STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Cara Belajar Memahami, Merangkul, dan Mengatasi Rasa Marah yang Muncul, Coba Demi Kebaikan Dirimu, yuk!

Debby Diah Ekawati Erawan | Beautynesia
Rabu, 09 Nov 2022 15:00 WIB
Cara Belajar Memahami, Merangkul, dan Mengatasi Rasa Marah yang Muncul, Coba Demi Kebaikan Dirimu, yuk!

Rasa marah kadang muncul dengan tiba-tiba, dan sebenarnya memang banyak alasan yang bisa menjadi pemicunya. Menurut Psychology Today penyebabnya bisa dikarenakan adanya peristiwa pemicu dan cara kita menanggapi atau menilai situasi.

Agar rasa marah itu tidak terus menjadi energi negatif untuk kita, yuk, belajar memahami, merangkul, dan mengatasi rasa marah!

Memahami Rasa Marah

Pahami rasa marah yang dirasakan/Foto: Freepik/cookie_studio
Pahami rasa marah yang dirasakan/Foto: Freepik/cookie_studio

Dikutip dari Very Well Mind, rasa marah adalah perasaan yang sulit untuk dialami dan diungkapkan. Rasa marah mungkin juga menjadi pertanda bahwa adanya pemicu, perasaan, atau rasa frustrasi yang perlu kita uraikan. Munculnya pertanda-pertanda itu mungkin juga menandakan bahwa kita memerlukan keterampilan mengatasi berbagai hal dengan cara yang berbeda, misalnnya memahami bagaimana cara kita mengelola, mengurangi, dan mengekspresikan kemarahan secara lebih efektif.

Rasa marah juga sering kali merupakan respons terhadap peristiwa stres atau ancaman yang memicu respons tubuh untuk melawan atau menghindar. Area sekitar otak yang dikenal sebagai amigdala merangsang bagian hipotalamus yang memicu pelepasan hormon yang mempersiapkan tubuh untuk mencari tempat aman atau bertahan menghadapi ancaman.

Merangkul Rasa Marah

Rangkul amarahmu/Foto: Freepik/wayhomestudio
Rangkul amarahmu/Foto: Freepik/wayhomestudio

Mengutip dari Mindful, Soraya Chemaly dalam bukunya, Rage Becomes Her: The Powe of Women’s Anger, ia mengatakan, “Perempuan harus merasa marah tentang kekerasan dan ketakutan yang begitu banyak terjadi di kehidupan kita. Kemarahan adalah emosi yang paling melindungi kita dari bahaya dan ketidakadilan. Memahaminya dan belajar bagaimana cara menanggapi ancaman seperti ini memungkinkan perempuan beralih dari kepasifan, ketakutan, keterlibatan, dan perubahan.”

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE