sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Termasuk Kelainan Langka, Berikut Penyebab dan Cara Mencegah Hipospadia

Retno Wulandari | Senin, 15 Mar 2021 19:15 WIB
Termasuk Kelainan Langka, Berikut Penyebab dan Cara Mencegah Hipospadia
caption

Mengidap hipospadia, mantan atlet bola voli wanita, Serda Aprilia Manganang dinyatakan sebagai pria setelah menjalani pemeriksaan. Kabarnya, kelainan langka ini tidak diketahui oleh kedua orang tua Aprilia Manganang dan dokter yang menangani saat itu. Karena masuk dalam kategori kelainan langka yang jarang diketahui, berikut penjelasan lengkap mengenai hipospadia!

Pengertian Hipospadia

Penyebab dan Cara Mencegah Hipospadia
Foto: Pengertian Hipospadia/freepik.com

Jika dikutip dari Mayo Clinic, hipospadia adalah kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan lubang uretra atau saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih berada di bagian bawah penis, bukan di ujung seperti pada umumnya.

"Pada beberapa anak dengan hipospadia, testis mungkin tidak sepenuhnya turun ke skrotum (kantong buah zakar)," tulis the Centers of Disease Control and Prevention (CDC).

Pada umumnya, bayi yang mengidap hipospadia memiliki masalah saat buang air kecil dengan berdiri, sehingga mengharuskannya untuk duduk. Hipospadia termasuk kelainan langka yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang. Hipospadia hanya memengaruhi 4 dari 1.000 kelahiran dan kondisi ini biasanya terbentuk selama minggu ke-8 hingga ke-14 kehamilan. Lalu, menurut Mayo Clinic, hipospadia dapat diatasi dengan pembedahan.

Gejala Hipospadia

Selain di pangkal penis, bukaan uretra juga bisa ada di mana saja termasuk di bawah skrotum atau kantong buah zakar. Selain tanda bukaan uretra, gejala lain dari hipospadia yang biasa terjadi seperti:

  • Bentuk penis melengkung ke bawah atau disebut dengan chordee.
  • Bentuk kulup atau kulit yang menutupi ujung penis tidak menutupi kepala penis dengan sempurna.
  • Tidak normal saat buang air kecil dilihat dari percikan urine.

Penyebab Hipospadia

Penyebab dan Cara Mencegah Hipospadia
Foto: Penyebab/freepik.com

Jika berbicara mengenai hipospadia, para ahli tidak bisa memastikan penyebab pasti kelainan langka ini. Namun, ada beberapa penyebab hipospadia yang bisa diketahui yaitu:

  • Genetik

Beberapa sindrom genetik selalu dikaitkan dengan kelainan bawaan lahir ini. Selain itu, orang tua yang memiliki riwayat hipospadia juga berpeluang besar punya keturunan dengan kelainan yang serupa.

  • Terapi Tertentu

Terapi hormon tertentu juga bisa memicu terjadinya peningkatan risiko hipospadia saat masa kehamilan.

  • Usia dan Berat Badan Ibu Saat Hamil

Ibu hamil dengan usia di atas 35 tahun dan berat badan berlebih atau obesitas lebih berisiko melahirkan anak dengan hipospadia dibanding ibu hamil yang berusia di bawah 35 tahun dan tidak memiliki berat badan berlebih.

  • Paparan Racun

Penyebab hipospadia terakhir adalah paparan racun di sekitar saat masa kehamilan, yaitu asap rokok dan pestisida.

Pencegahan Hipospadia

Penyebab dan Cara Mencegah Hipospadia
Foto: Pencegahan/freepik.com

Setelah mengetahui penyebabnya, hipospadia juga dapat dicegah oleh ibu hamil dengan melakukan cara yang cukup sederhana antara lain:

  1. Hindari merokok Hindari pekerjaan atau tempat yang terpapar pestisida.
  2. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol.
  3. Konsumsi suplemen asam float sesuai anjuran dokter kandungan.
  4. Jaga berat badan agar tetap ideal.
  5. Rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan.
  6. Khusus untuk pasangan yang memiliki riwayat hipospadia dan sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya konsultasi dahulu ke dokter kandungan agar faktor risiko bisa terkendalikan.
(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id