sign up SIGN UP

Hati-hati! Kekerasan Terhadap Perempuan di Dunia Siber Mengintai, Kenali 6 Bentuknya!

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Selasa, 15 Mar 2022 11:45 WIB
Hati-hati! Kekerasan Terhadap Perempuan di Dunia Siber Mengintai, Kenali 6 Bentuknya!
caption

Kekerasan terhadap perempuan saat ini masih jadi persoalan serius yang masih terus diperjuangkan keadilan dan perlindungan hukumnya, khususnya terhadap korban. Bentuk-bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan meliputi fisik, psikis, hingga seksual. Kekerasan tersebut diketahui memang banyak terjadi dilakukan secara nyata.

Namun, di era sekarang, berbagai bentuk kekerasan juga terjadi di dunia siber. Yup, hal ini memang tak jauh dari keseharian, seperti aktivitas di media sosial.

Melansir dari Catatan Tahunan (CATAHU) 2021 Kompas Perempuan, laporan kasus kekerasan di dunia maya yang disebut sebagai Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mencatat pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 510 kasus dari sebelumnya yang hanya berjumlah 126 kasus. Korban kekerasan seksual dilaporkan tercatat sebanyak 479 kasus dan 491 untuk kekerasan psikis. Kasus tersebut dilaporkan banyak dilakukan oleh orang terdekat, seperti, keluarga, pacar, mantan pacar, teman media sosial, hingga orang yang tak dikenal. 

Yuk, simak 6 bentuk kekerasan seksual di dunia siber berikut ini!

Cyber Harrasment

Tips menyelesaikan unfinished businessIlustrasi cyber harassment/Foto: Pexels.com/Mikotoraw Photographer/ Foto: Ghena Oktafira

Melansir dari berbagai sumber, cyber harrasment atau juga disebut sebagai cyber bullying adalah sebuah perilaku menyakiti, menakuti, dan mengancam orang lain lewat dunia maya. Umumnya kasus seperti ini banyak terjadi pada anak remaja, namun orang dewasa pun juga bisa mengalaminya. Beberapa kasus cyber harrasment disebabkan karena motif balas dendam. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk terhindar dari cyber harrasment adalah menjaga perilaku ketika berselancar di media sosial hingga tidak membagikan hal-hal yang sifatnya privasi.

Cyber Stalking

cyber stalking
Ilustrasi cyber stalking/Foto: Pexels.com/tima-miroshnichenk

Melansir dari Very Well Mind, cyber stalking adalah tindakan menguntit dengan memanfaatkan teknologi untuk melecehkan orang lain secara online. Bentuk perilaku dari cyber stalking yang dilakukan oleh pelakunya dapat berupa pengiriman email, pesan, hingga postingan pada media sosial yang dapat menimbulkan rasa tidak aman pada korban atau calon korbannya. Cyber stalking merupakan salah satu bentuk terusan dari perilaku kekerasan sebelumnya, yakni cyber harrasment

Online Sexual Harrasment

Online sexual harrasement
Ilustrasi korban kekerasan seksual/Foto: Pexels.com/Rodanae Production

Pelecehan seksual di dunia maya kini juga patut kamu waspadai, nih, Beauties. Melansir dari jurnal McNair, dalam sebuah survei di Inggris dilaporkan terdapat 41 persen pengguna internet yang didominasi perempuan mengalami pelecehan seksual di internet.

Bentuk pelecehannya pun beragam, seperti misalnya dikirimi materi pornografi yang tidak diminta. Apalagi di era Metaverse yang saat ini sedang dalam pengembangan saja telah terjadi pelecehan seksual. Contohnya seperti pada Desember 2021 lalu, seorang perempuan di Inggris mengalami pelecehan seksual di metaverse saat uji coba VR dari Meta.

Malicious Distribution

Melansir dari Komnas Perempuan, kasus ini tercatat sebanyak 370 kasus. Malicious distribution adalah sebuah bentuk ancaman penyebaran foto atau video pribadi serta penghinaan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan internet dengan menyebarkan informasi yang salah. Selain itu, bentuk ancaman lainnya juga berupa mempublikasikan materi penghinaan tentang seseorang di situs web atau mengirimkan email yang berisi fitnah kepada orang terdekat korban dengan tujuan mencemarkan reputasi.

Sexting

Sexting
Ilustrasi chatting/Foto: Pexels.com/alok-sharma

Melansir dari Very Well Family, sexting merupakan perilaku mengirimkan pesan berbentuk foto atau video ataupun pesan bernada seksual yang dilakukan secara sengaja melalui ponsel atau perangkat digital lainnya. Hal ini tentu menjadi suatu permasalahan serius, khususnya bagi remaja karena akan berdampak pada masalah psikologis. 

Revenge Porn

Jangan panik ketika menjadi korban revenge porn/Foto: Pexels.com/Engin AkyrutIlustrasi korban revenge porn/Foto: Pexels.com/Engin Akyrut

Melansir dari Safeline, revenge porn adalah kegiatan menyebarkan foto atau video seksual seseorang secara online dengan sengaja tanpa adanya persetujuan dari orang yang memiliki foto atau video tersebut. Tindakan semacam ini biasanya bertujuan untuk merusak kehidupan korban di dunia nyata untuk mempermalukannya karena adanya motif balas dendam.

Di Inggris pada Oktober 2020 terungkap ada 541 kasus anak-anak hingga orang dewasa menjadi korban revenge porn. Sementara itu berdasarkan CATAHU Komnas Perempuan pada tahun 2020, terdapat 71 laporan kasus revenge porn yang dialami perempuan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id