sign up SIGN UP

Keliru! Ternyata Bayam Bukan Sayuran Tinggi Zat Besi, Berikut Penjelasan Para Ahli!

Siti Kholifatun Nadiah | Beautynesia
Rabu, 18 May 2022 07:15 WIB
Keliru! Ternyata Bayam Bukan Sayuran Tinggi Zat Besi, Berikut Penjelasan Para Ahli!
caption
Jakarta -

Sayur bayam menjadi salah satu sayuran yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Selain harganya murah dan mudah didapat, bayam juga kaya akan manfaat. Banyak yang mengonsumsi sayur bayam karena mengetahui salah satu kandungannya yang tinggi akan zat besi.

Seperti yang diketahui bahwa zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi sayur bayam bagus untuk mencegah sekaligus mengatasi anemia.

Namun, tahukah kamu, Beauties? Faktanya, selama ini banyak orang yang keliru akan kandungan sayur bayam. Bayam yang selama ini dikenal sebagai sayuran tinggi zat besi nyatanya bukanlah sayuran tinggi zat besi. Lalu, mengapa kekeliruan ini bisa terjadi ya, Beauties? Berikut penjelasan para ahli!

Asal Mula Bayam Disebut Sebagai Sayuran Tinggi Zat Besi

Popeye
Popeye/Foto: Facebook/Popeye

Bukanlah tanpa sebab jika selama ini bayam dikenal sebagai sayuran tinggi zat besi. Semua ini bermula dari stereotip yang ada pada kartun Popeye. Yup, Popeye selalu digambarkan sebagai tokoh yang menjadi kuat setelah mengonsumsi bayam.

"Popeye menjadi sangat populer di kalangan anak-anak pada 1930-an sehingga penjualan bayam melonjak drastis di seluruh AS," tulis Michael Aushenker, seorang penggemar Popeye dan editor The Argonaut pada 2014.

Melansir dari CNBC Indonesia, sayangnya selama ini banyak orang yang keliru. Bayam bukanlah sayuran tinggi zat besi. Kekeliruan ini semakin menjadi ketika petani bayam memuji Popeye dengan peningkatan 33 persen dalam konsumsi bayam AS dan menyelamatkan industri bayam pada 1930-an, hal ini tertulis pada situs resmi Popeye, sebagaimana yang dilansir dari Insider.

Ilustrasi bayam
Ilustrasi bayam/Foto: Pexels/Jacqueline Howell

Bayam tidak mengandung lebih banyak zat besi dibandingkan sayuran berdaun hijau lainnya, seperti kangkung dan kubis brussel. Sebagaimana yang dilansir dari Nutritics, untuk mengklaim bahwa makanan adalah 'sumber' zat besi, porsi 100 gram harus mengandung setidaknya 15 persen dari asupan harian zat besi yang direkomendasikan (14 mg).

Adapun untuk makanan yang digolongkan sebagai zat besi 'tinggi', perlu memiliki dua kali lipat jumlah ini. Kandungan zat besi bayam tinggi  (antara 2.1 dan 2.7mg/100g). Kandungan ini jauh dari 4.2mg/100g yang dibutuhkan untuk menyatakan makanan 'tinggi zat besi'. Jadi, alih-alih bayam disebut sebagai sayuran 'tinggi' zat besi, bayam lebih tepat jika disebut sebagai sayuran 'sumber' zat besi.

Penjelasan Para Ahli

Ilustrasi bayam
Ilustrasi bayam/Foto: Pexels/Yaroslav Shuraev

Melansir dari Insider, menurut Ole Bjørn Rekdal, seorang peneliti yang menganalisis bagaimana mitos bayam menyebar selama beberapa dekade mengatakan, "Sederhananya, bayam sama sekali tidak boleh menjadi pilihan makanan pertama bagi mereka yang menderita kekurangan zat besi."

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa mitos tersebut bermula dari kekeliruan orang-orang yang menganggap bayam merupakan sayuran tinggi zat besi setelah menonton Popeye. Namun, ada fakta yang lebih mengejutkan, yaitu jauh dari sebelum itu ternyata pada tahun 1870, seorang ahli Kimia Jerman bernama Erich von Wolf telah melakukan kesalahan penulisan yang tidak disengaja saat meneliti manfaat gizi bayam.

Ilustrasi bayam
Ilustrasi bayam/Foto: Freepik/Racool_Studio

Wolf secara tidak sengaja meningkatkan tingkat zat besi sayuran menjadi 10 kali lipat dari jumlah sebenarnya: 3,5 gram zat besi tiba-tiba menjadi 35 gram, jumlah zat besi yang sangat tinggi. Seiring berjalannya waktu, para peneliti menyadari adanya kesalahan tersebut dan pada tahun 1937 mereka mencoba memperbaikinya.

Namun sayangnya, sudah didahului oleh Popeye yang debut empat tahun sebelumnya sehingga mitos tersebut mulai menyebar dan menjadikan bayam sebagai sayuran tinggi zat besi. Sampai akhirnya, pada tahun 1981, Terry Hamblin, seorang konsultan hematologi di Rumah Sakit Royal Victoria, mencoba meluruskan tentang kesalahpahaman yang ada agar tidak ada lagi orang yang keliru tentang fakta dari kandungan sayur bayam.

Nah, gimana, Beauties? Sudah tidak keliru lagi ya sekarang?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id