STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Menurut Ahli, Investor Baru yang Cepat 'Mati' di Pasar Saham Mirip Squid Game! Kenapa?

Fina Prichilia | Beautynesia
Jumat, 08 Oct 2021 22:30 WIB
Menurut Ahli, Investor Baru yang Cepat 'Mati' di Pasar Saham Mirip Squid Game! Kenapa?

Kalau kamu lagi mengikuti atau sudah menonton serial televisi asal Korea Selatan, Squid Game, rupanya ketakutan dan ketamakan menjadi sifat manusia yang tengah diperlihatkan.

Hal ini rupanya nggak beda dengan kondisi investor newbie atau baru di pasar modal. Ya, ada dua emosi yang biasanya nggak bisa dikontrol investor newbie seperti yang telah disebutkan di atas, Beauties. Demikian menurut CEO & Founder Emtrade, Ellen May.

"Seperti di Squid Game, jadi dikasih reward gede dulu, kemudian dikasih juga fear-nya. Kalau nggak ikut bakalan mati. Kalau nggak ikut di dunia luar bakalan ditagih utang dan dibunuh juga oleh rentenir. Di sini sama juga ketika bermain saham kadang-kadang dimainkan juga oleh fear dan greed," ucapnya dalam acara SimINvestLab, Kamis (7/10), dikutip dari laman detikFinance.

Investor Newbie Biasanya Hanya Ingin Untung yang Besar dan Cepat!

Ilustrasi Wanita Mendapatkan UangIlustrasi mendapatkan uang/ Foto: Freepik.com/diana.grytsku

Menurut Ellen, salah satu 'penyakit'-nya investor baru adalah berpikir ingin untung besar juga cepat. Sifat tamak itu, kadang juga didorong oleh ketakutan, contoh butuh uang untuk bayar cicilan.

Hal tersebut rupanya yang bikin investor newbie gagal saat memulai investasi, Beauties. Sifat tersebut pun jadi tantangan tersendiri bagi mereka saat terjun ke pasar modal.

Selain itu, karena pengetahuan dan pengalaman yang kurang, investor pemula ini juga kerap hanya ikut-ikutan orang yang dianggapnya panutan. Padahal menurut Ellen, tiap orang bisa punya pertimbangan yang berbeda dan mengambil keputusan transaksi di pasar modal, lho!

Investor Newbie Langsung Ingin Belajar Analisis Teknis

Ilustrasi Analisis TeknikalIlustrasi Analisis Teknikal/ Foto: Freepik.com

Ellen kemudian menyebut, investor baru biasanya langsung mengambil langkah untuk belajar analisis teknis. Padahal yang semestinya dipelajari adalah pola pikir.

"Analisis teknikal itu sebenarnya 1-2 bulan sudah menguasai. Tapi sebenarnya di awal yang perlu dibenerin mindsetnya dulu. Jangan jadikan pasar saham sebagai mesin jackpot uang," tegasnya.

Pola pikir yang mesti ditanamkan yakni pasar saham merupakan investasi yang dapat berikan return secara konsisten, bukan yang besar dalam waktu cepat. "Jadi manage ekspektasi dulu. Kalau ekspektasi kita tidak terlalu tinggi membuat kita bisa lebih fokus belajar. Kemudian bisa membatasi risiko itu secara nyaman," ucapnya.

Nah, bagi kamu yang tertarik untuk berinvestasi saham, pastikan untuk mempelajari seluk-beluknya terlebih dulu, bisa lewat buku, webinar, dan sebagainya, sebelum kamu percayakan uangmu ya, Beauties!

Selain itu, seperti kata Ellen, penting untuk mengatur ekspektasi juga pola pikirmu lebih dulu.

------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE