sign up SIGN UP

Miris! Imbas COVID-19, Perempuan Hamil di Korea Utara Dipaksa Karantina di Gudang

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 31 May 2022 07:15 WIB
Miris! Imbas COVID-19, Perempuan Hamil di Korea Utara Dipaksa Karantina di Gudang
caption
Jakarta -

Pemerintah Korea Utara mengumumkan kasus COVID-19 pertama pada Kamis (12/5) lalu. Sebelumnya, negara yang dipimpin Kim Jong Un tersebut belum pernah mengumumkan kasus COVID-19 selama pandemi berlangsung.

Baru-baru ini dikabarkan bahwa perempuan hamil di Korea Utara yang terinfeksi COVID-19 dipaksa untuk karantina tanpa perawatan yang layak di fasilitas darurat. Akibatnya, sejumlah bayi yang baru lahir meninggal dunia, dikutip Insider dari Radio Free Asia (RFA).

North Korean flags at the Kumsusan Palace of the Sun where the embalmed bodies of Kim Il-sung and Kim Jong-il are displayed. Photo taken in Pyongyang, North Korea on April 15 2018.  (Photo by Simon Holmes/NurPhoto via Getty Images)Korea Utara/ Foto: Getty Images/NurPhoto

Satu-satunya perawatan medis yang diterima perempuan hamil yang dikarantina di provinsi Pyongan Selatan adalah dua obat penghilang rasa sakit per harinya. Obat tersebut adalah obat yang sama diberikan kepada semua pasien COVID di Korea Utara.

Tak hanya itu, pihak berwenang Korea Utara dikabarkan menempatkan banyak perempuan hamil penderita COVID-19 di gedung, pabrik, atau hotel yang diubah menjadi pusat karantina. Satu sumber di kota Anju mengatakan kepada RFA bahwa dia mengetahui ada dua bayi yang meninggal saat dilahirkan di hotel yang menampung 200 penduduk.

Menurut sumber tersebut, pihak berwenang belum memberikan perawatan atau pengobatan lebih lanjut kepada perempuan hamil, bahkan ketika mereka mengalami gejala demam tinggi atau menunjukkan tanda-tanda depresi pasca persalinan.

covidCovid-19/ Foto: Pexels.com/Nandhu Kumar

Menurut pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, American College of Obstetricians and Gynecologists, dan Society for Maternal-Fetal Medicine yang diterbitkan oleh National Institutes of Health, perempuan hamil yang terinfeksi COVID-19 harus menerima pemantauan intensif, serta akses untuk mengetahui kondisi ibu dan janin. 

"Keluarga marah karena petugas karantina, yang mengatakan mereka hanya bisa membiarkan ibu yang berduka keluar jika mereka pulih dari gejala COVID-19," ungkap seorang sumber kepada RFA.

Sejak Korea Utara mengumumkan kasus COVID-19 pertamanya pada 12 Mei lalu, jumlah kasus di negara itu diperkirakan telah melampaui 2 juta kasus. Negara yang tengah berjuang melawan virus tersebut diketahui menyuruh warganya untuk berkumur dengan air asin dan minum teh daun willow sebagai obat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id