sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Teman Sedang Depresi, Apa yang Harus Aku Lakukan?

Nahda Muzlena | Jumat, 18 Dec 2020 11:30 WIB
Teman Sedang Depresi, Apa yang Harus Aku Lakukan?
caption

Depresi adalah masalah serius yang menyangkut dengan gangguan hati yang bisa menjadikan kita terus sedih. Hal ini bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk keluarga dan teman kamu. Jika dibiarkan maka bisa mempengaruhi pola pikir, perasaan dan perilaku bahkan nantinya bisa memicu masalah fisik maupun emosional.

Namun saat ini masih banyak yang bingung cara mengatasi orang yang terkena depresi. Meskipun mereka terlihat tidak membutuhkan bantuan, sebenarnya mereka tetap harus diberikan perhatian dan dukungan agar mereka tidak larut dalam perasaannya. Hal ini juga bisa membantu agar mereka tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. 

Lalu, jika teman saya sendiri yang terkena depresi bagaimana cara membantunya?

Kenali Apa Itu Depresi

Depresi
Depresi/Foto: Freepik.com

Kenapa kamu harus mengetahui apa itu depresi? Agar kamu tidak salah langkah ketika ingin membantu temanmu. Membantu memang niat yang baik, tetapi jangan sampai kamu salah langkah yang justru akan memperparah keadaan temanmu karena orang yang sedang depresi cenderung memiliki perasaan yang lebih sensitif.

Mengajaknya Bercerita

Bercerita
Bercerita/Foto: Freepik.com

Orang yang sedang depresi merasa senang jika ada orang yang memberikan perhatian kepadanya apalagi jika ada yang mau mendengarkannya bercerita. Maka, ajaklah temanmu untuk menceritakan masalah apa yang sedang ia alami dan apa yang ia rasakan.

Dengarkan ceritanya hingga selesai, terkadang mereka dapat merasa lega hanya dengan bercerita, tetapi ada pula yang memerlukan saran untuk mengatasi masalah yang sedang ia hadapi.

Bersabar

Bersabar
Bersabar/Foto: Freepik.com

Kamu harus bersabar ketika menghadapi temanmu yang sedang depresi. Karena beberapa orang yang sedang depresi tidak mau menceritakan apa yang sedang ia hadapi dan dirasakan. Jangan mudah tersinggung, bisa jadi ia bingung harus bercerita dari mana sehingga ia memerlukan waktu untuk menceritakannya kepadamu.

Jangan Toxic Positivity

Menutup Mulut
Menutup Mulut/Foto: Freepik.com

Niatnya memang ingin memberikan saran atau ingin memberikan semangat, tetapi jangan mengatakan hal-hal yang mengandung toxic positivity. Jangan sampai kamu mengatakan “kamu harusnya bersyukur”, “kamu masih mending, lah aku...” karena hal itu tidak akan membuatnya merasa lebih baik. Bisa jadi, dia menyesal telah menceritakan masalahnya kepada kamu.

Hindari toxic positivity dengan cara berusaha untuk menempatkan diri pada masalah yang ia rasakan. Bayangkan kamu sedang berada di posisinya maka kata-kata apa yang ingin kamu dengar dan kata-kata apa yang tidak ingin kamu dengar.

Kata-kata yang tidak ingin kamu dengar yang sudah kamu bayangkan tadi, sebaiknya jangan kamu ucapkan kepada temanmu yang sedang depresi.

Mencari Pertolongan

Konsultasi
Konsultasi/Foto: Freepik.com

Jika kamu mendengar ceritanya belum cukup menenangkan hatinya, kamu bisa meminta bantuan dengan para ahli agar tidak bertambah parah. Kini, konsultasi dengan psikiater atau psikolog dapat dilakukan secara online sehingga dapat diakses dengan mudah dan praktis melalui handphone. Hal ini dapat dijadikan pertolongan pertama untuk temanmu yang sedang depresi.

Berikan Dukungan

Memberi Dukungan/Foto: Freepik.com
Memberi Dukungan/Foto: Freepik.com

Biasanya, dokter akan meresepkan obat dan atau memberikan terapi kepada orang yang sedang depresi setelah berkonsultasi. Kamu dapat mendukung pengobatannya, seperti membantunya mencari obat yang telah diresepkan, mengingatkannya untuk meminum obat atau harus menjalani terapi. Selain mendukung pengobatannya, berikan juga dukungan-dukungan ketika ia akan melakukan sesuatu agar ia semakin termotivasi.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id