Baru-baru ini, jagat dunia hiburan tanah air dihebohkan dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Rizky Billar terhadap istrinya, Lesti Kejora. Dalam sebuah bukti rekaman CCTV yang viral beredar di dunia maya, terlihat momen ketika Rizky melempar sebuah bola biliar ke arah Lesti. Namun, lemparan tersebut meleset karena Rizky Billar terpeleset.
Yang sangat disayangkan, kejadian itu disaksikan oleh beberapa orang, tetapi tak ada satu pun yang bergerak untuk mencegah Rizky ataupun membela Lesti. Sikap tidak acuh atau tertegun ketika seseorang memerlukan bantuan ini dikenal dengan istilah bystander effect. Dilansir dari Very Well Mind, bystander effect sebenarnya bisa diatasi dengan cara di bawah ini!
Menjadi Pengamat yang Baik
Ilustrasi membantu orang lain (Foto: Pexels/Matthias Zomer) |
Salah satu alasan yang membuat beberapa orang sering gagal untuk mengambil tindakan demi membantu orang lain adalah karena mereka tidak menyadari hal yang menimpa orang tersebut sampai semuanya terlambat. Hal ini juga biasanya disebabkan oleh situasi ambigu yang membuat seseorang sibuk menimbang apakah bantuannya memang benar-benar diperlukan.
Dalam sebuah penelitian terkenal yang dipublikasi pada tahun 1968, kebanyakan partisipan gagal untuk merespons ketika asap mulai memasuki ruangan ketika orang lain yang berada di ruangan yang sama juga tidak merespons. Jadi, karena tidak ada satu pun yang mengambil tindakan, semua orang akhirnya berasumsi bahwa tidak ada situasi yang darurat.
Selalu waspada dan bertindak sesuai situasi yang terjadi alih-alih bergantung pada respons orang-orang di sekitarmu dapat membantumu menentukan reaksi terbaik dalam sebuah situasi.
Menambah Keterampilan dan Pengetahuan
Ketika dihadapkan dalam sebuah situasi darurat, mengetahui apa yang harus dilakukan akan meningkatkan kemungkinan seseorang untuk membantu orang lain. Meskipun, tentu saja, kamu tidak bisa selalu siap sedia untuk menghadapi segala situasi yang mungkin terjadi dalam hidupmu, kamu tetap bisa mempelajari banyak kemampuan penting seperti kemampuan melakukan pertolongan pertama hingga CPR.
Menilai bahwa Seseorang Layak Dibantu
Seseorang akan lebih mungkin membantu orang lain yang mereka rasa layak menerimanya. Dalam sebuah penelitian klasik, partisipan akan memberikan uang kepada orang asing jika mereka meyakini bahwa orang tersebut kehilangan dompetnya daripada ketika orang asing itu hanya kehabisan uang akibat kebanyakan belanja atau konsumtif.
Ilustrasi membantu orang lain (Foto: Pexels/Samantha Garrote) |
Mindset dalam menilai kelayakan memberi bantuan pada orang yang membutuhkan inilah yang membuat masing-masing orang punya reaksi yang berbeda ketika melihat tuna wisma sedang meminta sedekah di jalanan.
Jika kamu berpikir bahwa mereka ada di situasi itu karena mereka malas atau tidak mau bekerja maka kamu tidak akan memberi uang. Namun, apabila kamu berpikir bahwa mereka adalah sosok yang layak dikasihani karena keadaan fisik atau usia, maka kamu akan menyisihkan sebagian uangmu.
Konsep yang sama juga berlaku ketika kamu melihat orang lain meminta pertolongan atau kelihatan butuh pertolongan. Intinya, dalam situasi apa pun, kamu akan menimbang apakah orang yang butuh atau minta pertolongan itu sebenarnya punya kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri atau memang benar-benar tidak berdaya.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!