sign up SIGN UP

LIFE

Bahaya Konsumsi Protein Berlebihan

Anisalestari | Senin, 22 Jun 2020 08:15 WIB
Bahaya Konsumsi Protein Berlebihan
caption

Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Protein bekerja sebagai neurotransmiter dan pembawa oksigen dalam darah.

Tubuh membutuhkan asupan protein sekitar 45-55 gram sehari yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi daging, telur, ikan, susu, produk kedelai, biji-bijian dan kacang-kacangan. Namun tak sedikit orang yang sengaja memperbanyak konsumsi protein guna menjalankan program diet.

Meski begitu program diet protein tinggi tidak direkomendasikan untuk jangka panjang karena dapat membahayakan tubuh. Berikut ini bahaya konsumsi protein secara berlebihan.


Penyakit Jantung

Konsumsi protein berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
Penyakit jantung/freepik.com/jcomp

Konsumsi protein berlebihan seperti daging merah dan susu berlemak tinggi dapat berisiko meningkatkan penyakit jantung koroner pada wanita. Hal ini  dikaitkan dengan asupan lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi.

Masalah Ginjal

Ginjal bisa bermasalah apabila mengonsumsi protein secara berlebihan
Masalah ginjal/freepik.com/lunopark

Ginjal memiliki fungsi menyaring semua racun yang dihasilkan dari makanan. Apabila kamu konsumsi protein berlebih, maka kamu menyuruh ginjal bekerja lebih keras untuk menyingkirkan nitrogen dan produk limbah dari metabolisme protein. Sebaiknya konsumsi beragam jenis makanan guna memenuhi kebutuhan tubuh yang seimbang.

Asam Urat

Dampak buruk mengonsumsi protein berlebih yaitu asam urat
Asam urat/freepik.com/spukkato

Konsumsi protein berlebihan yang berbasis hewani dapat meningkatkan risiko terkena asam urat lho, Ladies. Pasalnya, protein berbasis hewan ini memiliki kadar purin yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kadar asam purin tinggi.

Risiko Kanker Meningkat

Risiko kanker dapat meningkat apabila mengonsumsi protein secara berlebih
Meningkatkan risiko kanker/freepik.com/GiovanniCancemi

Konsumsi protein berlebih, khususnya daging merah, juga dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini disebabkan oleh senyawa karsinogenik berupa lemak yang sering ditemukan pada daging merah dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.

Dehidrasi

Dehidrasi juga dapat disebabkan karena konsumsi protein berlebih
Dehidrasi/freepik.com/eugeneshemyakin9

Nitrogen merupakan hasil dari metabolisme protein. Nah, apabila konsumsi protein berlebih maka nitrogen di dalam tubuh akan meningkat.

Nitrogen yang berlebih dapat membahayakan tubuh karena tubuh akan berusaha membuangnya dengan cara mengeluarkannya lewat cairan seperti keringat dan urine. Sehingga apabila kamu tidak banyak minum, maka tubuh akan mengalami dehidrasi.

Bau Mulut

konsumsi protein  yang berlebih dapat menyebabkan bau mulut
bau mulut/freepik.com/eddows-animator

Dampak buruk lainnya dari konsumsi protein berlebih ialah bau mulut. Hal ini disebabkan karena tubuh masuk pada tahap ketosis yang menghasilkan zat keton sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Namun sayangnya bau mulut ini tidak bisa diatasi hanya dengan sikat gigi saja. Sebagai solusi, imbangi dengan minum air putih yang lebih banyak agar menetralisir senyawa di dalam mulut.

Sembelit

makanan yang menjadi sumber protein mengandung serat yang sedikit sehingga mengonsumsinya secara berlebih dapat menyebabkan kontispasi
sembelit/freepik.com/blanscape

Sembelit atau konstipasi merupakan jumlah frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya. Hal ini akibat kotoran pada tubuh tidak dapat keluar dengan lancar atau mengeras dan kering. Konsumsi protein berlebih dapat menjadi penyebab terjadinya sembelit karena makanan yang menjadi sumber protein seperti daging, susu, dan telur rendah serat.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id