sign up SIGN UP

Mengenal Premenstrual Dysphoric Disorder, Kondisi Sebelum Menstruasi yang Berbeda dengan PMS

Martatillah Nikita Karin | Beautynesia
Rabu, 14 Sep 2022 07:30 WIB
Mengenal Premenstrual Dysphoric Disorder, Kondisi Sebelum Menstruasi yang Berbeda dengan PMS
caption

Pramenstruasi sindrom atau biasa disingkat dengan PMS adalah sebuah kondisi yang muncul sesaat sebelum kamu memasuki fase menstruasi. Kondisi tersebut biasanya menimbulkan beberapa perubahan mulai dari fisik maupun psikis.

Meskipun dinilai lazim, namun ada beberapa tanda yang justru mengarah kepada sebuah gangguan yang bernama premenstrual dysphoric disorder atau disingkat dengan PMDD. PMDD mirip dengan pramentruasi sindrom, namun memiliki gejala emosi yang lebih parah.

Melansir dari Healthline, berikut ini penjelasannya!

Gejala Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Pada penderita PMDD mengalami gangguan emosi yang bert menjelang menstruasi
Sedih/foto: pexels.com/liza-summer

Gejala PMDD mulai muncul dalam 7 hingga 10 hari sejak dimulainya menstruasi, meskipun pada beberapa orang bisa memiliki durasi yang berbeda. PMDD memiliki gejala emosional dan fisik yang mirip dengan PMS. Namun, pada gejala emosi, PMDD terlihat memiliki gejala yang lebih parah. Gejala emosional pada PMDD mencakup:

  • Agitasi atau kegugupan.
  • Amarah yang tinggi dan cenderung meledak.
  • Menangis berlebihan dan tanpa sebab.
  • Merasa di luar kendali.
  • Pelupa dan sulit konsentrasi.
  • Kehilangan minat.
  • Paranoid.
  • Pikiran untuk mengakhiri hidup.

Sedangkan untuk gejala fisik, beberapa gejala sama dengan PMS namun dengan durasi dan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Berikut ini tanda-tandanya:

  • Muncul jerawat.
  • Sakit punggung.
  • Kembung.
  • Pembengkakan dan nyeri pada payudara.
  • Masalah pencernaan (diare, sembelit, mual, muntah).
  • Kram.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kejang otot.

Gejala ini, terutama pada gejala emosional, dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari, seperti menghambat pekerjaan, sekolah, bahkan hubungan. Setelah menstruasi selesai, maka gejala tersebut berangsur menghilang. Kemudian akan muncul kembali saat mendekati fase menstruasi.

Penyebab Premenstrual Dysphoric Disorder

Hati Cancer sangatlah sensitif sehingga dia rentan sakit hati jika mendengar perkataan yang menyakitkan/Foto: freepik.com/ jcompIlustrasi sedih/Foto: Freepik.com/ jcomp/ Foto: Yemima Prasetya Christiana Putri

Masih menjadi penelitian apa yang menjadi penyebab PMDD. Namun, kebanyakan para ahli mempercayai bahwa hal tersebut merupakan respon tubuh terhadap perubahan kadar hormon yang terjadi selama siklus menstruasi.

Sepanjang siklus menstruasi, tubuh akan melewati kenaikan dan penurunan alami tingkat hormon estrogen dan progesteron. Hal ini dapat memberikan efek pada serotonin, yaitu neurotransmiter yang memiliki andil besar dalam mengatur suasana hati. Orang dengan PMDD dianggap memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap fluktuasi hormon ini.

Pada tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan PMDD memiliki perubahan genetik yang membuat sel-sel mereka bereaksi berlebihan terhadap estrogen dan progesteron. Hal ini yang dipercaya oleh ahli sebagai penyebab dari PMDD.

Penanganan untuk PMDD

Terapkan pola hidup sehat dan hindari stres
Meditasi/foto: pexels.com/karolina-grabowska

Meskipun tidak ada pengobatan khusus, beberapa cara di bawah ini dapat membantu gejala agar tetap terkendali. Lakukan ini saat mendekati waktu menstruasi:

  1. Perbanyak olahraga. Tidak harus olahraga yang intens, berjalan kaki selama 30 menit bisa membantumu bergerak lebih aktif sekaligus meningkatkan suasana hati
  2. Kendalikan stres. Meskipun sulit untuk menghindari stres, namun cobalah untuk tetap meminimalisir stres yang kamu alami dengan yoga, meditasi, atau lakukan journaling.
  3. Pilih makanan. Usahakan konsumsi makanan yang mengandung protein tanpa lemak dan karbohidrat kompleks. Konsumsi juga makanan lain seperti ikan, kacang-kacangan, ayam, dan biji-bijian.
Kunjungi profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat
Konseling/foto: pexels.com/shvets-production

Selain pencegahan, kamu juga bisa mengunjungi profesional seperti psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan terapi yang tepat. Jelaskan kepada mereka bahwa kamu mengalami perubahan suasana hati yang sangat berat menjelang menstruasi. Sampaikan juga mengenai gejala-gejala yang muncul, durasi kemunculan, sekaligus pemicunya. Jangan ragu untuk konsultasikan kondisimu ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id