STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Tren di Dunia Kerja Setelah Quiet Quitting, Ada Istilah Quiet Firing, Apakah Itu?

Debby Diah Ekawati Erawan | Beautynesia
Senin, 03 Oct 2022 06:30 WIB
Tren di Dunia Kerja Setelah Quiet Quitting, Ada Istilah Quiet Firing, Apakah Itu?

Bukan cuma quiet quitting, di dunia kerja ada juga istilah quiet firing, lho, Beauties. Kalau quiet quitting dilakukan oleh pegawai, sementara quiet firing dilakukan oleh perusahaan.

Coba bayangkan, saat ini Beauties berada di perusahaan yang atasannya diam-diam memecat pegawainya. It’s frightening, right? Yes, itulah yang disebut dengan quiet firing. Yuk, cari tahu lebih dalam tentang istilah ini dan kenali tanda-tandanya!

Apa Itu Quiet Firing?

Mengenal Istilah Quiet Firing/Foto: Freepik/user1115205
Mengenal Istilah Quiet Firing/Foto: Freepik/user1115205

Mengutip dari TIME, salah satu influencer media sosial, DeAndre Brown, menjadi salah satu orang pertama yang menyebutkan istilah quiet firing dalam video yang diunggahnya di jejaring TikTok pada 24 Agustus lalu, ia menggambarkan “quiet firing” sebagai tempat kerja yang gagal memberi penghargaan kepada  pegawai atas kontribusi mereka kepada perusahaan, kemudian memaksa mereka untuk meninggalkan pekerjaan mereka.”

Lalu, seperti yang dituliskan oleh seorang perekrut, Bonnie Dilber, di akun LinkedIn-nya, “Pada akhirnya,  kamu akan merasa sangat tidak kompetan, terisolasi, dan tidak dihargai sehingga kamu akan mencari pekerjaan baru, dan mereka (perusahaan) tidak perlu berurusan dengan rencana pengembangan atau menawarkan pesangon.” Pernah merasakan seperti ini, Beauties? Di mana kita dibuat merasa tidak kompeten dan terisolasi sampai akhirnya tak ingin lagi melanjutkan bekerja di kantor tersebut. Seperti itulah kira-kira gambaran mengenai quiet firing, Beauties.

Tanda-Tanda dari Quiet Firing

Tanda-tanda  perusahaan melakukan quiet firing/Foto: Freepik/Freepik
Tanda-tanda perusahaan melakukan quiet firing/Foto: Freepik/Freepik

Menurut Bonnie, tanda-tanda quiet firing adalah sebagai berikut:

  • Tidak mendapatkan umpan balik maupun pujian
  • Tidak mendapatkan kenaikan gaji atau kurang, sementara yang lain mendapatkan lebih banyak
  • Tidak diikutsertakan dalam mengerjakan proyek yang bagus atau yang berpeluang untuk mengembangkan karier
  • Tidak mendapatkan informasi terbaru yang relevan mengenai pekerjaan
  • Atasan tidak banyak berinteraksi dengan kita.

Lalu, bagaimana, sih, cara untuk mengatasi praktik quiet firing ini?

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE