5 Bahaya Terlalu Banyak Jalan Kaki, serta Ketahui Aturan Jalan Kaki Ideal per Hari

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 26 Aug 2026 07:15 WIB
2. Kapalan dan Lecet
Kapalan dan lecet/ Foto: Magnific.com/drazen zigic

Jalan kaki sering dianggap sebagai olahraga paling sederhana karena tidak membutuhkan peralatan khusus dan bisa dilakukan hampir kapan saja. Namun, bukan berarti semakin jauh atau semakin banyak langkah yang dilakukan setiap hari selalu berarti semakin sehat, Beauties. 

Jika tubuh dipaksa berjalan melebihi kemampuan pemulihannya, beberapa keluhan justru bisa muncul. Karena itu, penting mengenali tanda tubuh sudah terlalu banyak berjalan kaki.

Dilansir dari Times of India, langsung simak bahaya terlalu banyak jalan kaki hingga aturan durasi dan frekuensi idealnya per hari! 

1. Peningkatan Risiko Cedera

Risiko cedera/ Foto: Magnific.com/wayhomestudio

Berjalan terlalu lama atau terlalu sering tanpa memberikan waktu istirahat yang cukup dapat membuat tubuh mengalami overuse, yaitu kondisi ketika jaringan tubuh menerima beban berulang tanpa kesempatan pulih secara optimal. Keluhan lama seperti nyeri lutut juga dapat kambuh, terutama jika jarak atau durasi berjalan tiba-tiba ditingkatkan.

Masalahnya bukan hanya rasa sakit. Ketika kaki atau sendi mulai terasa nyeri, kamu dapat mengubah cara berjalan tanpa sadar untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Perubahan postur dan pola langkah tersebut justru dapat memberikan tekanan tambahan pada bagian tubuh lain dan meningkatkan risiko cedera.

Karena itu, jangan memaksakan diri melanjutkan jalan kaki ketika rasa sakit semakin kuat atau tidak kunjung membaik.

2. Kapalan dan Lecet

Kapalan dan lecet/ Foto: Magnific.com/drazen zigic

Meta desc: Kapalan dan lecet bisa menjadi tanda kaki menerima terlalu banyak gesekan selama berjalan. Jika keluhan terus berulang, periksa kembali ukuran sepatu, kaus kaki, hingga cara berjalan yang digunakan.

Kapalan dan lecet memang cukup umum terjadi, terutama ketika kamu baru meningkatkan aktivitas berjalan. Gesekan berulang antara kulit, kaus kaki, dan bagian dalam sepatu turut dapat memperparah kondisi dan membuat kulit menjadi kemerahan, perih, hingga membentuk lepuhan.

Namun, jika kapalan atau lecet muncul berulang kali meski sudah terbiasa berjalan, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Bisa jadi alas kaki kurang sesuai atau pola berjalan memberikan tekanan berlebihan pada bagian tertentu dari kaki. Memberikan waktu istirahat, memilih sepatu yang nyaman, serta tidak memaksakan berjalan ketika luka belum pulih dapat membantu mencegah masalah semakin parah.

3. Kelelahan yang Terus Berlanjut

Kelelahan/ Foto: Magnific.com/stockking

Jalan kaki seharusnya membuat tubuh lebih aktif, bukan terus-menerus terasa terkuras. Jika kamu semakin sering merasa lelah setelah berjalan, performa menurun, atau tubuh terasa berat bahkan pada kecepatan yang biasanya mudah dilakukan, bisa jadi durasi dan intensitas aktivitas perlu dikurangi sementara.

Sesak napas yang tidak biasa atau kesulitan berbicara dengan lancar saat berjalan juga tidak sebaiknya dianggap sekadar tanda kurang olahraga. Hentikan aktivitas jika muncul keluhan tersebut dan, terutama bila gejalanya berat atau berulang, pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut.

4. Pembengkakan pada Kaki

Pembengkakan/ Foto: Magnific.com/drazen zigic

Beauties, setelah berjalan dalam waktu lama, kaki memang dapat terasa lelah atau sedikit berat. Namun, pembengkakan yang disertai rasa nyeri, otot terasa sangat tegang, atau kemampuan bergerak yang menurun merupakan sinyal bahwa tubuh mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih.

Jika kondisi tersebut terus muncul setiap kali kamu meningkatkan jarak berjalan, jangan buru-buru mengejar target langkah yang lebih tinggi. Kurangi intensitas atau durasi terlebih dahulu dan berikan tubuh kesempatan untuk beristirahat. Pembengkakan yang menetap, berat, atau disertai gejala lain juga sebaiknya diperiksa karena tidak selalu disebabkan oleh aktivitas berjalan semata. 

5. Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati/ Foto: Magnific.com/stockking

Berjalan kaki juga sering dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan mental, Beauties. Namun, ketika kamu terlalu fokus mengejar jarak atau jumlah langkah, aktivitas yang seharusnya menyenangkan dapat berubah menjadi tekanan. Tubuh yang terus-menerus lelah juga dapat memicu perasaan lebih mudah frustrasi, sensitif, atau kehilangan motivasi.

Jika kamu mulai merasa cemas ketika tidak mencapai target langkah tertentu atau terus memaksakan diri meski tubuh membutuhkan istirahat, coba evaluasi kembali tujuanmu berjalan kaki. Olahraga seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bukan sesuatu yang membuat tubuh dan pikiran terus berada dalam kondisi tertekan.

Berapa Jalan Kaki Ideal per Hari?

Jalan kaki/ Foto: Magnific.com/pressphoto

Sebenarnya, tidak ada satu angka tetap yang wajib dicapai semua orang setiap hari. Namun, sebagai patokan, orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, seperti dikutip dari GoodRx. Artinya, aktivitas seperti jalan kaki dengan intensitas sedang dapat dilakukan sekitar 25–30 menit selama beberapa hari dalam seminggu.

Target 10.000 langkah per hari memang populer, tetapi bukan angka wajib untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 7.000 langkah sehari sudah berkaitan dengan manfaat kesehatan yang signifikan, sementara tambahan manfaat dari mencapai 10.000 langkah atau lebih tidak selalu besar. Kebutuhan setiap orang juga dapat berbeda berdasarkan usia, kondisi kesehatan, kebugaran, serta aktivitas sehari-hari.

Bagi pemula, tidak perlu langsung mengejar ribuan langkah. Kamu bisa memulai sekitar 15 menit berjalan dengan kecepatan sedang, kemudian menambah durasinya secara bertahap beberapa menit setiap minggu. 

Ingat bahwa lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik, kuncinya adalah menemukan durasi yang sesuai dengan kemampuan tubuh dan menjadikannya kebiasaan yang bisa dilakukan dalam jangka panjang. 

Jadi, alih-alih terpaku pada angka tertentu, lebih baik fokus meningkatkan aktivitas secara perlahan dan konsisten. Jangan lupa dengarkan respons tubuh, berikan waktu istirahat ketika diperlukan, dan tingkatkan kecepatan, jarak, atau frekuensi secara bertahap.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE