sign up SIGN UP

6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Jika Jadi Korban Pelecehan Seksual

Talitha Putik Arawanda | Beautynesia
Selasa, 19 Jul 2022 19:00 WIB
6 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Jika Jadi Korban Pelecehan Seksual
caption

Indonesia kini darurat pelecehan seksual. Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Bahkan belakangan ini banyak kasus pelecehan seksual yang baru terungkap. Pasalnya banyak korban yang memilih untuk diam dan menyimpan cerita itu sendirian.

Penyebabnya bisa karena malu, takut dikritik, atau mendapat intimidasi dari pelaku. Padahal, hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik korban. Jika kamu pernah atau sedang menjadi korban pelecehan seksual, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

1. Kenali Bentuk Pelecehan Seksual

Masih banyak orang yang belum tahu bentuk pelecehan seksual itu seperti apa. Sehingga banyak yang belum sadar kalau ternyata mereka adalah korban dari pelecehan seksual. Beberapa bentuk pelecehan seksual memang tidak terlihat. Itu sebabnya penting untuk Beauties mengenali bentuk pelecehan seksual.

Berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), ada sembilan jenis kekerasan seksual yang bisa dijerat pidana, yaitu pelecehan seksual nonfisik, pelecehan seksual fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, dan kekerasan seksual berbasis elektronik.

Selain itu, Tindak Pidana Kekerasan Seksual juga meliputi:
a. perkosaan;
b. perbuatan cabul;
c. persetubuhan terhadap Anak, perbuatan cabul terhadap Anak, dan/atau eksploitasi seksual terhadap Anak;
d. perbuatan melanggar kesusilaan yang bertentangan dengan kehendak Korban;
e. pornografi yang melibatkan Anak atau pornografi yang secara eksplisit memuat kekerasan dan eksploitasi seksual;
f. pemaksaan pelacuran;
g. tindak pidana perdagangan orang yang ditujukan untuk eksploitasi seksual;
h. kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga;
i. tindak pidana pencucian uang yang tindak pidana asalnya merupakan Tindak Pidana Kekerasan Seksual; dan
j. tindak pidana lain yang dinyatakan secara tegas sebagai Tindak Pidana Kekerasan Seksual sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Bersikap Tegas

bertindak tegas/freepik.com
bertindak tegas/freepik.com

Setelah tahu bentuk pelecehan seksual, sekarang kamu sudah bisa membedakan mana perilaku normal dan mana perilaku yang melecehkan. Jangan sampai kamu menutup mata dan menormalisasikan semua perilaku yang kamu terima. Kamu juga nggak boleh menyalahkan diri sendiri terhadap apa yang terjadi.

Make sure tidak menggeneralisasi perilaku yang diterima sebagai bentuk entah kesalahan diri sendiri, harga diri, dan nilai diri. Berhenti untuk tidak over generalisir pengalaman yang diterima dengan konsep diri kalian (korban),” tegas psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, yang dikutip dari detikHealth

Langkah berikutnya jika kamu mendapatkan pelecehan seksual, cobalah untuk bersikap tegas dengan berkata tidak, menegur pelaku atau berteriak. Jika posisimu sendiri, berusahalah untuk menjauh dan mencari tempat aman. Kamu juga bisa meminta bantuan orang sekitar atau menghubungi orang terdekat.

3. Cerita Dengan Orang yang Kamu Percaya

cerita ke temen/Freepik.com of odua
cerita ke temen/Freepik.com of odua

Memang tidak mudah untuk menceritakan kejadian yang dialami, terlebih itu adalah kejadian yang tidak mengenakan. Namun memendam masalah justru akan memperburuk keadaan. Cobalah untuk cerita ke orang terdekat yang kamu percaya.

Seperti yang dikutip dari detikHealth, menurut psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder Pusat Konsultasi Anastasia And Associate, cobalah untuk mencari orang yang dipercaya sesegera mungkin untuk membantu mengeluarkan emosi yang tertahan atau bahkan tidak bisa diluapkan karena satu dan lain hal.

Dengan bercerita, kamu juga bisa meminta mereka untuk menemanimu mencari bantuan pada tenaga ahli dan pihak berwajib. Hal itu penting dilakukan, agar kamu mendapat jalan keluar dari masalah pelecehan seksual yang dialami.

4. Kumpulkan Bukti dan Catat Apa yang Telah Terjadi

catat yang terjadi/freepik.com of atlascompany
catat yang terjadi/freepik.com of atlascompany

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengumpulkan bukti-bukti pelecehan seksual. Bukti tersebut bisa berupa video, foto, rekaman percakapan, atau saksi-saksi yang melihat pelecehan tersebut. Kamu juga bisa mencatat runtutan kejadian yang dialami. Hal ini sangat membantu jika kamu ingin melaporkannya ke pihak berwajib. Dengan bukti yang ada proses gugatan akan lebih mudah.

5. Laporkan Ke Pihak Berwajib

Hal terpenting yang harus dilakukan jika mengalami pelecehan seksual adalah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib seperti polisi, Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum Apik, atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Dengan melapor ke penegak hukum, kamu sudah berupaya untuk mencari keadilan bagi dirimu sendiri. Selain itu, pelaku pun akan mendapatkan ganjaran atas perbuatannya.

6. Ikuti Konseling

Cerita ke psikolog/Freepik of tirachardz
Cerita ke psikolog/Freepik of tirachardz

Pelecehan seksual dapat menyebabkan korban mengalami gangguan psikologis seperti stres berat, takut, trauma, gangguan kecemasan, gangguan tidur, dan bahkan depresi. Jika hal itu tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu, korban pelecehan seksual dianjurkan untuk menjalani konseling ke psikolog untuk memulihkan kondisinya mentalnya.

Memang tidak mudah melupakan kejadian traumatis seperti pelecehan seksual. Namun dengan melakukan langkah-langkah di atas, diharapkan kamu bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. Selain itu, kamu juga tidak boleh terus menerus menyalahkan diri sendiri. Jangan pernah takut untuk menceritakan permasalahan yang kamu alami kepada para ahli atau orang yang kamu percaya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id