sign up SIGN UP

Perempuan di Arab Saudi Ramai-ramai Potong Rambut Pendek, Ada Apa?

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 24 Jun 2022 14:00 WIB
Perempuan di Arab Saudi Ramai-ramai Potong Rambut Pendek, Ada Apa?
Perempuan di Arab Saudi Ramai-Ramai Potong Rambut Pendek, Ada Apa?/Foto: Freepik/cookie_studio

Potongan rambut pendek tengah menjadi tren baru di kalangan perempuan Arab Saudi. Mengutip dari CNN Indonesia, hal ini dilakukan di bawah reformasi sosial yang di dorong oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), putra Raja Salman. Di Arab Saudi, telah ditetapkan aturan perempuan tidak lagi diharuskan untuk menggunakan hijab. Pelonggaran aturan ini membuat banyak perempuan di Arab Saudi memotong pendek rambut mereka.

Melansir dari News PiPa, tren ini bermula dari seorang perempuan bernama Safi—nama samaran—yang memutuskan untuk memotong pendek rambutnya setelah mendapat pekerjaan baru. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter itu memotong rambut panjang bergelombangnya menjadi pendek sampai leher. Potongan rambut ini kemudian dikenal oleh warga lokal sebagai boy cut.

Boy cut
Tren boy cut di kalangan perempuan Arab Saudi/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Tren gaya rambut boy cut menjadi populer di kalangan remaja dan perempuan di usia 20-an. Bahkan, banyak salon di Riyadh mengatakan permintaan potongan rambut ini meningkat setiap harinya. Meski begitu, lebih banyak perempuan pekerja yang meminta gaya rambut ini.

Banyak orang mengira perempuan di Arab Saudi memotong rambut mereka karena perubahan aturan terkait hijab. Namun, ada alasan lain mengapa para perempuan di Arab Saudi memotong rambut mereka.

Boy cut
Tren boy cut di kalangan perempuan Arab Saudi/Foto: Unsplash.com/Daniel Apodaca

Putra Mahkota Mohammed bin Salman ingin perekonomian negaranya keluar dari ketergantungan minyak. Karena hal ini, Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah membuat sebuah proyek yang disebut Visi 2030. Salah satu rencana dari proyek ini adalah dengan menetapkan target mempekerjakan perempuan sebanyak 30 persen dari total angkatan kerja di negara tersebut pada tahun 2030.

Namun, Arab Saudi telah melampaui target tersebut. Saat ini, sebanyak 36 persen dari total tenaga kerja di negara tersebut adalah perempuan. Bahkan, saat ini perempuan di Arab Saudi memiliki 42 persen usaha kecil dan menengah.

Boy cut
Tren boy cut di kalangan perempuan Arab Saudi/Foto: Unsplash.com/Binh Ly

Semakin banyaknya perempuan yang menjadi pekerja, jumlah permintaan gaya rambut boy cut pun meningkat. Banyak perempuan pekerja mengatakan bahwa memotong rambut mereka merupakan kebutuhan profesional untuk memudahkan mereka dalam bekerja.

Mengutip dari detikNews, bagi Safi sendiri memotong rambut pendek juga menjadi semacam perlindungan dari perhatian yang tidak diinginkan dari pria. Sehingga membuat dirinya lebih fokus menangani pasien-pasiennya.

"Gaya rambut pendek seperti perisai bagi saya, yang melindungi saya dari pria dan memberi saya kekuatan," kata Safi.

Boy cut
Tren boy cut di kalangan perempuan Arab Saudi/Foto: Unsplash.com/Julian Schultz

Perempuan di Arab Saudi menganggap gaya rambut boy cut sebagai simbol kemerdekaan perempuan Saudi dari pria. Gaya rambut boy cut memberi mereka kekuatan dan kepercayaan diri. Beberapa selebriti Arab seperti Yasmin Rais juga turut mendukung tren ini.

Sekarang di Arab Saudi, perempuan yang memotong rambut dengan gaya ini dianggap sebagai perempuan berkarakter kuat. Pasalnya, tidak mudah bagi perempuan untuk memotong pendek rambut panjang mereka. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id