sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

5 Nutrisi Penting untuk Kesehatan Ibu dan Janin Selama Kehamilan

Esra Dopita | Rabu, 10 Jun 2020 10:30 WIB
5 Nutrisi Penting untuk Kesehatan Ibu dan Janin Selama Kehamilan
caption

Hamil menjadi momen dinantikan sebagian besar wanita usai menikah. Pada masa ini, para ibu hamil atau bumil harus memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Sebab, kekurangan atau salah nutrisi berdampak bagi tumbuh dan kembang janin.

Lantas, nutrisi apa yang diperlukan ibu dan bayi? Berikut ini nutrisi penting yang perlu dikonsumsi selama kehamilan diolah dari berbagai sumber. 

Asam Folat 

image
https://food.detik.com/

Asam folat adalah salah satu nutrisi penting bagi ibu hamil. Asam folat berperan membentuk struktur sel otak bayi, kecerdasan, juga mencegah cacat lahir pada bayi yang berdampak langsung pada otak dan tulang belakang.


Selain itu, asam folat mampu mencegah keguguran, anemia, menurunkan risiko preeklamsia (kondisi berbahaya pada usia kehamilan), serta meminimalkan risiko autis pada bayi. Karena itu, ibu hamil disarankan mengonsumsi 500 microgram asam folat setiap harinya.

Nutrisi ini bisa didapat dari makanan, di antaranya sayuran (brokoli, bayam, kacang panjang, wortel, buncis, dan asparagus), buah-buahan (alpukat, pepaya, pisang, tomat, melon, serta jeruk), kacang-kacangan, telur, serta ati sapi dan ayam.

Kalsium 

image
https://health.detik.com/

Kalsium berguna membentuk sekaligus menjaga kesehatan tulang dan gigi bayi serta pembentukan sel-sel organ tubuh bayi lainnya. Sedangkan pada ibu hamil, kalsium membantu memproduksi ASI dan mencegah osteoporosis pada ibu.

Berdasarkan Indian Council of Medical Research (ICMR), kebutuhan kalsium harian wanita hamil sebesar 1.200 miligram per hari. Tak heran, bila selama mengandung, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi susu. Tak hanya susu, sumber kalsium dapat ditemui pada keju, yoghurt, ikan teri, oatmeal, dan biskuit. 

Protein 

image
https://health.detik.com/

Protein merupakan nutrisi yang tak boleh dilewatkan ibu hamil. Pasalnya, protein membantu proses pembentukan jaringan tubuh pada bayi seperti darah, tulang, dan otot, selama masa kehamilan. Protein juga membantu ibu hamil meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tak mudah sakit.

Kebutuhan protein yang tidak tercukupi dapat menyebabkan malnutrisi. Karena itu, ibu hamil harus mengonsumsi 40-70 gram protein setiap harinya. Protein bisa didapat dari daging, baik sapi maupun ayam, ikan, juga telur. 

Zat Besi 

image
https://health.detik.com/

Zat besi berfungsi membentuk hemoglobin yang berperan membawa oksigen ke dalam tubuh. Selama kehamilan, tubuh meningkatkan volume darah yang kaya oksigen demi memenuhi kebutuhan janin. Sama dengan asam folat, zat besi berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

Kekurangan zat besi berdampak buruk pada IQ anak kelak. Pada ibu hamil, kekurangan zat besi menyebabkan anemia, yang juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Zat besi dapat kamu temui pada makanan, di antaranya daging, ati ayam, brokoli, juga bayam.

Kaya Serat 

image
https://food.detik.com/

Serat menjadi salah satu nutrisi yang tak boleh dilewatkan dalam menu harian, termasuk ibu hamil. Ketika hamil, ibu membutuhkan 200-450 gram sayur dan 350 gram buah per hari. Serat membantu menurunkan risiko diabetes gestasional yang biasa dialami ibu hamil, mengontrol kenaikan berat badan, mencegah preeklamsia, melancarkan sistem pencernaan, juga mencegah sembelit saat hamil.

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id