3 Tanda Awal Demensia yang Sering Tidak Disadari
Demensia adalah kondisi yang memengaruhi fungsi kognitif otak, termasuk ingatan, pemikiran, penalaran, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari. Gejala demensia yang paling utama adalah penurunan memori yang signifikan sehingga menyebabkan gangguan dalam fungsi sosial atau pekerjaan.
Ciri-ciri demensia sering kali bersifat progresif dan akan memburuk seiring waktu. Tanda awal demensia juga bisa sangat halus dan sering kali sulit dikenali. Dilansir dari Your Tango, inilah beberapa tanda awal demensia yang sering kali tidak disadari itu!
Sulit Mendeteksi Sarkasme
![]() Ilustrasi/Foto: Freepik |
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit Frontotemporal Dementia (FTD) dan Alzheimer cenderung kesulitan dalam mengenali sindiran atau sarkasme. Mereka menjadi cenderung memahami bahasa dan kehilangan kemampuan untuk menangkap nuansa serta intonasi dalam komunikasi.
Selain itu, tanda awal demensia lainnya adalah ketidakmampuan penderita FTD untuk mendeteksi kebohongan meskipun penderita Alzheimer masih dapat melakukannya. Hal ini karena FTD menyebabkan kerusakan pada lobus frontal otak yang berfungsi untuk mengatur emosi, perilaku sosial, dan pemikiran kritis sehingga penderitanya sering kali menjadi kurang sensitif terhadap petunjuk sosial yang biasanya mengindikasikan kebohongan.
Sebaliknya, pada penderita Alzheimer, kerusakan otak lebih banyak terjadi pada area yang berhubungan dengan memori jangka panjang dan kemampuan berbicara sehingga tidak mengalami masalah pada kemampuan untuk mendeteksi kebohongan.
Lebih Sering Terjatuh
Ilustrasi/Foto: Freepik
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2021 dalam jurnal Frontiers in Neuroscience, sering terjatuh dapat menjadi tanda awal penyakit Alzheimer. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa atau lansia yang nantinya menderita penyakit Alzheimer cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terjatuh atau mengalami kecelakaan lainnya beberapa tahun sebelum didiagnosis.
Fakta tersebut memperkuat pentingnya latihan keseimbangan sebagai upaya pencegahan mengingat gangguan keseimbangan bisa menjadi salah satu gejala awal penyakit ini. Latihan keseimbangan yang rutin dapat membantu meningkatkan stabilitas tubuh dan mengurangi risiko cedera akibat jatuh yang sering kali terjadi pada penderita Alzheimer sebelum kondisi mereka didiagnosis.
Mengabaikan Norma Sosial
Ilustrasi/Foto: Freepik/stockking
Beberapa penderita demensia dapat kehilangan pemahaman mereka terhadap norma sosial. Gejala-gejala demensia yang mengejutkan ini termasuk pencurian di toko, merusak properti orang lain, perilaku interpersonal yang tidak pantas seperti komentar atau tindakan pelecehan, bahkan hingga tindakan kriminal. Hal ini diungkapkan dalam sebuah tinjauan yang diterbitkan pada Oktober 2020 di jurnal Cortex.
Demensia yang muncul pada usia dini, atau yang dikenal sebagai demensia onset dini, bisa menyerang individu pada usia 30-an atau 40-an dan sering kali disalahartikan sebagai penggunaan narkoba atau gangguan mental oleh sistem peradilan. Gejala-gejala tersebut muncul pada usia yang relatif muda sehingga sering dianggap dianggap gangguan perilaku yang lebih umum terjadi pada usia muda dibandingkan dengan penyakit yang biasanya dikaitkan dengan lansia itu. Tidak mengherankan jika dalam sebuah studi disebutkan bahwa kasus demensia pada usia muda ini sering terlambat didiagnosis.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
