sign up SIGN UP

Hati-Hati! 5 Masalah Batin Ini Ternyata Bisa Picu Penyakit Fisik

Lifia Mawaddah Putri | Selasa, 15 Dec 2020 16:00 WIB
Hati-Hati! 5 Masalah Batin Ini Ternyata Bisa Picu Penyakit Fisik
caption
Jakarta -

Banyak orang yang sering meremehkan dan acuh dengan kondisi mentalnya. Padahal, kondisi mental seseorang dapat mempengaruhi kesehatan fisik lho! Hal ini pun sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang menemukan adanya hubungan antara emosi yang intens dengan penyakit fisik.

Agar hal ini enggak terjadi, yuk hindari 5 emosi berikut ini!

Kesepian

sebuah penelitian dari Universitas Chicago mengungkapkan bahwa orang yang sering merasa kesepian akan lebih cepat mengalami kenaikan tekanan darah dalam kurun waktu 4 tahun dibandingkan dengan orang yang punya banyak dukungan sosial.
Kesepian/freepik.com

Apakah kamu pernah mengalami kesepian? Jika kamu mengalaminya, jangan berlarut-larut pada perasaan ini ya. Sebab, sebuah penelitian dari Universitas Chicago mengungkapkan bahwa orang yang sering merasa kesepian akan lebih cepat mengalami kenaikan tekanan darah dalam kurun waktu 4 tahun dibandingkan dengan orang yang punya banyak dukungan sosial. Kenaikan tekanan darah ini juga bisa berisiko memicu serangan jantung.

Depresi

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa depresi dapat mengakibatkan hal-hal buruk. Salah satu dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari depresi adalah risiko terkena kanker.

Menurut penelitian yang dilakukan Universitas Johns Hopkins, orang yang mengalami depresi berisiko 69 persen terkena kanker dibanding orang yang ceria. Hal ini dikarenakan seiring waktu depresi akan mengganggu fungsi hormone yang terlibat dalam pertumbuhan sel dan pengaturan siklus sel.

Kemarahan

Merasa marah di waktu tertentu mungkin wajar saja. Tapi jika kamu terlalu sering marah, hal ini dapat menyebabkan sakit punggung.
Kemarahan/freepik.com

Merasa marah di waktu tertentu mungkin wajar saja. Tapi jika kamu terlalu sering marah, hal ini dapat menyebabkan sakit punggung. Sebuah penelitian yang dimuat di Jurnal Pain mengungkapkan bahwa kemarahan dapat mengaktifkan jalur saraf yang mentransfer ketegangan mental ke otot-otot tulang belakang.

Selain itu, rasa marah juga dapat mengurangi produksi hormon endorfin dimana hormon ini berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri.

Pesimis

Pesimis adalah perasaan ketika menduga-duga hal buruk akan terjadi. Misalnya saja saat kamu sedang melamar pekerjaan, kamu merasa tidak akan diterima di perusahaan tersebut. Kalau kamu sering merasakan pesimis, hal ini bisa meningkatkan risiko terkena stroke lho.

Menurut penelitian di Finlandia, pandangan negatif dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu sistem saraf yang mengendalikan detak jantung. Sehingga akhirnya kondisi ini dapat membuat orang yang sering merasa pesimis rentan mengalami stroke.

Cemas

Memiliki rasa cemas memang wajar dan manusiawi. Tapi, kalau kamu merasa cemas secara terus menerus justru bisa mengakibatkan dampak yang enggak baik lho!
Cemas/freepik.com

Memiliki rasa cemas memang wajar dan manusiawi. Tapi, kalau kamu merasa cemas secara terus menerus justru bisa mengakibatkan dampak yang enggak baik lho! Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa rasa cemas bisa meningkatkan risiko kepikunan atau demensia.

Hal ini disebabkan karena ketegangan mental yang muncul akibat rasa cemas tersebut dapat meningkatkan kadar hormon glukokortikoid. Akhirnya, sel-sel otak pun akan terhapus dan mengganggu pusat ingatan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id