sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Putus dan Patah Hati, Sembuhkan Lukamu Setelah Peristiwa Itu Terjadi

Marly Azwar | Senin, 01 Mar 2021 14:30 WIB
Putus dan Patah Hati, Sembuhkan Lukamu Setelah Peristiwa Itu Terjadi
caption
Jakarta -

Berhenti berhubungan dengan seseorang yang kamu sayangi merupakan hal terakhir yang tidak diharapkan oleh semua orang. Patah hati merupakan hal yang kompleks yang pernah terjadi pada seseorang. Patah hati adalah hal yang buruk, paling menyebalkan dan pastinya menyakitkan. 

Jika kamu dihadapkan dengan dua pilihan, lebih baik sakit hati atau sakit gigi kamu akan pilih yang mana? Kedua hal ini sama-sama menyakitkan, baik fisik dan batin. Namun, akan kah lebih baik jika sakit gigi? Karena jika kamu sakit gigi, kamu hanya perlu ke dokter gigi dan mereka dapat menyembuhkannya. Sementara, sakit hati hanya waktu yang dapat menyembuhkannya. 

Patah hati memang memiliki dampak yang besar dalam memengaruhi kepribadian seseorang di masa depan. Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang lain, patah hati juga dapat menjadi sebuah proses di mana kepribadian seseorang berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Hal ini juga tergantung dari bagaimana kamu menyikapi putusnya sebuah hubungan. 

Di awal-awal patah hati, pastinya akan terasa menyakitkan, ingin menangis, dan biasanya hampir setiap waktu mendengarkan lagu galau. And that's okay! It is a normal thing to do. Merasakan apa yang seharusnya kamu rasakan merupakan salah satu bentuk self-love juga loh! Asalkan, kamu jangan berlarut dan berlama-lama berada di zona tersebut. 

Seperti yang dilansir oleh psychologytoday, semua orang berduka dengan caranya masing-masing dan melakukan apa yang menurut mereka baik, tapi terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan yang mungkin dapat membantumu dalam proses menyembuhkan patah hati. 

Take some time off and let it out

Mungkin ini bukan hal terbaik untuk menahan perasaan seseorang, terutama setelah patah hati. Akan tetapi, sebuah perasaan dapat menjadi intens yang mungkin kurang pas dengan publik, jadi sisihkan waktu, pergilah ke suatu tempat yang memiliki privasi. Yell it out. Scream it out. Itu adalah hal yang normal.

Listen to sad music

dengan mendengarkan musik, kamu dapat merasakan apa  yang seharusnya kamu rasakan.
listen to music/unsplash.com

Dalam jangka pendek, hal ini akan memunculkan kembali memori rasa sakitmu, namun ini juga menormalisasikan perasaan yang sedang kamu rasakan agar kamu dapat mengetahui bahwa kamu tidak sendirian. 

Talk to supportive people

Keluarga dan teman bisa membantu, tapi pastikan kamu juga mengenali limitnya mereka. Kamu mungkin memutuskan bahwa bantuan profesional dari terapis akan lebih berguna, dan mungkin menyediakan perspektif yang lebih netral. 

Read books about breakups

dengan membaca buku, kamu lebih mengerti akan perasaanmu.
read books/unsplash.com

Sesuatu mengenai tulisan yang ada pada buku dapat mendeskripsikan apa yang sedang kamu lalui dapat menenangkanmu sedikit dengan cara yang berbeda. Ini juga dapat membantu me-reboot logika yang ada pada otakmu yang tertutup dengan perasaanmu. 

Sleep, eat, and exercise

Jagalah jam tidur dan jam makanmu dengan sebaik mungkin, dan keluar untuk mengeluarkan kemarahan atau energi yang terpendam di gym. Di awal mungkin terasa sulit, tapi setidaknya mencoba untuk melewatinya dapat mempercepat proses penyembuhan. 

Treat yourself right

dengan treat yourself, kamu dapat melakukan apa yang kamu ingin lakukan sebelumnya.
treat yourself/unsplash.com

Sekarang waktu yang pas untuk melakukan self-care, waktu itu, mungkin kamu merasa bahwa hal ini tidak terlalu penting. Berbelanja baju, aksesoris ataupun makeup. Potong rambutmu. Banyak makan coklat. Apapun yang dapat mendorong dirimu sebagai seseorang yang berharga. 

Meet new people

Membangun relasi dapat beresiko, namun akan baik jika kamu sudah merasa siap. Rata-rata, orang membutuhkan tiga sampai enam bulan untuk mengetesnya. Sebenarnya, ini mungkin cara tercepat untuk memulihkan perasaan sebagai pasangan yang kayak. The key is to take it slow and steady

Set firm boundaries

tetapkan boundaries yang jelas.
boundaries/unsplash.com

Salah satu hasil terburuk dari sebuah perpisahan adalah hubungan yang ambigu, terus menerus, yang hampir selalu menyebabkan sakit hati yang semakin parah. Namun sebisa mungkin, setelah patah hati, kamu harus membatasi berhubungan dengan orang itu. Hal ini mirip dengan menjalani detoksifikasi: ada periode penarikan yang sulit, tetapi itulah satu-satunya cara untuk maju dan menyembuhkan. 

Langkah-langkah di atas bukan hal yang terlalu sulit dan cepat, hanya saran serta masukan yang mungkin dapat kamu lakukan setelah patah hati. Jika patah hati yang kamu rasakan sudah terlalu parah hingga kamu tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, merasakan depresi atau kecemasan, jangan ragu untuk mencari bantuan professional. 

Kalau kamu, ada jurus jitu tidak untuk mengatasi patah hati? Komen di bawah ya!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id