sign up SIGN UP

Ingat Kontroversi Kandungan Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Disebut Picu Kanker? Ini Kabar Terbaru yang Perlu Kamu Tahu!

Fina Prichilia | Beautynesia
Jumat, 19 Aug 2022 15:00 WIB
Ingat Kontroversi Kandungan Bedak Bayi Johnson & Johnson yang Disebut Picu Kanker? Ini Kabar Terbaru yang Perlu Kamu Tahu!
caption
Jakarta -

Bedak Johnson & Johnson (J&J) sempat ramai diberitakan karena bedak yang diperuntukkan buat bayi,  'manusia kecil' yang masih rentan tubuhnya itu, dilaporkan mengandung bahan berbahaya, Beauties.

Mengutip laman Drug Watch, pada tahun 2019 Johnson & Johnson menarik kembali 33.000 produk bedak bayi, usai banyak orang yang melaporkan masalah.

FDA (Food and Drug Administration) Amerika pun disebut sempat menemukan adanya sedikit kandungan asbes pada sampel yang diuji. Perlu kamu tahu, asbes itu sendiri dapat menjadi penyebab kanker.

Masalahnya, menurut WHO, tidak ada batas yang benar-benar aman bagi paparan asbes ke tubuh manusia. Bahkan bagi sebagian orang, sedikit paparan asbes saja dapat memicu kanker bertahun-tahun kemudian.

J&J Terkesan Masih Menolak Efek Berbahaya dalam Produknya

J&J pun menghadapi banyak tuntutan karenanya. Gugatan itu berisikan bahwa J&J sebenarnya tahu tentang masalah di dalam produk mereka, tetapi tetap melakukan penjualan. Dari banyaknya tuntutan tersebut, perusahaan dilaporkan sudah mengganti rugi.

Masih dikutip dari laman yang sama, pada tahun 2020, J&J menghentikan penjualan bedak talc di Kanada dan AS, dengan alasan turunnya permintaan dan tidak menyebut ada kaitannya dengan kontroversi kandungan asbes.

Mengutip Reuters, tetapi pada tahun tersebut penjualan tetap dilakukan di negara lain terutama pada konsumen kulit hitam juga sejumlah negara lain. Karenanya mereka mendapat kecaman untuk menghentikan penjualannya oleh sebuah kelompok advokasi di AS, Black Woman for Wellness. Itu karena J&J masih mengklaim bahwa produknya aman dan telah diakui oleh para ahli.

Penasaran Awal Masalah Gugatan dari Mana?

Johnson's,baby powder. (Photo by: Newscast/Universal Images Group via Getty Images)Johnson's,baby powder. (Photo by: Newscast/Universal Images Group via Getty Images)/ Foto: Newscast/Universal Images Group /Newscast

Laman Reuters pada tahun 2018 melakukan investigasi, Beauties. Adalah Darlene Coker mengidap mesothelioma, yakni kanker pada mestothelium, selaput yang melapisi jantung dan berbagai organ tubuh. Dirinya mengetahui hal itu bisa terjadi karena adanya paparan asbes.

Pasalnya, risiko itu biasanya menimpa sebagian besar pria yang menghirup debu asbes di tambang dan industri seperti pembuatan kapal. Dirinya pun mencurigai bedak tabur yang telah dipakai bertahun-tahun dan mencoba lebih lanjut mencari tahu akan hal tersebut.

Awal kisah Coker pun berkembang hingga sampai mengajukan gugatan, dan munculah pengguggat-penggugat lainnya terhadap J&J dengan berbagai kasus lain seperti kanker ovarium.

Mother pampering her baby girl daughter at home, applying baby powder to her body. Real people, mother 30-35, baby girl 10 months.Memakaikan bedak bayi./ Foto: iStock

J&J Hentikan Penjualan Berbahan Talc Secara Global

Terbaru, J&J mengumumkan tidak akan memasarkan bedak talc yang menjadi bahan dasar bedak bayi lagi per tahun depan. Sebagai gantinya akan mengganti talc dengan tepung jagung.

Meski bahan dasar talc yang dituduh hingga mendapat sejumlah gugatan, karena telah menyebabkan penggunanya mengalami kanker ovarium (sebagai bagian dari menjaga kebersihan pada area kewanitaan) juga mesothelioma, J&J masih berkeyakinan bahwa talc pada produk ikonik bedak bayi mereka adalah aman. Alasan mengganti bahan karena adanya inovasi produk.

Bagaimana tanggapanmu, Beauties? Apakah kamu sempat menjadi pengguna setia J&J?

----

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id