STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Masih Bergejolak, 92 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran Pasca Kematian Mahsa Amini

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 03 Oct 2022 17:00 WIB
Masih Bergejolak, 92 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Iran Pasca Kematian Mahsa Amini

Protes dan unjuk rasa masih terus berlanjut di Iran pasca kematian seorang perempuan bernama Mahsa Amini. Ia ditangkap oleh polisi moral Iran karena dianggap melanggar aturan hijab. Unjuk rasa protes kematian Mahsa Amini yang telah berlangsung selama dua minggu menelan korban jiwa. Dilansir dari Times of Israel, hingga kini diperkirakan ada 92 orang yang tewas.

"Pembunuhan pengunjuk rasa di Iran, terutama di Zahedan, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata direktur LSM Hak Asasi Manusia Iran (IHR) Mahmood Amiry-Moghaddam.

"Masyarakat internasional memiliki kewajiban untuk menyelidiki kejahatan ini dan mencegah kejahatan lebih lanjut dilakukan oleh Iran," tambahnya.

Sebelumnya, kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya 83 orang telah tewas selama hampir dua minggu demonstrasi. Namun dalam apa yang IHR gambarkan sebagai "Jumat berdarah Zahedan", LSM tersebut juga menuduh pasukan keamanan "menindas secara berdarah" sebuah protes yang meletus pada hari Jumat (30/9) di kota itu.

Dikatakan bahwa protes itu dipicu oleh tuduhan bahwa seorang kepala polisi di kota pelabuhan Chabahar, juga di provinsi Sistan-Baluchistan, telah memperkosa seorang gadis berusia 15 tahun dari minoritas Sunni Baluch.

Identitas mereka yang tewas telah dikonfirmasi oleh LSM regional Baluch Activists Campaign (BAC). Maka, setidaknya 133 orang telah tewas secara total selama protes di Iran selama dua minggu terakhir.

Kronologi Kematian Mahsa Amini

Mahsa Amini sempat menjadi sorotan dunia. Ia meninggal dunia setelah koma di rumah sakit selama tiga hari. Lantas, siapa sebenarnya sosok Mahsa Amini ini?Mahsa Amini/ Foto: Twitter via The Guardian

Seperti diketahui, sebelum ditangkap-tewas, Mahsa Amini yang berusia 22 tahun dikabarkan sedang bepergian dengan keluarganya dari provinsi Kurdistan ke Teheran, ibu kota Iran, untuk mengunjungi kerabatnya. Namun, Mahsa ditangkap oleh polisi moral Iran karena diduga tidak mematuhi aturan penggunaan jilbab negara tersebut.

Lalu penangkapan pun terjadi. Saksi mata melaporkan bahwa Amini dipukuli di dalam mobil polisi. Saksi mata juga menyatakan bahwa Amini dipukuli saat dibawa polisi ke pusat penahanan, hingga membuatnya mengalami cedera serius. Amini meninggal di rumah sakit setelah menghabiskan tiga hari dalam keadaan koma.

Pasukan keamanan Iran telah mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa Amini meninggal karena serangan jantung di pusat penahanan. Padahal, keluarganya telah membantah klaim ini, mengatakan bahwa putri mereka dalam keadaan sehat ketika dia ditahan. Selain itu, foto-foto Mahsa terbaring di ranjang rumah sakit dengan luka-luka di wajah juga viral dan beredar luas di media sosial.

Penjelasan Kedutaan Besar Iran soal Kematian Mahsa Amini

TEHRAN, IRAN - SEPTEMBER 18: A view of Iranian newspapers with headlines of the death of 22 years old Mahsa Amini who died after being arrested by morality police allegedly not complying with strict dress code in Tehran, Iran on September 18, 2022. (Photo by Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency via Getty Images)Protes kematian Mahsa Amini di Iran/ Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Dilansir dari detikNews, otoritas Iran membentuk tim investigasi dan pencari fakta khusus untuk mengklarifikasi semua aspek terkait kematian Amini pada 16 September lalu, atau tiga hari usai ditahan polisi.

"Tim-tim investigasi ini telah mulai bekerja sesuai dengan misi dan tujuan masing-masing untuk menghasilkan penyelidikan yang cepat, adil, tidak memihak, efektif dan independen atas insiden kematian Mahsa Amini," jelas Kedubes Iran dalam pernyataannya.

"Termasuk dengan melakukan penelitian lapangan dan eksperimen ilmiah, meninjau catatan medis, memintai keterangan orang-orang dan pihak-pihak yang relevan serta meninjau rekaman CCTV. Hasil dari investigasi dan pencarian fakta oleh tim-tim tersebut secara terpisah akan diserahkan kepada otoritas kehakiman Iran," imbuh pernyataan itu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE