sign up SIGN UP

Ini 4 Komentar Menyakitkan yang Paling Sering Diterima Ibu Bekerja, Jangan Asal Main Judge!

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 18 May 2022 23:30 WIB
Ini 4 Komentar Menyakitkan yang Paling Sering Diterima Ibu Bekerja, Jangan Asal Main Judge!
caption
Jakarta -

Bekerja sembari mengurus anak dan rumah tentu bukanlah hal yang mudah. Hal-hal tersebut tentu sangat dipahami oleh seorang ibu yang bekerja. Mulai dari bangun lebih pagi, mengurus anak, suami, dan rumah, berangkat ke kantor dan bekerja, hingga mengurus kembali rumah seusai bekerja. 

Membayangkannya saja sudah terdengar melelahkan, bukan? Namun karena komitmen dan keputusan yang sudah dibuat oleh ibu bekerja, mereka mampu menjadi sosok tangguh dan hebat yang mampu menjalani itu semua.

Namun sayangnya, masih banyak komentar-komentar bernada sumbang yang sering diterima oleh ibu bekerja. Masyarakat seakan 'menutup mata' dengan perjuangan dan pengorbanan seorang ibu bekerja dan dengan mudahnya memberikan kalimat-kalimat menyakitkan hati.

Berikut adalah 4 komentar menyebalkan dan menyakitkan yang paling sering diterima oleh ibu bekerja. Yuk, simak!

"Kamu Nggak Kangen dengan Anakmu?"

Ilustrasi Ibu dan Anak Berbicara/Pexels/Ketut SubiyantoIlustrasi Ibu dan Anak/Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Seorang ibu bekerja mungkin harus menitipkan anaknya ke pengasuh, penitipan anak, atau keluarga ketika ia bekerja. Bekerja selama 8 jam per hari dalam seminggu memang bukan waktu yang sebentar. Hal inilah yang membuat orang-orang seakan tergelitik untuk bertanya kepada ibu bekerja, "Apa kamu nggak kangen dengan anakmu?" atau "Anakmu menggemaskan, kok bisa kamu tahan nggak ketemu dia seharian?".

Pertanyaan ini tidak hanya menyebalkan, namun juga bisa menusuk hati seorang ibu yang bekerja. Perlu diketahui, bukan hal yang mudah bagi seorang ibu untuk berjauhan dengan anaknya, apalagi harus menitipkan anaknya ke orang lain. Dibutuhkan keteguhan hati serta rasa percaya yang besar untuk melakukan hal tersebut.

Namun, keputusan tersebut pasti sudah dibuat dengan matang dan dengan segala pertimbangan, termasuk salah satunya untuk kebaikan sang anak. Jadi, jangan asal judge!

"Apa Kamu Nggak Ingin Membesarkan Anakmu Sendiri?"

Ilustrasi Ibu dan Anak/Pexels/William FortunatoIlustrasi Ibu dan Anak/Foto: Pexels/William Fortunato

Senada dengan poin pertama, pertanyaan kedua ini juga sering diterima oleh ibu bekerja yang harus menitipkan anaknya ke orang lain. Pertanyaan ini seakan menyiratkan bahwa seorang ibu bekerja tidak ingin membesarkan anaknya sendiri dan menghindari dari tanggung jawab tersebut.

Namun, anggapan tersebut keliru ya, Beauties. Jika memungkinkan, seorang ibu bekerja pasti ingin mengurus anak dengan tangannya sendiri sembari bekerja. Namun di kebanyakan kasus, hal tersebut tidak memungkinkan. Lagi, pilihan menitipkan anak ke orang lain bukanlah sebuah keputusan yang mudah, namun pasti sudah dipikirkan matang-matang oleh ibu bekerja.

"Kalau Saya, sih, Nggak Akan Bisa Mempercayakan Orang Asing untuk Menjaga Anak Saya!"

Ilustrasi anak-anak yang sedang melakukan pembelajaran langsungIlustrasi daycare/Foto: Pexels/Ksenia Chernaya

Tidak semua ibu bekerja bisa menitipkan anaknya ke keluarga. Ada ibu bekerja yang harus meminta tolong pengasuh atau menitipkan anaknya di daycare atau tempat penitipan anak untuk menjaga anaknya.

Komentar seperti di atas bukan hanya menyakitkan, namun juga terdengar merendahkan dan menghina. Tidak hanya itu, kadang komentar tersebut juga diikuti dengan kalimat seperti, "Apa kamu nggak takut efek dari menitipkan anak di daycare?" atau "Hati-hati, nanti anak lebih dekat dengan pengasuhnya dibanding orangtuanya!". 

Memilih pengasuh ataupun mencari daycare yang tepat bagi anak juga bukan perkara mudah. Ada waktu, tenaga, dan tentunya biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan. Namun, para orangtua yang bekerja pasti sudah paham dan menerima keputusan dan konsekuensi dari pilihan tersebut, jadi mengomentarinya bukanlah hal yang bijak.

"Anakmu Pasti Kangen dengan Ibunya!"

Ibu dengan bayi (Freepik)Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Freepik

Tidak ada ibu yang ingin diingatkan tentang kenyataan bahwa anaknya jauh darinya saat ia harus bekerja. Seorang ibu bekerja paham betul bagaimana seorang anak pasti merindukan sosok orangtuanya.

Seorang ibu satu anak, Kelli, menceritakan pengalamannya menerima komentar tersebut. "Saya sedang diwawancarai untuk suatu pekerjaan dan manajer bertanya kepada saya, 'Apakah bayi kamu mengerti bahwa kamu  akan bekerja 365 hari setahun? Bahwa kamu tidak akan pulang untuk Natal dan akan bekerja pada jam empat pagi?' Saya sangat kesal," ungkapnya kepada Reader's Digest.

"Saya memberi tahu dia bahwa menjaga anak bukanlah masalah sejak awal. Cara dia membuat saya merasa ingin menafkahi putri saya yang berusia satu tahun benar-benar membuat saya frustrasi," tambahnya.

Itulah beberapa kalimat menyakitkan yang sering didengar dan diterima oleh ibu bekerja. Harus dipahami, menjadi seorang ibu bekerja bukanlah hal yang mudah. Ada banyak pengorbanan yang harus mereka lakukan. Tentunya segala keputusan yang dibuat sudah dipertimbangkan dengan matang dengan segala konsekuensinya.

Alih-alih mengomentari, sebaiknya ibu bekerja diberikan dukungan dan semangat yang bisa membuatnya merasa lebih baik.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id