STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

5 Mitos Seputar Lari yang Masih Banyak Beredar, Salah Satunya Bisa Menurunkan Berat Badan!

Retno Anggraini | Beautynesia
Minggu, 20 Nov 2022 09:30 WIB
5 Mitos Seputar Lari yang Masih Banyak Beredar, Salah Satunya Bisa Menurunkan Berat Badan!

Menurut data resmi, sekitar 621 juta orang memilih berlari sebagai hobi atau olahraga favorit, di mana informasi ini menunjukkan betapa orang-orang sangat peduli dengan aktivitas fisik mereka. Beberapa orang juga mungkin tertarik dengan lari maraton dan balapan lari lainnya, serta melakukan banyak persiapan untuk bisa mengikuti perlombaan ini.

Namun faktanya, ada beberapa mitos soal lari yang beredar luas yang masih sering dianggap benar adanya. Dilansir dari Bright Side, berikut adalah penjelasan 5 mitos seputar lari yang wajib diketahui banyak orang agar menghindari kesalahpahaman.

Berlari Membantu Penurunan Berat Badan

Mitos seputar lari yang sering jadi salah paham banyak orang
Mitos seputar lari/Foto: Freepik.com/standret

Banyak orang beranggapan bahwa berlari menjadi salah satu metode dalam penurunan berat badan. Terlepas dari apa yang dipikirkan banyak orang, berlari bukan latihan terbaik ketika tujuan utama kamu adalah menurunkan berat badan. Ini dikarenakan adanya gambaran yang salah tentang jumlah kalori yang terbakar saat berlari.

Justru setelah berlari, orang akan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori sehingga kembali mendapatkan kalori yang sama yang sebelumnya sudah dibakar. Jika tujuan kamu adalah menurunkan berat badan, kamu harus fokus pada latihan intensitas tinggi seperti bersepeda dan latihan kekuatan. Meski begitu, berlari adalah cara terbaik untuk memperkuat jantung dan meningkatkan mood, serta meningkatkan kualitas tidur.

Meningkatkan Kecepatan untuk Berlari Lebih Cepat

Mitos seputar lari yang sering jadi salah paham banyak orang
Mitos lari/Foto: Freepik.com

Beberapa orang berpikir bahwa kamu harus meningkatkan kecepatan setiap kali kamu berlari agar dapat berlari dengan kecepatan yang tinggi dan bisa menjadi pelari. Namun, meningkatkan kecepatan saat berlari secara signifikan dapat berbahaya karena dapat menyebabkan cedera.

Berlari lebih cepat dari batas kemampuan bisa membuat tubuh menjadi stres dalam mempertahankan level tertinggi itu. Lebih baik, kamu bisa meningkatkan kecepatan berlari kamu sejauh beberapa mil lalu menurunkan kecepatannya. Ini akan membantu kamu meningkatkan stamina, apalagi jika kamu mengikuti balapan.

Berlari Bisa Menimbulkan Cedera Lutut

Mitos seputar lari yang sering jadi salah paham banyak orang
Mitos lari/Foto: Freepik.com/onlyyouqj

Faktanya lutut dapat memperoleh manfaat dari berlari dan bisa menjadi lebih kuat dalam jangka panjang. Banyak penelitian membuktikan bahwa orang yang berlari sepanjang hidup mereka cenderung memiliki lutut yang lebih kuat daripada mereka yang tidak pernah melakukan aktivitas ini. Tidak hanya itu, penelitian lain menyebutkan bahwa pelari maraton memiliki risiko osteoartritis lutut lebih rendah dibandingkan pejalan kaki.

Justru semakin sering berlari, lutut akan semakin kuat dalam beradaptasi. Karena lutut tidak menekuk dan memutar banyak dalam berlari, ini bisa dianggap sebagai latihan yang cukup aman. Sedangkan cedera yang sering timbul saat berlari disebabkan oleh ketidakseimbangan otot, bukan masalah lutut.

Berat Badan Menghambat Aktivitas Berlari

Mitos seputar lari yang sering jadi salah paham banyak orang
Mitos lari/Foto: Freepik.com/dikushin

Sementara orang yang memiliki berat badan ideal bisa berlari lebih cepat, tidak berarti bahwa orang dengan kelebihan berat badan tidak bisa berlari dengan efisien. Berat badan sendiri tidak menjadi faktor penentu terhambatnya aktivitas berlari, karena kecepatan berlari individu yang memiliki berat badan ideal juga bisa berkurang karena kurangnya massa otot.

Itu sebabnya orang yang memiliki berat badan berlebih dengan persentase massa otot yang baik bisa lebih cepat berlari dari orang yang lebih kurus. Juga, persentase lemak dalam tubuh memainkan peran besar dalam kinerja tubuh secara keseluruhan. Perlu diingat bahwa orang yang memiliki berat badan berlebih bukan karena memiliki lemak yang berlebih, bisa jadi massa otot yang dimiliki lebih tinggi.

Joging Berbeda dengan Berlari

Mitos seputar lari yang sering jadi salah paham banyak orang
Mitos lari/Foto: Freepik.com/ake1150sb

Joging tetap dianggap berlari. Justru ketika kamu menyelipkan joging dalam aktivitas berlari kamu, dapat membantu persendian kamu beristirahat sejenak. Tidak hanya itu, kamu juga dapat membangun daya tahan dengan melakukan joging atau sprint yang kemudian dilanjutkan dengan walking break.

Bagi mereka yang berlari pada tingkat yang lebih tinggi, joging adalah ide yang sempurna untuk mempercepat pemulihan. Sedangkan bagi mereka yang tidak akrab dengan konsep berlari secara keseluruhan, mereka dapat memulainya dengan joging dan meningkatkan kecepatan secara perlahan-lahan.

Itulah beberapa mitos seputar berlari yang masih sering jadi salah paham di antara banyak orang. Bagaimanapun, berlari adalah olahraga minim biaya yang memiliki segudang manfaat. Apakah berlari menjadi olahraga favorit kamu juga, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE