sign up SIGN UP

Berkaca dari Kasus Johnny Depp, Ini 4 Fakta tentang Pria Sebagai Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Sabtu, 18 Jun 2022 18:30 WIB
Berkaca dari Kasus Johnny Depp, Ini 4 Fakta tentang Pria Sebagai Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga
caption

Kemenangan akhirnya menghampiri Johhny Depp dalam gugatan kasus pencemaran nama baik oleh mantan istrinya, Amber Heard. Dalam pengakuannya, Depp juga mengutarakan bahwa dirinya telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik ataupun verbal dari mantan istrinya tersebut.

Adanya kasus Depp sekaligus menjadi sebuah bukti bahwa kekerasan tidak hanya terjadi pada perempuan namun juga pria. Kemungkinan, masih banyak pria lain yang menderita kekerasan fisik serta psikologis yang sayangnya harus tertutupi karena status dan alasan lainnya. 

Lebih jelasnya, berikut Beautynesia telah merangkum sejumlah fakta mengenai pria sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga.

1 dari 3 Pria Pernah Mengalami Kekerasan 

Tidak kalah banyak dari perempuan, angka kasus kekerasan dalam rumah tangga pada pria mencapai presentasi yang tinggi.
Angka kasus kekerasan para pria tinggi/Foto:Freepik.com/F8studio


Laporan kasus kekerasan pada pria juga menginjak pada angka yang cukup tinggi khususnya pada jenjang usia 25 tahun. 

Sebuah survey dari laman CDC mengungkap sekitar hampir 56% atau sekitar 1 dari 3 pria mengalami kekerasan dari pasangan. Tidak hanya fisik, 41% lainnya mengalami kekerasan emosional, karena pasangan yang terlalu mengatur kehidupan pribadi mereka. 

Bentuk Kekerasan yang Beragam 

Tidak hanya fisik, kekerasan dalam rumah tangga juga menyerang emosional, psikologis hingga financial.
Kekerasan dapat menyerang fisik juga emosional/Foto:Freepik.com/Tonodiaz


Berbicara tentang kekerasan tidak melulu berbentuk fisik. Tindak kekerasan lain seperti emosional juga financial juga dapat dialami oleh siapapun termasuk pria oleh pasangannya. 

Dalam kasus rumah tangga, rupanya pria juga seringkali mengalami kontrol berlebihan hingga manipulasi perasaan, yakni ketika dirinya terpaksa rela melakukan segala hal karena pasangannya menggunakan anak sebagai ancaman. 

Sulitnya Korban untuk Menyadari Kekerasan yang Terjadi 

Sekalipun merasa tidak nyaman, pria sebagai korban cenderung sulit untuk menyadari kekerasan yang sedang dialaminya.
Berbagai alasan membuat pria sulit menyadari kekerasan yang ada/Foto:Freepik.com/DCstudio


Tuntutan status gender, yakni pria kerap sebagai pihak yang selalu kuat seringkali membuat pria terus menormalisasikan adanya perasaan tidak nyaman, yang berujung pada ketidakmampuan korban dalam menyadari kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya. 

Seperti yang dilansir dari laman Mayo Clinic, ketakutan akan diremehkan membuat sebagian pria merasa malu untuk membicarakan kekerasan sehingga memilih untuk memaklumi apapun yang dilakukan pasangan.

Dampak Berbahaya Berkelanjutan 

Korban kekerasan dalam rumah tangga akan dihantui oleh trauma dan dampak berkelanjutan yang mengerikan.
Meninggalkan dampak yang sangat berbahaya/Foto:Freepik.com/Yanalya


Sama seperti kasus kekerasan lainnya, pria yang mengalami tindakan pelecehan dalam rumah tangga, berisiko menderita trauma psikologis yang signifikan. Beberapa gangguan di antaranya kecemasan, depresi hingga penurunan harga diri.

Dalam kondisi parahnya, dampak tersebut dapat berubah menjadi keinginan untuk menyakiti diri sendiri bahkan mengakhiri hidup, ini sejalan dengan penelitian dalam jurnal American Psychological Association

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id