5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Teh, serta Bahayanya!

Hanny A | Beautynesia
Jumat, 29 May 2026 07:15 WIB
1. Makanan Penambah Darah (Sayuran Hijau, Hati Ayam, Daging Merah, Tempe, Kacang Merah)
Hati ayam / Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Teh adalah minuman paling akrab dalam keseharian orang Indonesia. Kerap diminum dalam wujud secangkir teh hangat di pagi hari pengganti kopi, es teh di warteg, sampai matcha latte kekinian. Tak jarang konsumsinya bahkan bisa sesering minum air untuk melepas dahaga, termasuk saat atau setelah makan.

Masalahnya, teh kaya akan senyawa aktif seperti tanin, katekin, dan kafein yang bisa berinteraksi dengan nutrisi dalam makanan tertentu. Dampaknya, entah manfaat tehnya yang hilang, manfaat makanannya tidak bisa diserap baik oleh tubuh, sampai bisa memperberat kerja organ tubuh dan menimbulkan masalah baru.

Untuk beberapa kalangan, kombinasi sepele antara teh dengan bahan tertentu bahkan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius jika dilakukan berkepanjangan secara tidak sadar. Sebelum terlambat, catat bahan makanan berikut saat ingin mengonsumsinya bersama teh.

1. Makanan Penambah Darah (Sayuran Hijau, Hati Ayam, Daging Merah, Tempe, Kacang Merah)

Hati ayam / Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Bagi yang sedang berusaha menaikkan hemoglobin lewat diet tinggi zat besi, kebiasaan minum teh manis di sela makan bisa membuat usaha tersebut sia-sia. Studi dari The Journal of Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi teh dapat menghambat penyerapan zat besi sampai lebih dari 85% baik pada perempuan dengan kondisi anemia maupun yang tidak.

Teh mengandung senyawa bernama tanin dan polifenol yang sifatnya mengikat zat besi sebelum sempat diserap usus. Akibatnya, zat besi tidak dapat bekerja maksimal dalam mengatasi anemia dan memperlambat proses pemulihan meski pola makan sudah benar.

Penting untuk diingat bahwa teh lebih kuat menghambat penyerapan zat besi non-heme (sumber nabati) dibanding zat besi heme (sumber hewani). Alasannya karena struktur zat besi hewani memang lebih mudah diserap oleh tubuh.

Solusinya, konsumsi teh minimal 1 jam sebelum atau sesudah makan makanan tinggi zat besi, atau prioritaskan konsumsi sumber zat besi hewani kalau tetap ingin menghadirkan teh sebagai teman makan.

2. Makanan Pedas (Sambal, Seblak, Ayam Geprek)

Sambal / Foto: Magnific.com/KamranAydinov

Makan dengan sambal melimpah atau seblak kuah level 5 plus es teh manis memang nampak sempurna. Tapi kombinasi ini adalah kabar buruk untuk kenyamanan perutmu.

Makanan pedas dari cabai mengandung capsaicin yang sudah lama diketahui bersifat iritatif pada dinding lambung. Jika bertemu dengan kafein dan tanin dalam teh, efeknya akan berlipat ganda. Kafein dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebih. Sementara itu, tanin dapat mengiritasi dinding lambung serta meningkatkan produksi asam lambung sehingga bisa memperparah peradangan pada lambung.

Bagi penderita maag atau GERD, kombinasi ini sering kali menjadi pemicu utama sensasi terbakar (heartburn) dan nyeri ulu hati. Tak hanya harus dikurangi, konsumsi teh dan makanan pedas perlu benar-benar dihindari bagi pemilik masalah lambung ini.

Alih-alih teh, pilihlah susu dingin atau air putih sebagai alternatif lebih aman. Kandungan protein (kasein) dalam susu justru efektif membantu menetralkan capsaicin dan menenangkan lambung setelah menyantap makanan pedas.

3. Produk Susu Sapi

Matcha latte / Foto: Magnific.com/freepik

Nah, inilah yang mengejutkan dan mungkin akan terasa seperti serangan terhadap para pecinta matcha. Matcha latte, termasuk teh tarik atau sekadar teh susu hangat, adalah hasil mencampur teh dengan susu. Dan secara ilmiah, campuran ini bisa bermasalah.

Ketika susu dicampurkan ke dalam teh, lemak dalam susu akan berikatan dengan katekin, jenis antioksidan terkuat dan paling banyak terkandung pada daun teh. Ikatan ini nantinya membentuk struktur yang menjebak katekin sehingga tubuh tidak bisa menyerapnya secara efisien.

Dr. William Li, seorang ilmuwan dan penulis buku best seller Eat to Beat Disease, menyebutkan bahwa menambahkan susu sapi ke dalam teh dapat mengurangi bioavailabilitas katekinnya. Dari rasa memang enak, tapi manfaat utamanya sebagian besar tidak terserap.

Sebagai catatan, kombinasi teh atau matcha dan susu ini tidak berbahaya, hanya mengurangi manfaat tehnya. Kalau tujuanmu minum teh adalah untuk mendapat manfaat katekinnya, pilih varian tanpa susu sapi atau gunakan oat milk atau sebagai alternatif yang lebih kompatibel.

4. Makanan Tinggi Oksalat (Bayam, Cokelat, Kacang Tanah, Bit)

Bayam / Foto: Magnific.com/rawpixel.com

Oksalat adalah senyawa alami dalam tumbuhan yang dalam kondisi tertentu bisa mengkristal di ginjal. Teh, terutama teh hitam, secara alami mengandung oksalat dan diketahui meningkatkan ekskresi oksalat melalui urine. Artinya, lebih banyak oksalat dikirim ke ginjal untuk dibuang.

Kalau bersamaan dengan itu kamu juga makan makanan tinggi oksalat seperti bayam atau cokelat, beban kerja ginjal jadi makin berat. Selain itu, oksalat yang berlebih akan berikatan dengan kalsium dan membentuk kristal kalsium oksalat. Senyawa inilah yang menjadi penyebab paling umum dari batu ginjal, yang dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada penurunan fungsi ginjal.

Sebaiknya, hindari konsumsi kombinasi ini secara bersamaan, ganti atau perbanyak minum air putih, dan masak sayuran tinggi oksalat seperti bayam hingga benar-benar matang karena panas dapat mengurangi kadar oksalatnya.

5. Makanan Asam (Jeruk, Jus Buah, Acar)

Jeruk / Foto: Pexels.com/Cup of Couple

Teh sudah bersifat sedikit asam dan mengandung tanin yang iritatif pada lapisan lambung. Kalau dikombinasikan dengan makanan dengan kadar asam tinggi, keduanya bisa saling memperkuat efek iritasinya. Situasi ini masih bisa diperparah oleh kandungan kafein dalam teh yang bisa merangsang produksi asam lambung secara berlebih.

Akibatnya, muncul keluhan seperti heartburn, mual, hingga rasa tidak nyaman di perut, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat gangguan pencernaan sekalipun.

Secara umum, teh adalah minuman kaya manfaat bagi kesehatan. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada bagaimana dan kapan kita mengonsumsinya. Seperti yang telah dibahas, kombinasi dengan bahan tertentu dan dikonsumsi di waktu yang salah justru bisa menghambat penyerapan nutrisi hingga memicu masalah pencernaan.

Jika tubuhmu mulai mengirimkan sinyal tidak nyaman setelah mengonsumsi kombinasi di atas, saatnya mengatur ulang pola konsumsimu. Bila keluhan berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE