sign up SIGN UP

Mengenal Fenomena Love Scamming, Tindakan Penipuan Berkedok Asmara yang Menguras Habis Harta Korban!

Camellia Quinita Ramadhani | Beautynesia
Kamis, 23 Jun 2022 09:00 WIB
Mengenal Fenomena Love Scamming, Tindakan Penipuan Berkedok Asmara yang Menguras Habis Harta Korban!
Fenomena Love Scamming/Foto: Freepik

Beberapa waktu lalu, mencuat kisah viral tentang hubungan asmara yang diawali dari perkenalan online di aplikasi Tantan. Sebuah akun Twitter dengan nama pengguna @FashionkuStyle memperkenalkan diri ke publik sebagai Mawar, dan mengaku telah ditipu oleh seseorang yang disebut sebagai Ahnaf. Hal yang membuat publik tercengang adalah kenyataan bahwa Ahnaf, suami yang dinikahi Mawar selama 10 bulan, ternyata merupakan seorang perempuan.

Mulanya, Ahnaf memperkenalkan diri kepada Mawar sebagai seorang dokter dan pengusaha batu bara. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk saling berjumpa, hanya selang 2 minggu Ahnaf datang dari Lahat, Sumatera Selatan untuk menemui Mawar di Jambi. Mawar mempercayai Ahnaf karena ia membuktikan kredibilitasnya sebagai dokter dengan turut merawat orangtua Mawar yang sakit selama satu minggu. Karena telah menaruh kepercayaan tinggi pada Ahnaf, Mawar pun mengiyakan ketika Ahnaf mengajaknya untuk menikah.

Ilustrasi Menikah/Foto: Freepik/bristekjegor
Ilustrasi Menikah/Foto: Freepik/bristekjegor

Beberapa bulan setelah menikah, semakin hari Mawar semakin curiga terkait identitas Ahnaf yang tidak jelas. Selama 10 bulan pernikahan yang dijalani tanpa kepastian identitas Ahnaf, selama itu pula banyak simpanan uang Mawar raib dihabiskan. Dilansir dari laman detikSumut, Mawar mengaku bahwa Ahnaf telah melakukan penggelapan senilai Rp300 juta. Setelah ibu Mawar sembuh dari penyakitnya, sang ibunda yang mencium aroma kebohongan mulai menelusuri asal usul Ahnaf dan latar belakangnya. Barulah terungkap fakta bahwa Ahnaf sesungguhnya merupakan seorang perempuan bernama Era Yani yang juga telah melakukan penipuan gelar perguruan tinggi.

Dilihat dari kacamata tindak pidana, penipuan yang dilakukan oleh Era Yani alias Ahnaf bisa dikategorikan sebagai tindakan love scamming.

Apa Itu Love Scamming?

Ilustrasi Love Scammer/Foto: Freepik/Jcomp
Ilustrasi Love Scammer/Foto: Freepik/Jcomp

Dilansir dari laman FBI.gov, romance scams atau love scamming merupakan tindakan penipuan berkedok asmara. Pelaku biasanya mencoba menumbuhkan kepercayaan korban dengan mengajaknya merencanakan pernikahan atau bahkan benar-benar melangsungkan pernikahan, namun pada akhirnya pelaku akan menguras habis harta benda dari korban.

Ciri-ciri Love Scamming

Untuk mengenali pelaku love scamming, setidaknya terdapat 5 tanda utama yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan berjaga-jaga. Pertama, biasanya pelaku memalsukan foto yang dipakai. Tipikal penipu semacam ini adalah mereka yang tidak akan mau melakukan komunikasi secara langsung seperti menelepon, video call, atau bertemu di dunia nyata.

Kedua, pelaku mempercepat hubungan ke jenjang asmara hingga ke jenjang yang lebih serius. Bagi beberapa orang yang mudah terbawa perasaan, ciri ini sangat rawan memperdaya korban. Akan menjadi lebih terlihat ketika orang tersebut selalu memiliki alasan untuk tidak bertemu secara langsung.

Aplikasi kencanAplikasi kencan/ Foto: Freepik.com

Ketiga, pelaku selalu memiliki alasan bahwa mereka membutuhkan uang karena keadaan darurat. Mereka bisa membuat alasan beragam, tapi biasanya meminta uang dalam waktu cepat.

Keempat, pelaku secara cepat meminta untuk memindahkan komunikasi secara lebih personal dengan meminta nomor telepon atau email. Berhati-hatilah dalam memberikan informasi pribadi kepada orang asing, karena terdapat kemungkinan bagi orang tersebut mencuri data pribadi atau aksesmu ke hal-hal berharga. Terakhir, mereka selalu mengelak untuk memberi informasi tentang orang terdekat mereka untuk menghindari cross check dari korban.

Cara Mengatasi Love Scamming

Ilustrasi Cek Fakta/Foto: Freepik/kroshka_nastya
Ilustrasi Cek Fakta/Foto: Freepik/kroshka_nastya

Supaya terhindar dari incaran love scammer, laman FBI.gov telah memberi beberapa tips dan himbauan. Pertama, berhati-hatilah terhadap apapun yang akan diunggah ke media online karena pelaku bisa dengan mudah memahami karakter dan kebiasaan korban dari informasi di internet.

Kedua, selalu cek foto profil terduga pelaku di internet. Cari tahu apakah identitasnya baik nama, foto, maupun alamat saling berkesinambungan atau merupakan identitas orang lain. Ketiga, jangan ragu untuk banyak bertanya dan memastikan fakta.

Keempat, berhati-hatilah jika terduga pelaku tampak berupaya menjauhkan kerabat dan orang-orang terdekat dengan berbagai bujukan. Kelima, jangan pernah memberikan uang kepada siapapun yang belum dikenal lama dan belum diketahui pasti latar belakang dan asal-usulnya.

Itulah hal yang bisa dipelajari dari kasus Mawar dan Ahnaf terkait love scamming. Tetap waspada dengan siapa kamu berkomunikasi ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id