sign up SIGN UP

4 Cara yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Mengatasi Peristiwa Traumatis

Talitha Putik Arawanda | Beautynesia
Rabu, 17 Aug 2022 20:30 WIB
4 Cara yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Mengatasi Peristiwa Traumatis
caption

Trauma secara luas dapat diakui sebagai pengalaman yang sangat menyedihkan atau mengganggu. Trauma bisa terjadi karena mengalami kekerasan, kematian, kehilangan seseorang, pelecehan seksual, kecelakaan, bencana alam dan masih banyak lagi. Bahkan kamu bisa ikut merasakan trauma hanya dengan melihat orang terdekat tertimpa musibah.

Serupa dengan banyak cedera fisik, trauma emosional memang meninggalkan bekas, namun mungkin tidak terlihat di permukaan. Faktanya, gejala trauma sebenarnya bisa bersifat emosional dan fisik. Gejala emosional trauma yang paling umum termasuk perasaan mati rasa, marah, cemas, bersalah, sedih, bingung, putus asa, dan malu. Sedangkan gejala fisik trauma yang paling umum antara lain kelelahan, konsentrasi yang buruk, nafsu makan yang buruk, makan berlebihan, insomnia, hipersomnia, dan tekanan darah tinggi.

Gangguan traumatis yang paling umum dikenal adalah Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD. Mengutip Lifehack.org, PTSD terjadi bisa karena kematian, kondisi terancam, cedera serius, atau kekerasan seksual yang dialami secara langsung atau disaksikan secara langsung.

Banyak orang yang menderita PTSD mengalami kesulitan membentuk hubungan dekat dan sering menghindari situasi yang mengingatkan mereka pada peristiwa traumatis. Beberapa gejala PTSD yang paling umum adalah lekas marah, kewaspadaan berlebihan, respons berlebihan, gangguan tidur, dan perilaku merusak diri sendiri termasuk tindakan kekerasan, bunuh diri, dan penyalahgunaan narkoba.

Buat Beauties yang mungkin sedang atau pernah mengalami Peristiwa traumatis, kamu bisa melakukan cara di bawah ini untuk mengatasi pengalaman traumatis tersebut.

1. Konseling

Konsultasi ke psikolog/Freepik.com
Konsultasi ke psikolog/Freepik.com

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan konseling ke psikolog. Meskipun rasa sakit emosional dari peristiwa traumatis tidak pernah sepenuhnya hilang, namun dengan melakukan konseling sedikit-banyaknya dapat memproses perasaan kamu menjadi lebih baik lagi. Konseling memiliki potensi untuk membantu menemukan jalan keluar yang aman sesuai dengan panduan dari profesional.

Menurut American Psychological Association, desensitisasi dan terapi pemrosesan ulang atau EMDR ,diakui sebagai orientasi klinis yang diterima secara luas dalam hal merawat pasien trauma. Ini menegaskan bahwa setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, pikiran, perasaan, dan gambar yang mengganggu terjebak di otak, di mana EMDR pada dasarnya menciptakan jalur mental untuk secara efektif melepaskan gangguan tersebut dengan gangguan emosional yang minimal.

2. Meditasi

meditasi/Freepik.com @senivpetro
meditasi/Freepik.com @senivpetro

Setelah mengalami peristiwa trauma tentu saja hidup mu menjadi sedikit tidak tenang. Nah meditasi dinilai bisa membantu kamu menjangkau lebih jauh ke dalam diri untuk membangun rasa kedamaian batin yang lebih besar lagi. Sehingga memberi energi positif ke dalam jiwa yang diperlukan untuk melindungi diri dari hal negatif.

Seperti yang dikutip pada Lifehacks.org, meditasi bersamaan dengan intervensi pelengkap non-medis lainnya, terbukti secara signifikan mengurangi gejala PTSD parah yang dialami oleh tentara setelah pertempuran.

Cara meditasi yang bisa Beauties lakukan adalah singkirkan semua barang elektronik yang dimiliki. Lalu mulailah dengan menemukan tempat tenang yang aman di rumah, bisa di lantai kamar tidur atau di dekat jendela.

Selanjutnya duduk perlahan, silangkan kaki, lalu dengan lembut letakkan tangan kamu di atas paha dengan telapak tangan menghadap ke atas. Jaga punggung agar tetap lurus dan tutup mata kamu.

Ambil beberapa napas dalam-dalam dan mulailah mengatur pikiran sadar kamu, sambil dengan lembut merangkul kekuatan penyembuhan dari ketenangan yang sekarang mengelilingimu. Beauties dipersilakan untuk melakukannya selama beberapa menit sampai merasakan bahwa pikiran dan hati sudah tenang.

3. Rutin Olahraga

rutin olahraga/Freepik.com @tirachardz
rutin olahraga/Freepik.com @tirachardz

Olahraga teratur dipercaya dapat membantu mengurangi stres yang terkait dengan trauma. Hal itu karena dengan berolahraga dapat memompa produksi endorfin dan neurotransmiter di otak yang membantu mengatur suasana hati.

Selain itu, menurut penelitian yang berada di National Library of Medicine, olahraga juga bisa meningkatkan sirkulasi aliran darah dan oksigen yang cukup ke semua organ tubuh. Sehingga kesehatan jantung terjaga dan membuat pikiran lebih jernih lagi.

Nggak hanya itu saja, ketika kamu berusaha untuk mengencangkan tubuh dan menurunkan berat badan yang tidak diinginkan, olahraga pada akhirnya membantu Beauties untuk membangun kepercayaan diri. Cara ini bisa menjadi penangkal ampuh melawan gejala trauma.

4. Tetap Bersosialisasi

Tetap bersosialisasi/Freepik.com
Tetap bersosialisasi/Freepik.com

Menghindar adalah salah satu gejala paling umum terkait dengan trauma. Dalam banyak kasus, orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis mendapati dirinya sering menghindari interaksi dengan orang lain. Hal itu dilakukan untuk mencegah trauma tambahan.

Menurut Michael D. De Bellis, MD, MPH dan Abigail Zisk A.B dalam jurnalnya yang berjudul Efek Biologis dari Trauma Masa Kecil, dikutip dari NCBI, menyatakan bahwa orang yang mungkin pernah mengalami pelecehan emosional, fisik, atau seksual di masa kanak-kanak, sering kali mengalami kesulitan untuk mempercayai orang lain.

Sayangnya, bagaimanapun juga manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Dengan menghindari satu sama lain, kita mungkin secara tidak sengaja sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.

Oleh karena itu, kamu yang mungkin pernah mengalami peristiwa traumatis dalam bentuk apa pun dan dititik mana pun dalam hidup, cobalah untuk bergabung dengan kelompok yang mungkin pernah mengalami pengalaman traumatis serupa.

Mengalami trauma memang tidak mengenakan, namun jika kamu menghabiskan sisa hidup dengan mencoba untuk menghindari peristiwa traumatis, mungkin kamu akan kehilangan banyak pengalaman luar biasa yang seharusnya kamu dapatkan.

Seiring berjalannya waktu Jika kamu bisa menerapkan cara di atas, diharapkan kamu bisa pulih dari masalah emosional dan fisik yang disebabkan oleh trauma. Semangat!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id