STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Sembuh dari COVID Kok Kecerdasan Agak Menurun? Ini 4 Cara Berdamai dengan Brain Fog

Cica Rahmania | Beautynesia
Jumat, 18 Mar 2022 11:30 WIB
Sembuh dari COVID Kok Kecerdasan Agak Menurun? Ini 4 Cara Berdamai dengan Brain Fog

COVID-19 telah memberi rasa ketidaknyamanan serta kekhawatiran tersendiri bagi pasien yang mengalaminya. Namun, rupanya, kekhawatiran tersebut tidak berhenti sampai COVID-19 sembuh. Beberapa laporan mengatakan bahwa ada penurunan fungsi otak setelah COVID-19 sembuh.S

Secara tidak resmi, kondisi penurunan fungsi otak ini dinamakan dengan brain fog. Dikutip dari Very Well Mind, istilah ini diberikan pada beberapa gejala yang berkaitan dengan pemikiran dan ingatan dengan tingkat keparahan berkisar dari ringan hingga cukup parah.

HL Tips Tidur Nyenyak saat Terinfeksi Covid-19/Foto: Pexels.com/Miriam AlonsoIlustrasi COVID-19. (Foto: Pexels.com/Miriam Alonso)/ Foto: Riswinanti Permatasari

Brain fog yang parah konon sampai menyulitkan penderitanya untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan menurunkan kecerdasan pada akhirnya. Berkaitan dengan brain fog setelah COVID-19, beberapa orang melaporkan tidak dapat berkonsentrasi, fokus, atau berpikir jernih.

Kendati belum ada penelitian khusus mengenai hal ini beserta pemulihannya, tetapi ada baiknya kamu nggak perlu panik, Beauties. Kamu bisa mencoba berdamai perlahan untuk mengatasi hal ini. Bagaimana caranya? Dihimpun dari Very Well Mind, berikut ulasannya.

Identifikasi Masalah

Direktur kesehatan perilaku di Pusat Pemulihan ICU di Universitas Vanderbilt, James C. Jackson, PsyD, mengatakan kepada Verywell, bahwa hal pertama yang perlu dilakukan dokter kepada pasien adalah mencoba memahami dengan tepat apa yang pasien maksud.

Penyebab pelupa dan cara mempertajam ingatan/foto: freepik.com/wayhomestudioIlustrasi brain fog. (foto: freepik.com/wayhomestudio)

Misal pasien satu mengalami gangguan berupa kemampuan untuk memperhatikan. Namun, pasien lain melaporkan masalah dalam menyimpan informasi. Apa pun itu, gejala tersebut dapat dikaitkan dengan kurangnya perhatian atau rentang perhatian yang buruk.

Menurut Jackson, membuat perbedaan itu penting karena jika seorang pasien memiliki masalah ingatan, dokter akan melakukan satu hal, dan jika pasien mengatakan memiliki masalah dengan perhatian, kami akan melakukan hal lain. Ini dua hal yang berbeda.

Latih Otak Kamu

Penurunan fungsi otak kerap dikaitkan dengan menurunnya kecerdasan. Untuk memulihkannya, kamu bisa mengetahui fungsi mana yang mengalami penurunan. Misal pada fungsi kognitif, kamu bisa melakukan pergi ke ahli neuropsikologi atau mungkin ahli patologi bicara untuk melakukan tes kognitif.

Bermain game di rumahIlustrasi main game. (Foto: Freepik.com/Drobotdean)

Kamu juga bisa melatih otak dengan permainan pelatihan otak, program komputer, atau aplikasi smartphone yang dapat digunakan. "Kegiatan pelatihan otak sangat membantu orang dengan aktivitas yang sangat spesifik yang mereka latih," kata Andrew Budson, MD, kepala neurologi kognitif dan perilaku di Sistem Kesehatan Boston Urusan Veteran kepada Very Well.

Ubah Gaya Hidup

Lebih lanjut, Budson menyarankan orang yang mengalami brain fog melakukan gerakan ringan secara teratur, seperti berjalan dengan kecepatan sedang, misalnaya.

Hal ini disarankan karena aktivitas sedang sebenarnya membantu otak memproses informasi lebih baik dan meningkatkan oksigenasi ke otak. Budson juga menyarankan pasien untuk menjalani pola makan Mediterania.

Terima Keadaan dan Mindful

Di Vanderbilt, Tennessee, Amerika Serikat, pasien COVID-19 menggunakan terapi penerimaan dan komitmen untuk mengajarkan mereka berupaya meningkatkan masalah kognitif yang mereka miliki. Menerima keadaan dapat membantu mereka menghadapi tantangan secara psikologis.

Lakukan Meditasi atau YogaIlustrasi meditasi. (Foto : pexels.com/Andrea Piacquadio)

Budson mengatakan bahwa ada juga strategi untuk mengatasi masalah pemikiran atau memori. "Semua jenis alat bantu memori, mulai dari kalender, to do-list, kotak pil, dan aplikasi telepon, semuanya dapat digunakan untuk membantu orang menggunakan bagian otak mereka dan sistem organisasi yang bekerja dengan baik, untuk mengimbangi bagian yang tidak berfungsi,"

Mempraktikkan gaya hidup mindfulness juga dapat membantu orang belajar memperhatikan dengan lebih baik, dan Budson mengatakan bahwa dia sangat percaya bahwa orang dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memperhatikan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE