STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Jarang Disadari, Ini 3 Manfaat Mandi Air Dingin untuk Kesehatan

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Sabtu, 19 Nov 2022 09:30 WIB
Jarang Disadari, Ini 3 Manfaat Mandi Air Dingin untuk Kesehatan
Manfaat mandi air dingin untuk kesehatan/Foto: Freepik.com/user18526052

Terapi air atau hidroterapi telah digunakan sebagai metode penyembuhan selama beberapa waktu lamanya. Menggunakan air dengan berbagai temperatur pada tubuh dapat memberikan manfaat yang luar biasa untuk berbagai sistem organ di dalam tubuh, salah satunya adalah mandi dengan menggunakan air dingin.

Dilansir dari lamanĀ Max Lugavere, mandi pakai air dingin, air es, dan cryotherapy dapat menimbulkan respons stres yang disebut hormesis. Respons adaptif yang ditimbulkan dalam proses ini akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh seperti dalam ulasan berikut ini!

Berpotensi Mengobati Depresi

Ilustrasi mandiIlustrasi mandi/Foto: Pexels/Armin Rimoldi

Mandi denganĀ air dingin memiliki potensi untuk memengaruhi kesehatan mental. Sebuah hipotesis menyatakan bahwa primata, termasuk manusia, mengalami stres fisiologis atau merespons terhadap stresor seperti kondisi lingkungan selama jutaan tahun hingga hari ini.

Terapi air dingin terbukti meningkatkan pelepasan norepinefrin dan meningkatkan kadar endorfin dalam darah. Norepinefrin berperan dalam banyak proses kognitif yang esensial untuk menjaga hubungan sosial. Hal ini penting diperhatikan mengingat disfungsi sosial bisa menjadi faktor terpenting yang memengaruhi kualitas hidup para penderita depresi.

Sementara itu, endorfin telah banyak dikenal sebagai hormon yang membuat seseorang merasa bahagia dan sejahtera. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa paparan dingin selama 3 minggu membuat penurunan gejala depresi dan kecemasan hingga 50 persen pada sekelompok orang.

Mengurangi Nyeri Inflamasi

Terapi air dingin merupakan pengobatan teratas yang perlu kamu pertimbangkan untuk mengatasi nyeri sendi atau nyeri otot yang kamu alami. Hal ini disebabkan oleh kepadatan reseptor dingin pada kulit yang akan memicu impuls listrik di ujung saraf perifer pada otak ketika dirangsang. Proses ini akan menimbulkan efek analgesik atau penghilang rasa sakit.

Ilustrasi mandi (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)
Ilustrasi mandi (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Dalam sebuah penelitian di Finlandia, subjek yang menderita radang sendi menjadi target percobaan dengan menjalani terapi mandi kabut dingin selama 5 hari dengan durasi masing-masing sepanjang 2 menit. Di akhir masa percobaan, subjek yang diteliti melaporkan bahwa terjadi penurunan signifikan pada nyeri yang dirasakannya.

Membantu Membakar Lemak

Manusia memiliki jaringan lemak adiposa coklat (brown fat) dan jaringan lemak adiposa putih (white fat). Jaringan adiposa coklat bersifat termogenik yang artinya menghasilkan panas. Hal ini disebabkan oleh mitokondria yang dimiliki oleh sel adiposa coklat merupakan pusat produksi energi dalam tubuh. Makin banyak sel adiposa coklat yang dimiliki, makin besar pula panas yang dapat dihasilkan oleh tubuh.

Dilansir dari jurnal Biomedik volume 6 Nomor 3 yang dipublikasikan oleh RSU Gunung Maria Tomohon, saat terpapar suhu dingin, reseptor sensoris di kulit akan mengirim impuls ke otak untuk mengatur suhu. Kemudian, saraf simpatis yang mengarah pada membran sel adiposa coklat dan pembuluh darah melepaskan norepinefrin untuk meningkatkan aliran darah.

Ilustrasi mandi (Foto: Pexels/Sarah Chai)
Ilustrasi mandi (Foto: Pexels/Sarah Chai)

Norepinefrin yang terikat pada reseptor sel adiposa coklat akan mengaktifkan enzim lipase dalam sel untuk memecah molekul trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak yang dilepaskan itulah akan meningkatkan metabolisme, kebutuhan oksigen, serta pelepasan panas.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE