sign up SIGN UP

Jadi Pengganti Gula, Benarkah Stevia Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli

Diny Tiara Putri | Beautynesia
Minggu, 31 Jul 2022 14:30 WIB
Jadi Pengganti Gula, Benarkah Stevia Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi stevia/Foto: Getty Images/iStockphoto/HandmadePictures

Beauties, apakah kamu pernah mendengar tentang pemanis stevia? Jika kamu pernah mendengarnya dan melihatnya, tentu kamu tak asing lagi jika melihat kerabatmu yang sedang diet mengurangi gula, namun mereka menggantinya dengan stevia.

Pemanis stevia cukup terkenal di kalangan orang diet, terutama mereka yang memang harus mengurangi gula, namun tak bisa meninggalkan santapan manis begitu saja. Melansir dari Healthline, stevia dikatakan sebagai pengganti gula yang lebih sehat karena memiliki 0 kalori serta 300 kali lebih manis dari gula biasa.

Akan tetapi, apakah benar stevia lebih baik dibandingkan gula? Simak penjelasan lebih lengkapnya di sini!

Apa itu Stevia?

Ilustrasi steviaIlustrasi stevia/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Aneta_Gu

Berasal dari tanaman Stevia rebaudiana di Amerika Selatan, pengganti gula ini juga disebut sebagai rebaudioside A, reb-A, atau rebian. Tanaman ini mengandung steviol glikosida yang digunakan sebagai pemanis. Stevia dapat ditemukan dalam minuman, makanan penutup, permen karet, makanan yang dipanggang, permen, yogurt, dan kemasan untuk digunakan dalam minuman, serta juga dapat digunakan saat memanggang di rumah.

Apakah Stevia Aman untuk Kesehatan?

Stevia/ Foto: Freepik.comStevia/ Foto: Freepik.com

Melansir dari Healthline, stevia dianggap sebagai bahan yang diakui aman oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Akan tetapi, ini tidak berlaku untuk daun stevia dan ekstrak stevia mentah, karena tidak memiliki persetujuan FDA untuk digunakan sebagai bahan makanan atau layak konsumsi.

Sebenarnya ada beberapa kekhawatiran awal bahwa stevia dapat meningkatkan risiko kanker atau masalah reproduksi berdasarkan penelitian pada hewan. Kelompok pengawas Center for Science in the Public Interest (CSPI), memimpin tuntutan agar FDA menahan status stevia sebagai bahan yang diakui aman dikonsumsi.

Namun, setelah 10 tahun lebih dipasarkan bahkan dikonsumsi oleh sejumlah orang, stevia akhirnya dikatakan sebagai bahan makanan yang aman menurut standar CSPI, meskipun grup tersebut masih menginginkan lebih banyak pengujian untuk stevia agar memastikan keamanannya lebih jelas.

Manfaat Stevia

Konsumsi gula berlebihan dapat menimbulkan beberapa hal buruk bagi tubuh anak muda/Foto: Freepik.com/v.ivashIlustrasi gula/Foto: Freepik.com/v.ivash

Ahli gizi terdaftar, Leah Kaufman, menjelaskan bahwa stevia tidak menaikkan gula darah. Stevia dapat dikatakan sebagai alternatif gula yang baik dan aman bagi pasien diabetes.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa stevia mungkin bermanfaat melebihi apa yang kamu harapkan dari mengurangi gula. Dalam sebuah studi tahun 2017, para peneliti di salah satu universitas Belgia, menunjukkan bahwa stevia merangsang protein yang penting untuk persepsi rasa dan terlibat dalam pelepasan insulin setelah makan. Hormon insulin diproduksi oleh pankreas untuk mengatur gula darah.

American Diabetes Association dan American Heart Association setuju bahwa stevia dapat bermanfaat bagi penderita diabetes jika mereka menggunakannya dalam jumlah sedang dan tidak mengimbanginya dengan mengonsumsi kalori ekstra di lain waktu.

Namun, meskipun dikatakan sebagai pengganti gula, Kaufman tidak menjamin penurunan berat badan dalam penggunaan stevia. Beberapa ahli juga turut mengatakan jika tak diimbangi oleh hidup yang sehat serta mengontrol jumlah kalori, mengganti gula dengan stevia tak ada gunaya. Maka dari itu lebih baik dalam mengonsumsi stevia, juga turut diselaraskan dengan gaya hidup sehat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id