia, namun seseorang harus tahu batas wajarnya. Jika pasangan terus-terusan minta bantuan membayar pulsa, tagihan, beli barang, dan lain-lain hampir setiap hari, maka berhati-hatilah, siapa tahu kamu sedang dimanfaatkan.
  • Sering pinjam tanpa keinginan mengembalikan. Secara normal, seseorang akan meminjam uang untuk kebutuhan yang mendesak. Namun jika pasangan sering pinjam atau minta uang hanya demi nongkrong dengan teman, maka kamu perlu waspada sedang diporoti.
  • Kebutuhan pasangan adalah tanggung jawabmu? Untuk pasangan yang sudah menikah, kewajiban memenuhi kebutuhan sehari-hari memang menjadi tanggung jawab utama kepala rumah tangga. Namun jika hal ini sudah berlangsung sejak pacaran, maka kamu perlu waspada. Jangan sampai kamu mati-matian berjuang namun dia justru memanfaatkanmu.
  • Lihat apa yang dia lakukan pada pemberianmu. Apakah pasangan menyimpan pemberianmu dengan baik, atau malah menjualnya demi mendapatkan uang? Caranya menghargai pemberianmu pastinya menjadi tanda apakah dia memang tulus atau hanya sekedar mencari keuntungan.

Apa yang Harus Dilakukan?

Sikap tertutu mengenai keuangan dapat memunculkan konflik panjang dalam pernikahan dan berujung perceraian.Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/Yanalya

Faktanya, memang tidak mudah untuk keluar dari toxic financialship. Terlebih lagi, masalah keuangan umumnya menjadi hal yang cukup riskan untuk dibicarakan antara sepasang kekasih. Namun satu hal paling penting adalah kamu bisa mengenali apakah kamu sedang berada dalam kondisi toksik ini. Jika kamu mendapati tengah berada dalam situasi tersebut, maka langkah-langkah yang bisa kamu lakukan adalah terlebih dahulu membicarakan masalah ini dengan si dia.

Coba buat dia mengerti bahwa kamu punya batasan, dan tak bisa terus-menerus memenuhi seluruh kebutuhannya. Katakan bahwa kamu sedang berencana untuk menata masa depan dan memperbanyak aset untuk masa depan. Jika dia bisa mengerti, maka kamu bisa melanjutkan hubungan.

Namun jika ternyata dia tak mau mengerti, pahamilah bahwa sebenarnya kamu sedang dimanfaatkan. Coba batasi akses, dan jangan biarkan dia mengetahui semua yang kamu miliki. Belajarlah untuk berkata tidak.

Jika dia justru bersikap tidak menyenangkan, maka pertimbangkanlah untuk mengakhiri hubungan karena bagaimanapun toxic financialship tidak akan memberikan efek positif pada kelangsungan hubunganmu. Hubungan bukan hanya soal materi, namun juga harus diimbangi dengan rasa saling memahami. Bukankah demikian, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE