Benarkah Kolang-Kaling Mengandung Kolagen? Ini Faktanya!

Hanny A | Beautynesia
Jumat, 22 May 2026 18:30 WIB
Mengapa Kolang-Kaling Kerap Diidentikkan dengan Kolagen?
Kolang-kaling/Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto

Siapa sih yang tidak kenal dengan si kenyal, licin, dan segarnya kolang-kaling? Buah yang kerap dijumpai dalam es campur, campuran kolak, hingga manisan warna-warni ini selalu sukses memanjakan lidah. Selain teksturnya yang memikat dan rasanya yang ringan, buah yang berasal dari tanaman aren (Arenga pinnata) ini juga lama dikenal menyimpan banyak nutrisi yang baik untuk tubuh.

Namun belakangan ini, popularitas kolang-kaling bergeser ke ranah dunia kecantikan. Tak sedikit orang yang meyakini kolang-kaling kaya akan kolagen yang ampuh menjaga kulit tetap kencang dan awet muda.

Pertanyaannya, bagaimana status kebenaran klaim ini dari sudut pandang ilmiah? Agar tidak salah kaprah dalam meyakini info gizi yang beredar, mari kita bedah bersama fakta di balik isu kolagen pada kolang-kaling!

Mengapa Kolang-Kaling Kerap Diidentikkan dengan Kolagen?

Sejumlah pedagang kolang-kaling menunggu pembeli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pada Ramadan tahun ini, sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kolang-kaling/Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto

Untuk memahami asal mula asumsi ini, kita perlu mengetahui apa itu kolagen terlebih dahulu. Kolagen adalah nama umum untuk sekelompok protein yang berbentuk seperti tali, terdiri dari tiga untai benang yang melilit. Protein ini melimpah pada jaringan tubuh manusia dan hewan, terutama pada area kulit, otot, tendon, serta tulang rawan sendi. 

Beberapa manfaat kolagen adalah memberikan struktur dan kekuatan pada otot dan tulang, melindungi organ-organ tubuh dari kerusakan, mengganti sel-sel kulit mati, hingga melenturkan kulit agar tampak lebih kencang dan awet muda.

Sifat asli kolagen sangat beragam tergantung lokasinya. Salah satu sifat fisik kolagen yang paling mudah dikenali adalah karakternya yang lentur, kenyal, dan membal seperti gelatin. Faktanya, gelatin sendiri memang berasal dari kolagen yang mengalami denaturasi sebagaimana yang dijelaskan dalam Polymer Science: A Comprehensive Reference

Sifat fisik dari kolagen inilah yang sangat mirip dengan tekstur daging buah kolang-kaling. Akibat kemiripan tekstur yang kasat mata tersebut, muncul asumsi publik bahwa sensasi kenyal saat mengunyah kolang-kaling berasal dari kandungan kolagen di dalamnya.

Apakah Kenyalnya Kolang-Kaling Berasal dari Kolagen?

Kolang-kaling merupakan bahan makanan yang dapat diolah menjadi menu takjil. Saat Ramadan, kolang-kaling pun laris manis diserbu pembeli. Seperti terlihat di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Senin (11/3/2024).

Kolang-kaling/Foto: Pradita Utama

Tidak. Kolang-kaling merupakan bahan pangan nabati (tumbuhan) yang secara biologis tidak memiliki kandungan kolagen sama sekali. Kolang-kaling juga tidak bisa disebut “kolagen nabati”, karena kolagen adalah protein struktural kompleks yang eksklusif hanya diproduksi oleh tubuh makhluk hidup berbasis hewani. 

Namun, jangan berkecil hati dulu. Meski tidak terdapat kolagen, kolang-kaling memiliki kandungan lain yang memberikan manfaat serupa, sekaligus bertindak sebagai booster alami yang membantu tubuh memproduksi kolagen secara mandiri.

Kandungan Kolang-Kaling yang Mirip Kolagen

Sejumlah pedagang kolang-kaling menunggu pembeli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Pada Ramadan tahun ini, sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kolang-kaling/Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto

Secara umum, kolang-kaling mengandung beragam nutrisi seperti air, karbohidrat, lemak, serat kasar, serta beberapa vitamin dan mineral. Selain kandungan tersebut, ada tiga kandungan ini yang manfaatnya menyerupai kolagen dan fungsinya dapat mendukung produksi kolagen secara alami.

1. Galaktomanan: Kekenyalan unik pada kolang-kaling sejatinya berasal dari galaktomanan, jenis polisakarida (serat larut air) yang melimpah pada biji tanaman aren. Uji klinis yang dipublikasikan oleh Pharmacognosy Research menunjukkan bahwa galaktomanan memiliki karakteristik fisik menyerupai lapisan transparan berwarna putih buram dan bertekstur seperti plastik. Melihat dari deskripsinya, karakteristik galaktomanan sangat mirip dengan visual gelatin dari kolagen. Tak hanya mirip di tekstur, galaktomanan juga mempunyai khasiat anti-penuaan, sebagaimana halnya kolagen, tapi spesifik akibat paparan sinar matahari.

2. Antioksidan: Berdasarkan studi ilmiah yang dirilis oleh Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science, kolang-kaling murni mengandung antioksidan vitamin C. Dalam sistem metabolisme manusia, vitamin C bertindak sebagai kofaktor dalam proses sintesis kolagen tubuh secara alami.

3. Protein: Laporan dari BIO Web of Conferences mengonfirmasi bahwa buah kolang-kaling mengandung protein dalam fraksi kecil. Protein juga jadi salah satu komponen pendukung produksi kolagen bersama vitamin C dan mineral lain.

Dugaan mengenai kolang-kaling yang mengandung kolagen murni kini telah terjawab. Kolang-kaling sama sekali tidak mengandung kolagen hewani, melainkan mengandung galaktomanan yang sifatnya agak mirip kolagen. Walau begitu, kolang-kaling terbukti tetap kaya manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan kecantikan kulit kamu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE