STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Nilai Seorang Perempuan Tak Hanya Ditakar dari Fisik, Jadi Stop Mengomentari Bentuk Tubuh Orang Lain

Amelia Ayu Kinanti | Beautynesia
Rabu, 14 Jul 2021 09:00 WIB
Nilai Seorang Perempuan Tak Hanya Ditakar dari Fisik, Jadi Stop Mengomentari Bentuk Tubuh Orang Lain

Masih ramai di dunia maya pembicaraan soal seorang influencer yang mengeluarkan komentar body shaming dan merasa apa yang dilakukannya seolah hal yang benar, karena menurutnya standar kecantikan yang ia miliki yang terbaik.

Ironis rasanya ketika kampanye body positivity tengah bergaung beberapa tahun terakhir, namun masih banyak perempuan-perempuan yang masih memiliki definisi cantik yang sempit.

Beautynesia berbincang santai dengan Psikolog Tara de Thouars soal body image seseorang terkait dengan pandangannya terhadap Body Positivity.

Bentuk Tubuh dan Pengakuan

Tara de ThouarsTara de Thouars/ Foto: tara_dethouars

Awalnya Tara menjelaskan dulu soal body image. Menurutnya ini adalah pandangan seseorang saat menilai dirinya sendiri. Tentunya penilaian ini sangat tergantung dengan nilai ukur atau standar yang ia gunakan. Saat seseorang dibesarkan di lingkungan yang memuja satu standar kecantikan tertentu, sudah pasti ia ingin mencapai standar itu saja.

Ketika seseorang memiliki body image yang positif, itu berarti ia bisa menerima tubuhnya, menyukai dan menghargai tubuhnya. Menjadi masalah ketika seseorang memiliki body image negatif.

"Biasanya mereka membenci tubuhnya (atau beberapa) bagian dari tubuhnya. Jika hal ini terjadi tentu akan mempengaruhi kesehatan mentalnya," ujar Tara saat dihubungi Beautynesia, Selasa (13/07/2021).

Perempuan yang berprofesi sebagai psikolog klinis ini lebih lanjut menjelaskan bahwa, setiap orang memiliki keinginan untuk diakui. Jika mayoritas masyarakat masih menggunakan tolak ukur penampilan fisik untuk mengakui seseorang, apalagi dengan standar kecantikan tertentu, maka tak heran jika banyak orang yang memiliki body image yang negatif.

Mempertanyakan Harga Diri Ketika Dibully

Tara de ThouarsTara de Thouars/ Foto: tara_dethouars

Tara bercerita, banyak pasiennya yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan, karena mereka adalah korban bullying dan shaming, terutama soal bentuk tubuh mereka.

"Mereka mempertanyakan apakah mereka berharga, karena bentuk tubuh mereka," tutur Tara lagi. Bagi mereka yang sudah memiliki body image negatif, sedikit saja komentar mengenai tubuhnya bisa berdampak fatal bagi kesehatan mentalnya.

Stop Rantai Body Shaming

Body PositivityBody Positivity/ Foto: freepik

Beauties, mungkin kita sering tidak sadar mengomentari fisik seseorang tanpa diminta, walau niatnya tidak jahat. Tapi bisa jadi kata-kata kita melukai lawan bicara ada baiknya kita tidak lagi mengomentari hal-hal yang sifatnya privasi. Seperti bagian tubuh, itu bukan area kita untuk berkomentar. Karena kita tidak pernah tau apa yang seseorang alami hingga mencapai keadaan (bentuk tubuh) seperti itu," tambah Tara lagi.

Tara berujar, kita bisa memberi masukan, jika orang tersebut memang meminta kita melakukannya. Jika tidak, sebaiknya cari topik lain untuk dibicarakan. Ia pun mengingatkan, bahwa kita tidak bisa hanya menilai orang dari fisiknya saja.

"Ingatlah bahwa setiap manusia pasti memiliki nilai yang lain, pasti ada positifnya, kita tak hanya sekadar fisik saja. Nilai kita jauh lebih berharga dari itu," tutupnya.

Kamu setuju Beauties?

(ayk/ayk)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE