sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

5 Hal yang Biasa Dilakukan Usai Putus Cinta, Perlukah?

Diyah Wulandini | Senin, 05 Apr 2021 13:00 WIB
5 Hal yang Biasa Dilakukan Usai Putus Cinta, Perlukah?
caption

Membangun sebuah kisah percintaan memang enggak selalu mulus, Ladies. Kamu pasti bakalan dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang bisa menguras tenaga. Enggak jarang juga hubungan berakhir kandas secara mengecewakan.

Ngomongin soal putus cinta, pastinya kamu sudah enggak asing dengan hal-hal di bawah ini yang perlu dilakukan setelah putus cinta. Menyangkut seperti apa fakta yang perlu kamu pahami kebenarannya, yuk simak penjelasan berikut.

Cepat Dapatkan Pengganti

Kamu enggak perlu buru-buru menjalin hubungan baru cuma buat menunjukkan kalau kamu bisa mendapatkan pengganti si mantan dalam waktu singkat.
Pengganti Baru/foto: freepik.com

Mendapatkan pengganti si mantan lebih cepat dipercaya sangat mampu mempertaruhkan harga diri kamu. Eits, yang kaya gini enggak seharusnya kamu percaya. Mendapatkan pengganti dalam kurun waktu singkat bukan jaminan kamu berhasil move on darinya.

Dibanding buru-buru bertemu orang baru, kamu lebih bisa mengeksplor banyak kesempatan yang belum sempat dimiliki ketika menjalin hubungan. Belajar dari kesalahan lalu, manfaatkan waktu ini buat mengenal diri secara leluasa.

Enggak perlu takut susah mendapatkan pasangan. Ketika kamu sudah menjadi versi terbaik dari dirimu, siapa yang enggak mau, sih? Perlu diingat kalau perempuan berkualitas bakalan bertemu dengan laki-laki yang sama berkualitasnya, Ladies.

Membuat Mantan Menyesal

Daripada mempercantik diri demi membuat mantan menyesal, kamu bisa menjadi versi terbaik buat dirimu sendiri.
Mempercantik Diri/foto: freepik.com

Boleh saja membuat orang yang sudah mengecewakan kamu menyesal. Tapi, bakalan jauh lebih baik kesempatan yang kamu punya diberikan buat mengapresiasi diri sendiri. Berhenti overthinking apakah dia menyesal sudah melepas kamu atau enggak.

Cukup fokus pada diri sendiri. Pahami apa saja yang kamu mau dan belum sempat terealisasikan. Lagipula, siapa yang akan terus mencintai kamu kalau bukan dirimu sendiri? Memikirkan dia cuma bakalan mengurangi fokusmu memerhatikan diri.

Berteman dengan Mantan

Tanpa perlu buru-buru, kamu bisa mengikuti kata hati kamu buat berteman kembali dengan mantan ketika sudah siap.
Berdamai/foto: freepik.com

Kamu tidak punya kewajiban buat terus berteman dengannya, kok. Kalau hal ini memang mengganggu memang lebih baik enggak perlu. Kamu juga pasti sudah cukup dewasa buat menaruh orang-orang yang perlu dipertahankan di hidupmu.

Tanpa perlu berteman baik dan kembali dekat seperti enggak pernah ada apa-apa, kamu masih bisa menjadi orang yang biasa saja. Seperti banyak orang yang berpotensi melintas di kehidupan tanpa sadar. Hal ini juga berlaku buat kamu, Ladies.

Apalagi ketika hubunganmu dengan si mantan memang berakhir secara kurang baik. Enggak perlu buru-buru menjadikannya teman seperti biasa. Sembuhkan dulu luka yang masih bersarang agar enggak semakin mengganggu.

Musuhan dengan Mantan

Memutus hubungan dengan orang yang membawa kisah kurang baik memang enggak salah, tapi kamu juga bisa bersikap lebih dewasa.
Bermusuhan/foto: freepik.com

Enggak beda jauh dari berteman dengan mantan, kamu juga masih bisa menjalani kebalikannya. Mau musuhan atau enggak bisa terjadi karena rasa nyamanmu. Tapi, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin juga lebih baik ketimbang menambah musuh.

Kamu bisa saja menjalin hubungan yang sehat dengan mantan tanpa perlu memikirkan masa lalu. Tapi, jangan pernah lupakan kesiapan hatimu juga ya, Ladies. Hindari mendramatisir keadaan dan mulai bersikap lebih dewasa.

[Gambas:Instagram]

Membandingkan Diri dengan Pacar Mantan

Percaya bahwa setiap perempuan unik dan cantik dengan dirinya sendiri, enggak perlu saling membandingkan antara kamu atau pacar baru si mantan.
Membandingkan Diri/foto: freepik.com

Kamu selalu cantik dengan apa yang kamu punya. Jadi, buat apa membandingkan diri kamu dengan perempuan yang sekarang menjadi pasangan mantanmu? Perlu diingat bahwa kamu sedang menjalin hubungan asmara bukan kompetisi kehidupan.

Dibanding insecure dengan dia lebih baik sibuk mempercantik diri dengan versimu sendiri. Kalau masa percintaan bersama si mantan sudah habis, apa kamu enggak mau menyambut kisah baru yang lebih baik? Yuk, berhenti kepo urusan dia.

Mitos yang sudah enggak asing di telinga mungkin bisa saja menjadi trigger kamu semasa putus cinta. Tapi, dibanding mengikuti pola pikir klasik ini kamu memiliki kesempatan lebih buat mencintai sekaligus memahami diri sendiri tanpa campur tangan urusan si mantan.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id