sign up SIGN UP

Termasuk Penyimpangan Seksual, Kenali Tindakan Ekshibisionisme dan Apa yang Bisa Korban Lakukan Saat Mengalaminya

Dian Purnamasari | Beautynesia
Jumat, 13 Aug 2021 06:00 WIB
Termasuk Penyimpangan Seksual, Kenali Tindakan Ekshibisionisme dan Apa yang Bisa Korban Lakukan Saat Mengalaminya
caption

Apakah kamu tahu apa itu tindakan ekshibisionisme, Beauties? Ekshibisionisme adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan, fantasi, atau tindakan memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang asing yang tidak curiga, dan menjadi bersemangat secara seksual ketika melakukannya.

Dilansir dari laman MSD Manuals, sekitar 30 persen pelanggar seks pria yang ditangkap melakukan tindakan ekshibisionisme, dan mereka terus melakukan tindakan tersebut, sehingga sekitar 20 persen ditangkap kembali. Tindakan ekshibisionisme jarang dilakukan oleh wanita. Tindakan ini juga termasuk dalam DSM-5 kategori gangguan parafilia atau penyimpangan seksual.

Dilansir dari laman Mic, Dr. Darrel Turner, seorang psikolog klinis dan forensik mengatakan, alasan seseorang melakukan tindakan ekshibisionisme adalah adanya keinginan untuk mengontrol dan menguasai korban. Selain itu, ada gairah seksual yang mereka rasakan dari reaksi kaget dan takut yang ditunjukkan korban.  

Jika kamu menjadi korban ekshibisionisme berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan, Beauties:

1. Melawan dengan Cara Mengabaikannya

Lawan ekshibisionisme dengan cara mengabaikannya
Lawan ekshibisionisme dengan cara mengabaikannya/Foto: pexels.com/Daniel Dan

Cara pertama yang bisa kamu lakukan saat menjadi korban ekshibisionisme adalah melawan dengan cara mengabaikannya. Seperti yang dikatakan Dr. Darel Turner sebelumnya, bahwa pelaku ekshibisionisme akan merasakan gairah seksual dari reaksi kaget dan takut yang ditunjukkan korban.

Untuk itu, dikutip dari detikcom, psikiater dari RS Omni Alam Sutera, dr. Andri, SpKJ, FAPM menyarankan, agar bersikap pura-pura tidak peduli dan menyingkir ke tempat aman. Karena itu akan membuatnya tidak nyaman karena tujuan utamanya tidak berhasil. 

Meski terdengar mudah tapi hal ini memang sulit dilakukan, karena kaget dan takut adalah reaksi refleks dari si korban. Bahkan ada yang sampai merasa linglung dan hanya bisa diam. Tapi jika kamu masih bisa mengendalikan diri, kamu bisa mengabaikannya dengan cara tersebut. Jika pelaku mendekat, segera berlari dan berteriak untuk mendapat pertolongan. 

2. Berbagi Cerita

Berbagi cerita dapat mengurangi trauma dari tindakan ekshibisionisme
Berbagi cerita dapat mengurangi trauma dari tindakan ekshibisionisme/Foto: pexels.com/Karolina Grabowska

Meski tindakan ekshibisionisme terkesan sepele, tapi tindakan tersebut dapat menimbulkan trauma bagi si korban. Jadi jika kamu pernah mengalaminya, jangan disimpan sendiri. Kamu bisa berbagi ceritamu dengan orang yang kamu percayai seperti teman atau keluarga

3. Lapor Polisi

Lapor polisi jika mengalami tindakan ekshibisionisme
Lapor polisi jika mengalami tindakan ekshibisionisme/Foto: pexels.com/Rosemary

Kamu juga bisa melaporkan kejadian ini ke polisi, meski tidak terdapat luka secara fisik tapi kamu bisa terluka secara emosional. Melaporkannya ke polisi juga dapat membantu agar pelaku dapat segera ditangkap dan agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.

4. Konseling ke Psikolog

Konseling ke psikolog jika masih trauma akibat tindakan ekshibisionisme
Konseling ke psikolog jika masih trauma akibat tindakan ekshibisionisme/Foto: pexels.com/Karolina

Jika kamu masih merasa trauma karena kejadian tersebut, tidak ada salahnya kamu konseling ke psikolog. Hal ini agar dapat memulihkan kembali kesehatan mentalmu dan mengurangi rasa trauma yang kamu alami.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika menjadi korban ekshibisionisme, Beauties. Semoga kamu yang pernah mengalaminya dapat segera pulih dari rasa trauma.

Dan kamu yang tidak pernah mengalaminya, semoga terhindar dari tindakan ekshibisionisme. Selalu berhati-hati kapan pun dan di mana pun ya, Beauties.


Our Sister Site

mommyasia.id