Selain body shaming, ternyata ada banyak shaming yang sering terjadi di sekitar kita dan bisa berdampak negatif terhadap psikologi seseorang.
Shaming terkadang dianggap wajar karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya sedang dialami orang tersebut. Dihimpun dari Ditch the Label, berikut 6 shaming yang perlu kamu tahu dan tak jarang ada di sekitar kita. Simak yuk!
1. Shaming Penampilan Seseorang
Setiap orang memiliki selera fashion yang berbeda-beda dan menjadi ciri khas orang tersebut. Namun, tak jarang ada beberapa orang yang tidak menyukai gaya fashion seseorang dan menjerumus pada maksud bahwa tubuhnya gemuk atau terlalu kurus.
Menurut Ditch the Label, penampilan menjadi pelaku intimidasi pertama, di mana 51% mengatakan bawa mereka diintimidasi karena penampilan mereka. Berpakaianlah seperti yang kamu inginkan, bukan seperti apa yang mereka inginkan.
2. Fat Shaming
Ilustrasi sedih/Foto: freepik.com/jcomp |
Fat shaming adalah perilaku menjelek-jelekan atau mengomentari bentuk tubuh seseorang yang memiliki berat badan di atas rata-rata. Beberapa orang beranggapan bahwa fat shaming bertujuan untuk memotivasi seseorang agar menurunkan berat badannya.
Alih-alih memotivasi, fat shaming yang dilakukan justru membuat mereka jadi tersinggung dan bahkan bisa berdampak buruk dengan psikologinya.
3. Shaming Warna Kulit
Kecantikan yang berkembang membuat warna kulit tertentu dianggap lebih baik. Orang dengan kulit cerah sering dijadikan standar kecantikan yang ideal. Sedangkan orang yang punya kulit sawo matang atau coklat dianggap jelek.
Perilaku membanding-bandingkan warna kulit adalah perilaku tercela yang sebaiknya dihindari karena bisa mengurangi rasa percaya diri seseorang. Warna kulit adalah anugerah dari Tuhan yang patut disyukuri. Semua terlahir cantik dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing.
4. Gender Shaming
Ilustrasi laki-laki dan perempuan/Foto: freepik.com/azerbaijan_stockers |
Gender Shaming adalah bentuk ketidakadilan dalam memperlakukan laki-laki dan perempuan. Contohnya, laki-laki tidak boleh menangis, laki-laki harus kuat, dan tidak boleh lemah di depan orang lain. Perempuan tidak boleh berkontribusi untuk pekerjaan tertentu, dan ada juga beranggapan perempuan tidak boleh menyatakan perasaannya duluan.
Bentuk-bentuk gender shaming yang terjadi di maayarakat bisa berdampak buruk terhadap orang lain. Solusi yang bisa dilakukan adalah berhenti membedakan laki-laki dan perempuan dalam berperilaku.
5. Single Shaming
Single shaming adalah perilaku mempermalukan status single seseorang. Bisa berupa pertanyaan, pernyataan, dan bahan candaan. Perilaku single shaming tak jarang dilakukan beberapa orang yang sudah memiliki pasangan. Dengan beranggapan bahwa orang yang single itu kesepian dan tidak bahagia.
Padahal, ada banyak alasan seseorang memutuskan untuk single, diantara ada yang sedang sibuk mengejar pendidikan, fokus karier, hingga mengembangkan skill.
6. Mental Shaming
Jenis shaming terakhir adalah mental shaming. Salah satu shaming yang sering terjadi di masyarakat dengan stigma kesehatan jiwa adalah hal yang tidak penting.
Tak jarang beberapa orang mengalami gangguan mental takut berobat ke psikiater karena takut diolok-olok orang lain. Jangan diabaikan, karena kesehatan mental bisa berdampak dengan kesehatan badan juga. Kalau mental sehat, badan juga akan sehat.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!