Batasi Konsumsi 4 Makanan Ini, Ternyata Bisa Memicu Perut Makin Buncit!
Perut buncit selalu menjadi momok bagi sebagian orang, terkhusus kaum perempuan. Segala diet pun dilakukan demi menghempaskan lemak dalam perut. Salah satu penyebab perut buncit, tidak lain dan tidak bukan karena gaya hidup.
Tanpa disadari, kita sering mengonsumsi makanan yang mampu menaikkan berat badan dan bikin perut makin buncit. Pertanyaannya sekarang, makanan yang menyebabkan perut buncit itu, apa saja sih?
Supaya nggak makin penasaran, berikut 4 makanan yang bisa memicu perut buncit. Apa saja, simak!
1. Minyak kelapa dalam jumlah lebih
Menambahkan minyak kelapa seperti VCO pada nasi mampu menambah kadar kalori dalam nasi/foto: pexels.com/towfiqu barbhuiya
Beberapa sumber mengatakan bahwa minyak kelapa memiliki peran dalam menurunkan berat badan lantaran mampu mengurangi nafsu makan.
Meski demikian, dalam makanan dan minyak berlemak tinggi juga mengandung tinggi kalori. Dalam satu sendok makan (13,6 gram) minyak kelapa terkandung sekitar 121 kalori, mengutip Medical News Today.
Salah satu alasan mengapa berat badan naik adalah jumlah kalori yang dikonsumsi tidak sebanding dengan energi yang dilepaskan.
Dokter Rizal melalui postingan Instagramnya @rizalnutritionist mengatakan, kebiasaan mencampurkan minyak kelapa seperti virgin coconut oil pada saat memasak nasi akan meningkatkan kadar kalori nasi.
Jadi, jika kebiasaan tersebut terus-menerus dilakukan, bukan tidak mungkin kalau berat badan Beauties akan mengalami kenaikan. Apalagi jika Beauties terlalu banyak mengonsumsi minyak kelapa.
2. Yogurt manis
Saat menjalani diet, hindari yogurt yang dimaniskan dengan gula atau madu/foto: freepik.com/pikisuperstar
Saat ini banyak sekali produk yogurt yang dipasarkan di masyarakat. Sebagai pejuang diet, Beauties perlu menghindari yogurt yang dimaniskan dengan gula atau madu. Yogurt yang tertera ‘bebas lemak’, kemungkinan besar mengandung tambahan gula.
Terus solusinya kalau mau konsumsi yogurt saat program diet? Pilih yogurt Yunani. Yogurt Yunani atau greek yogurt merupakan produk olahan susu yang kaya akan protein. Yogurt ini diolah melalui proses penyaringan untuk menghilangkan kandungan protein whey.
Pastikan greek yogurt yang Beauties beli tanpa tambahan gula. Sebagai tambahan rasa, bisa taburkan buah berry segar di atasnya.
3. Roti putih
Roti putih mengandung indeks glikemik yang tinggi/foto: freepik.com/freepik
Mengutip Healthline, roti putih mengandung indeks glikemik yang tinggi dan memiliki keterkaitan dengan kelebihan berat badan dan obesitas.
Artikel yang diterbitkan oleh BMC Public Health (2014) mengungkapkan, mengonsumsi dua potong (120 gram) roti putih per hari dikaitkan dengan risiko 40 persen lebih besar mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Sebagai gantinya, Beauties bisa mengonsumsi roti yehezkiel. Menurut Jana Mowrer, seorang ahli gizi dan diabetes, roti yehezkiel menjadi salah satu roti paling sehat lantaran memiliki sedikit rasa, banyak serat, dan tinggi protein.
4. Olahan ayam yang salah
Konsumsi olahan daging ayam yang salah dapat menambah berat badan/foto: freepik.com/racool_studio
Siapa yang suka makan-makanan olahan ayam. Entah daging atau telurnya? Secara umum, daging ayam mengandung tinggi protein. Namun, Beauties perlu memahami bagaimana proses pengolahannya.
Mengonsumsi olahan ayam yang salah bisa mengakibatkan penambahan berat badan. Kok bisa? Terdapat proses pengolahan yang bisa meningkatkan kandungan garam, pengawet, lemak, dan gula. Semua kandungan itu akan berakibat pada penambahan asupan kalori secara menyeluruh.
Salah satu proses pengolahan yang mampu meningkatkan kandungan lemak adalah menggoreng. Sebaliknya, jika ingin mendapatkan olahan ayam yang rendah lemak, masaklah dengan cara dipanggang.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!Â