sign up SIGN UP

Viral Pelecehan Seksual di Kereta: Pelaku Raba-raba Paha Penumpang Perempuan, KAI Buka Suara

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 21 Jun 2022 14:00 WIB
Viral Pelecehan Seksual di Kereta: Pelaku Raba-raba Paha Penumpang Perempuan, KAI Buka Suara
Ilustrasi korban pelecehan seksual/Foto: Getty Images/iStockphoto/Serghei Turcanu
Jakarta -

Pelecehan seksual terjadi lagi di ruang publik. Baru-baru ini kisah seorang perempuan yang alami pelecehan seksual di kereta api Solo-Jakarta menjadi viral di media sosial. Melalui akun Twitter @Selasarabu_, ia mengunggah kronologi serta bukti video ketika penumpang kereta berjenis kelamin pria yang duduk di sebelahnya meraba-raba pahanya.

Dalam video pertama yang diunggah, terlihat tangan pria tersebut bergerak perlahan di atas kursi, menuju paha korban. Tangan pelaku kemudian terlihat meraba paha korban. Aksi tersebut direkam oleh korban.

Korban Sudah Menegur Pelaku, Tapi Tetap Dilakukan

Aksi pelecehan di kereta (KAI)Aksi pelecehan di kereta (KAI)/ Foto: Twitter/@Selasarabu_

Ketika pelaku mencoba untuk meraba pahanya, korban mengaku sudah menegurnya sebanyak dua kali. Pelaku pun langsung menarik tangannya. Namun tak lama, pelaku kembali melakukan aksi pelecehan tersebut.

"Jadi aku negur dia 2x, teguran pertama "mas, maaf" sambil ku tunjuk tangannya. Dia tarik tangannya dan bilang "ohh". Lalu masih dilakukan, aku chat ke kondekturnya," tulis akun @Selasarabu_ di Twitter pada Senin (20/6).

Korban Alami Tonic Immobility

Awalnya, korban mengira bahwa tangan pelaku tidak sengaja menyentuh pahanya. Namun, lama-kelamaan, setiap korban berusaha bergerak, tangan pelaku berpindah.

"Awalnya kukira nggak sengaja, eh kok semakin lama makin-makin. Setiap aku gerak pasti tangannya dipindah, ga lama balik lagi," tulisnya.

Korban mengaku sangat panik, takut, kaku, dan tidak bisa bergerak. Kondisi ini sendiri dikenal sebagai tonic immobility, yaitu kelumpuhan sementara pada seseorang saat menghadapi ancaman intens, misalnya seperti pelecehan seksual. Korban merasakan ketakutan luar biasa sehingga susah berbicara dan susah bergerak sehingga stimulasi apapun tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya.

"Berasa banget jari dia naik turun di paha. Saat itu pengen teriak, tapi entah kenapa nggak bisa. Deg-degannya minta ampun. Akhirnya berusaha untuk gerak. Setelah ini ku tegur, eh masih aja dilakuin. Akhirnya aku lapor, minta pindah kursi," tuturnya.

Korban Langsung Menghubungi Pihak Kereta Api Indonesia

Aksi pelecehan di kereta (dok Twitter @Selasarabu_)Aksi pelecehan di kereta/ Foto: Twitter/@Selasarabu_

Korban pun langsung menghubungi pihak Kereta Api Indonesia (KAI). Ia bertanya apakah ada kursi kosong karena ia merasa tidak nyaman dengan penumpang yang duduk di sebelahnya.

Namun sayangnya, saat itu kursi lain di kereta api sedang dalam posisi penuh. Namun pihak KAI akan mencarikan kursi kosong setelah sampai di stasiun Cirebon. Namun tak lama, korban sudah mendapatkan kursi kosong dan segera berpindah tempat.

Korban juga memberitahu alasan mengapa ia ingin pindah kursi kepada pihak KAI. Ia mengirimkan bukti video pelecehan yang dialaminya.

"Oh iya Pak, ini sebagai bukti kenapa saya ingin pindah tempat duduk. Berulang kali dia begitu, sudah saya tegur tapi masih tetap dilakukan. Sekian, terima kasih," ucapnya.

"Baik, kami sebagai petugas mohon maaf atas kejadian tersebut. Kalau Mbak ngirim video tadi bisa langsung saya samperin sama Pak Polsuska, soalnya kuat ada bukti video tersebut. Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian tidak mengenakkan," balas pihak KAI melalui pesan.

Atas pelecehan yang diterima, korban ingin pelaku meminta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya. 

"Keinginanku ga gimana gimana, aku cuma ingin si mas mas 9B ini minta maaf dan janji nggak akan mengulanginya lagi. Ya walaupun nggak menjamin dia bener-bener bisa berhenti," tulisnya.

PT KAI Angkat Bicara soal Pelecehan

Tonic Immobility Korban Pelecehan/ Foto: Canva/ Julia M CameronIlustrasi korban pelecehan/ Foto: Canva/ Julia M Cameron

PT KAI angkat bicara terkait kasus pelecehan yang viral di media sosial. VP Public Relations Humas KAI Joni Martinus mengatakan, peristiwa itu terjadi di KA Argo Lawu relasi Solo Balapan-Gambir pada Minggu, 19 Juni 2022.

KAI mengecam perilaku tersebut. Saat ini KAI sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah hukum.

"Kami sangat menyesalkan dan menaruh perhatian sangat serius terhadap kejadian tersebut. KAI berkomitmen untuk selalu memberikan perlindungan kepada para pelanggan untuk memberikan rasa aman dan nyaman selama dalam perjalanan," tegas Joni dalam keterangannya, dikutip dari detikcom.

Joni mengatakan, setelah pihaknya mendapatkan laporan korban, kondektur yang bertugas langsung bergerak cepat untuk memindahkan tempat korban dengan mencarikan tempat duduk yang kosong lainnya. Pelaku juga langsung ditegur. Kepada korban, KAI menyampaikan permohonan maaf.

Joni berharap kejadian serupa tidak terulang. Dia meminta penumpang mengedepankan etika kesantunan dalam menggunakan transportasi publik.

Joni mengingatkan, jika penumpang mengalami ketidaknyamanan selama perjalanan dengan kereta, segera menghubungi kondektur yang bertugas dengan nomor telepon yang tertera di dinding kereta. Pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, e-mail [email protected], dan media sosial @KAI121.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id