Viral di media sosial seorang perempuan diduga alami pelecehan oleh petugas maskapai penerbangan Lion Air. Peristiwa tak mengenakkan itu terjadi ketika korban hendak mengecek e-ticket saat ingin terbang dari Surabaya menuju Denpasar, Sabtu (22/7).
Melalui akun Twitternya, pelaku pelecehan diduga adalah seorang petugas yang bertugas mengecek e-ticket miliknya. Saat mengecek e-ticket, ponsel milik korban dipegang oleh petugas selama kurang lebih 10 menit. Padahal, menurut korban, penumpang lain tidak mengalami hal serupa.
Petugas tersebut kemudian diduga mengirim pesan kepada korban melalui WhatsApp. Isi pesannya mengajak berkenalan hingga pelecehan.
Kronologi
Saat check-in untuk terbang, korban menunjukkan e-ticket yang ada di ponselnya kepada seorang petugas pria. Ponselnya dicek selama 10 menit, dan menurut korban kondisi tersebut tidak dialami oleh penumpang lain.
"Ga bisa check in online atau check in mesin katanya ga bisa ngeprint padahal gue ga ada bagasi. Gue ngantri check in terus pas bagian gue dia lama banget around 10 menit," tulisnya dalam akun Twitternya.
Saat itu, korban tidak tahu apa yang dilakukan petugas itu terhadap ponselnya sebab meja counter check in yang tinggi. Hingga akhirnya dia berhasil mendapatkan boarding pass dan pergi ke gate penerbangan.
Dapat Pesan Diduga dari Petugas
Ketika sedang menunggu di gate penerbangan usai check-in, korban mendapatkan sebuah pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Korban membagikan tangkapan layar berisikan pesan dari orang tidak dikenal yang diduga adalah petugas saat ia check in.
Orang tersebut mengajaknya berkenalan hingga mengirimkan pesan bernuansa pelecehan.
"Permisi, ini kakanya yang ke Denpasar tadi kah?" bunyi pesan itu.
"Habis lihat video pean tadi dek jadi pengen (emoji air)," sambung orang tersebut.
Namun ketika korban mengonfirmasi apakah pria tersebut yang bertugas saat check in dan membuka gawai miliknya, pria tersebut mengelak.