sign up SIGN UP

Ironis! Angkat Isu Kekerasan Seksual, Kru Film Penyalin Cahaya Justru Diduga Pelaku Pelecehan

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 11 Jan 2022 10:45 WIB
Ironis! Angkat Isu Kekerasan Seksual, Kru Film Penyalin Cahaya Justru Diduga Pelaku Pelecehan
caption
Jakarta -

Di tahun 2022 ini, ada satu film Indonesia yang sedang ditunggu-tunggu, yakni Penyalin Cahaya. Film dengan genre drama thriller yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja ini merupakan film yang sukses memborong 12 Piala Citra di Festival Film Indonesia dan menjadi Film Cerita Panjang Terbaik di tahun 2021.

Film Penyalin Cahaya dirilis perdana secara internasional pada 8 Oktober 2021 di Festival Film Internasional Busan. Rencananya, film ini bisa disaksikan di Netflix pada 13 Januari 2022 mendatang. Banyak yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan film yang dibintangi oleh Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Lutesha, Jerome Kurnia, Dea Panendra, dan Giulio Parengkuan ini.

Namun, tiga hari menjelang penayangannya, antusiasme menonton film ini terusik dengan munculnya isu terkait pelecehan seksual yang menimpa salah satu kru di balik film Penyalin Cahaya. Berita ini langsung heboh diperbincangkan oleh netizen di dunia maya. Padahal, isu kekerasan seksual menjadi tema dalam film Penyalin Cahaya.

Tim Penyalin Cahaya Buka Suara

Film Penyalin CahayaFilm Penyalin Cahaya/ Foto: Instagram/penyalincahaya

Informasi dugaan pelecehan seksual dilaporkan dari salah satu komunitas yang mengelola pelaporan kasus pelecehan seksual. Menyikapi informasi tersebut, tim produksi film Penyalin Cahaya pun buka suara. Mereka langsung menghapus nama kru yang diduga terkait dengan pelecehan seksual dari kredit film dan mengeluarkan pihak terlapor dari tim produksi.  Pernyataan sikap tim Penyalin Cahaya diunggah melalui akun Instagram @penyalincahaya.

"Kami Rekata Studio & Kaninga Pictures berkomitmen untuk memberikan ruang aman yang bebas dari pelecehan seksual dan kami akan selalu berpihak pada penyintas. Menjaga lingkungan produksi film yang bebas dari pelecehan seksual adalah juga merupakan misi utama kami. Proses syuting film 'Penyalin Cahaya' yang berjalan dengan aman selama 20 hari di Januari 2021 adalah bukti komitmen kami.

Berdasarkan informasi yang kami terima dari suatu komunitas yang mengelola pelaporan terhadap peristiwa pelecehan seksual, kami mendapati sebuah nama dari tim film 'Penyalin Cahaya' tercatat sebagai terlapor akan dugaan perbuatan di masa lalunya.

Pernyataan Sikap Penyalin CahayaPernyataan Sikap tim film Penyalin Cahaya/ Foto: Instagram/penyalincahaya

Sebagai tanggung jawab etik atas komitmen kami dan untuk menghormati pelaporan dan proses yang akan terjadi setelahnya, kami memutuskan untuk menghapus nama terlapor dari kredit film 'Penyalin Cahaya' dan di materi-materi publikasi film. Pihak terlapor tersebut tidak lagi menjadi bagian dari film 'Penyalin Cahaya' dan Rekata Studio.

Rekata Studio & Kaninga Pictures sangat serius dalam menyikapi kejadian ini dan kami berharap proses-proses yang terjadi setelah pelaporan ini berjalan dengan mengakomodir kepentingan penyintas dan dapat terselesaikan sesuai jalur yang tepat.

Terima kasih," tulisnya.

Sinopsis Film Penyalin Cahaya

Film Penyalin CahayaFilm Penyalin Cahaya/ Foto: Instagram/penyalincahaya

Salah satu kru dari tim produksi film Penyintas Cahaya tersandung kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya di masa lampau. Ironisnya, film Penyalin Cahaya adalah film yang mengangkat tema kekerasan seksual.

Film Penyalin Cahaya mengisahkan tentang seorang mahasiswi berprestasi bernama Sur (Shenina Cinnamon) yang sedang menghadiri pesta perayaan pencapaian komunitas teater bernama Mata Hari. Sur sendiri menjadi sukarelawan sebagai perancang web.

Usai mengikuti pesta tersebut, esok harinya ia terbangun setelah tak sadarkan diri. Hidupnya langsung berubah ketika foto selfienya yang tengah mabuk tersebar. Sur langsung kehilangan beasiswa karena dianggap mencemarkan nama baik fakultas, bahkan ia juga diusir oleh keluarganya.

Tidak tinggal diam, Sur meminta teman masa kecilnya, Amin (Chicco Kurniawan), yang bekerja dan tinggal di toko fotokopi dekat kampus. Bersama-sama, mereka berusaha menyelidiki dan mencari kebenaran tentang selfie yang beredar dan apa yang terjadi pada Sur ketika berada di pesta.

Film Penyalin Cahaya: Dedikasi Film untuk Penyintas Kekerasan Seksual

Melansir dari CNN Indonesia, sang sutradara, Wregas Bhanuteja mendedikasikan film Penyalin Cahaya sebagai media untuk menyuarakan isu kekerasan seksual yang selama ini ditutup-tutupi banyak masyarakat Indonesia.

Menurut Wregas, film adalah media komunikasi yang paling efisien untuk menyuarakan sebuah kegelisahan yang sedang terjadi di masyarakat, termasuk isu kekerasan seksual yang menjadi tema dalam film Penyalin Cahaya.

[Gambas:Instagram]

"Banyak sekali penyintas yang tidak mendapat keadilan, banyak penyintas yang memendam kisahnya karena lingkungan yang tidak support, seperti keluarga," ujarnya saat jumpa media pada September 2021.

Wregas juga melakukan riset mendalam dan memakan waktu satu tahun. Dia mencari bahan riset dari berbagai sumber termasuk dari para korban kekerasan seksual.

Semoga kasus ini bisa segera diselesaikan dan penyintas mendapatkan pendampingan serta keadilan ya, Beauties!

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id