sign up SIGN UP

Ini Alasan Mengapa Kanker Payudara Rentan Terjadi pada Perempuan Korea

Sierra Muktisari | Rabu, 13 Oct 2021 14:30 WIB
Ini Alasan Mengapa Kanker Payudara Rentan Terjadi pada Perempuan Korea
caption
Jakarta -

Menjaga kesehatan tubuh sangatlah penting, agar kita terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin saja terjadi. Salah satu penyakit yang membuat banyak masyarakat aware adalah kanker payudara. Yang perlu kamu ingat, kanker payudara nggak hanya terjadi pada perempuan, namun laki-laki juga punya tingkat resiko terkena kanker payudara.

Di Korea Selatan sendiri, kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang 'umum' terjadi di kalangan perempuan. Lalu, apakah tingkat kasus kanker payudara di Korea juga tinggi? Simak penjelasannya di sini, ya.

Kasus Kanker Payudara di Korea

Melansir nature.com, kasus kanker payudara dan tingkat kematian untuk perempuan Korea berbeda dari perempuan-perempuan yang tinggal di daerah Barat. Menurut statistik kanker Korea, kanker payudara adalah kanker yang paling umum selain kanker tiroid, sekaligus kanker penyebab kematian akibat kanker di urutan ke-lima.

Selain itu, baik kejadian maupun kematian akibat kanker payudara telah meningkat secara bertahap tanpa penurunan selama beberapa dekade terakhir.

Kasus kanker payudara bagi perempuan KoreaKasus kanker payudara bagi perempuan Korea/ Foto: pexels.com/cottonbro

Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Yon Ho Jee, Chi Gao, Jihye Kim, Seho Park, Sun Ha Jee, dan Peter Kraft, kasus kanker payudara pun meningkat. Peningkatan ini kemungkinan mencerminkan perubahan faktor reproduksi pada perempuan Korea, seperti menopause yang terlambat hingga memiliki anak yang sedikit di usia tua.

Kasus kanker payudara di Korea umumnya menyerang para perempuan di kisaran usia 40 hingga 50 tahun. Namun, seiring bertambahnya usia, kasus dengan kanker payudara yang menyerang perempuan justru menurun.

Idol K-Pop menghadiri charity event memperingati hari kanker payudaraIdol K-Pop menghadiri charity event memperingati hari kanker payudara/ Foto: koreaboo.com

Di negara-negara Asia seperti Korea, beberapa peneliti banyak yang melakukan pengamatan terhadap kasus kanker payudara pada perempuan-perempuan yang berusia muda di mana kepadatan payudara cenderung cukup tinggi.

Kepadatan payudara yang lebih tinggi juga membuat kondisi pengamatan sulit untuk mendeteksi tumor di jaringan payudara melalui mamografi, dan telah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Untuk kamu yang belum pernah mendengar istilah mamografi, hal tersebut merupakan salah satu proses screening yang berguna untuk mendeteksi tanda-tanda kanker payudara pada perempuan yang nggak menunjukkan gejala.

Lembaga Penelitian Khusus

Masyarakat hingga pemerintah Korea pun pastinya aware dan memiliki metode sendiri dalam menangani berbagai penyakit kanker, termasuk kanker payudara. Di Korea sendiri, ada sebuah lembaga penelitian yang didirikan tahun 1999 bernama Korean Breast Cancer Society yang dulunya dikenal sebagai Breast Cancer Research di tahun 1996.

Korean Breast Cancer Society yang kemudian disingkat KBCS ini bertujuan untuk mempromosikan jaminan kualitas dalam diagnosis dan pengobatan kanker payudara dengan melakukan studi klinis serta penelitian.

Pemeriksaan Kanker Payudara/Foto: Freepik.com/JcompPemeriksaan Kanker Payudara/Foto: Freepik.com/Jcomp

Selain itu, mereka juga mendukung peningkatan pengembangan profesional anggota dan berfungsi sebagai saluran komunikasi untuk berbagi informasi dan ide yang berharga dan untuk membangun interaksi di antara para anggotanya.

Nah, Beauties, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan sempatkan diri untuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, ya! 

---------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Our Sister Site

mommyasia.id