sign up SIGN UP

5 Alasan Mengapa Kamu Kerap Merasa Tidak Cukup Baik, Punya Pengalaman Traumatis Salah Satunya

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Sabtu, 15 Jan 2022 20:30 WIB
5 Alasan Mengapa Kamu Kerap Merasa Tidak Cukup Baik, Punya Pengalaman Traumatis Salah Satunya
caption

Apakah kamu merasa tidak cukup baik, Beauties? pertanyaan ini mungkin cukup membingungkan sekaligus dapat memberikan gambaran bahwa setiap orang berpotensi untuk merasa tidak baik-baik saja.

Merasa tidak cukup baik biasanya berasal dari masalah yang mengakar. Contoh sederhananya, kamu yang dibesarkan di rumah yang pernah trauma mungkin akan tumbuh dewasa tanpa mengetahui tempat kamu di dunia ini.

Selain itu, dilansir dari Myeasytheraphy, ada beberapa alasan lainnya yang dapat membuat kamu merasa tidak cukup baik. Apa saja? simak selengkapnya di bawah ini.

Mempunyai Masa Lalu yang Traumatis

Ilustrasi traumatis/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi traumatis/ Foto: Freepik.com

Alasan yang satu ini memang cukup umum. Ya, masa lalu yang traumatis dapat menimbulkan perasaan tidak cukup baik. Hal ini biasanya ditandai dengan rasa harga diri yang hancur, perasaan tidak percaya kepada siapapun, merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dialami, terlebih lagi apabila kamu pernah mengalami pelecehan.

Saat hal ini terjadi di masa kanak-kanak, maka akan berdampak pada munculnya gagasan bahwa kamu merasa salah dan tidak berharga. Kemudian saat tumbuh dewasa, perasaan tidak cukup baik yang tersisa akan menggerogoti, sampai kamu bisa mengakui, memproses dan menerima apa yang telah terjadi di masa lalu.

Adanya Keyakinan Inti dalam Alam Bawah Sadar

Ilustrasi alam bawah sadar/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi alam bawah sadar/ Foto: Freepik.com

Adapun maksud dari keyakinan inti dalam hal ini ialah bahwa ada sesuatu nilai yang tertanam sejak masih kecil. Ya, perlu diketahui bahwa alam bawah sadar lebih kuat dari apa yang dibayangkan, terlepas dari pikiran positif maupun negatif. Harga diri yang rendah terkait dengan asumsi mendasar tentang dunia, orang lain dan diri sendiri.

Contoh sederhananya, orang tua yang tiba-tiba meninggalkan keluarganya suatu hari tanpa memberikan alasan. Kemudian, anaknya akan berkembang dan memahami bahwa jika seseorang mencintai mereka, mereka akan pergi.

Bahkan jika orangtua kembali setelah beberapa hari, kepercayaan itu bisa tetap ada dan anak akan tumbuh dengan tidak mengizinkan siapapun untuk dekat dengan mereka, secara personal dan hubungan romantis.

Suara Hati yang Menghakimi dan Kritis

Ilustrasi suara hati/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi suara hati/ Foto: Freepik.com

Coba kamu berpikir sejenak Beauties. Dengarkan pikiran yang sedang berkeliaran di dalam pikiran kamu dan kata-kata apa yang kamu gunakan untuk diri sendiri. Apakah kamu mengatakan hal yang baik atau malah menghakimi dan kritis tentang kesalahan paling kecil yang kamu perbuat.

Berbicara kepada diri sendiri tentang sesuatu yang negatif karena adanya sesuatu hal yang terdengar dari orang-orang terdekat misalnya orang tua saat masih kecil, bisa menjadi penyebab kamu tidak merasa cukup baik

Untuk itu, perlu untuk mengendalikan pikiran dengan sebaik-baiknya serta memberi perhatian penuh pada diri sendiri. Dengarkanlah suara batin dari diri sendiri yang lebih otentik dan jelas.

Mempunyai Orang Tua yang Kritis dan Menuntut

Ilustrasi bersama mama/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi bersama mama/ Foto: Freepik.com

Kamu mungkin bisa mempunyai rumah paling fantastis di lingkungan yang baik dan orang tua yang masih bersama hingga hari ini. Tapi mungkin saja kamu tidak mendapatkan persetujuan yang dibutuhkan dan diinginkan dari mereka.

Jika orang tua menginginkan sesuatu hal kepada anaknya misalnya menjadi lebih baik, mendapat juara kelas, menjadi juara umum di sekolah dan lainnya, hal ini dapat menjadi pesan yang tidak cukup baik karena dapat menghadirkan mindset yang berbeda pada si anak.

Anak-anak akan mulai merasakan bahwa untuk dapat diterima, maka ia harus bisa mewujudkan ekspektasi orang tuanya. Apabila hal itu tidak tercapai maka perasaan tidak cukup baik akan muncul. Ketika tumbuh dewasa hal ini bisa saja terus melekat dan berkembang menjadi merasa tidak berharga.

Tidak Merasa Aman Sebagai Seorang Anak

Ilustrasi keluarga/ Foto: Freepik.com
Ilustrasi keluarga/ Foto: Freepik.com

Alasan lain yang juga dapat menyebabkan perasaan tidak cukup baik adalah adanya pengalaman bahwa kamu tidak merasa aman sebagai seorang anak. Hal ini bisa direpresentasikan lewat pengasuh yang tidak dapat memberikan cinta dan kepercayaan tanpa syarat atau yang disebut dengan ‘keterikatan’ dalam psikologi.

Teori keterikatan percaya bahwa seorang anak membutuhkan cinta tanpa syarat selama 7 tahun pertama kehidupan dan kemampuan untuk mempercayai pengasuh utama mereka untuk membentuk keterikatan yang aman. Jika tidak, akan muncul perasaan untuk sulit mempercayai orang lain, diri sendiri dan merasa mempunyai harga diri yang rendah.

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id