sign up SIGN UP

5 Ciri Payudara yang Sehat Menurut Dokter, Tak Ada Benjolan Salah Satunya

Fina Prichilia | Rabu, 13 Oct 2021 18:00 WIB
5 Ciri Payudara yang Sehat Menurut Dokter, Tak Ada Benjolan Salah Satunya
caption
Jakarta -

Setiap dari kita perlu menjaga kesehatan payudara dengan baik, Beauties. Di antaranya kamu perlu menerapkan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, makan makanan sehat, juga rajin berolahraga.

Payudara yang sehat, tidak hanya akan memberi bentuk yang indah tetapi juga menghindarkan kamu dari aneka risiko kesehatan, seperti kanker payudara. Nah, lalu apa saja, sih, ciri-ciri payudara yang sehat?

Merangkum dari program E-Live detikHealth, simak penjelasan lengkapnya bersama Dokter Spesialis Bedah Onkologi Primaya Hospital Tangerang, dr. Abdul Rachman, Sp.B (K)Onk, yuk!

Ciri Payudara yang Sehat

Ilustrasi kanker payudara (Freepik)Ilustrasi ciri payudara yang sehat. /Freepik.com

- Tidak ada benjolan

Kalau setelah kamu raba tidak ada benjolan, maka tergolong sehat, Beauties. Tetapi jika kamu menemukannya, sebaiknya tidak perlu ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter, ya.

- Tidak ada rasa nyeri

Berbeda dengan nyeri saat menstruasi, karena itu masih wajar dari sisi medis. Sebaliknya, kalau rasa nyeri muncul di luar waktu itu dan tidak kunjung hilang, maka kamu perlu memeriksakan diri.

- Tidak keluar cairan dari puting susu

Baik itu warna putih maupun kemerahan. Yang patut diwaspadai adalah yang warna kemerahan, Beauties. Sehingga memang harus segera dilakukan pemeriksaan.

- Tidak ada perubahan bentuk pada payudara

Contohnya seperti kulit jeruk, nah, itu termasuk payudara yang kurang sehat. Karena bisa saja suatu tanda kanker payudara.

- Tidak ada tanda seperti lesung pipi, tetapi ini di payudara

Bila muncul setelah usia di atas 30, harus kita waspadai adanya benjolan walaupun saat diraba, nggak ditemukan (benjolan).

Perlunya Pengecekan Payudara, Kapan Waktu yang Tepat?

Ukurlah payudaramu  dan pilihlah cup yang benar-benar menutup dan mengangkan payudaraIlustrasi payudara sehat. / Foto: Freepik/ Rawpixel.com

Memeriksa payudara sebaiknya mesti dilakukan secara rutin, Beauties. dr. Abdul menyebut ada program dari pemerintah, yakni 'sadari' (pemeriksaan payudara sendiri) maupun 'sadarnis' (pemeriksaan payudara oleh klinis).

"Pemeriksaan payudara bisa oleh klinis, yakni bisa oleh bidan, perawat, dokter umum, juga onkologi," katanya. Ia juga menambah, kita bisa melakukan 'sadari' mulai di atas umur 25 tahun, Beauties.

Kemudian ada waktu pre-menopause dan post-menopause. "Saat masuk waktu post menopuse, mesti periksa payudara di tanggal yang sama. Misal tiap tanggal 1, maka setiap tanggal 1 di bulan yang berbeda berikutnya. Namun apabila pre-menopause, yakni 7-10 hari setelah menstruasi terakhir," jelasnya.

Menurutnya pemeriksaan 'sadari' ada beberapa tahap, namun yang paling penting tidak terlewatkan satu bagian pun. "Pemeriksaan oleh klinis disarankan untuk perempuan yang punya risiko tinggi, satu tahun sekali bisa dengan mamografi maupun USG, sementara yang berisiko rendah bisa 2 tahun sekali. Namun tetap kembali dilakukan sadari sebulan sekali, baik bagi pre-menopause maupun post-menopause," tutupnya.

---------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id