sign up SIGN UP

4 Cara Menghadapi Kekerasan Verbal dalam Pernikahan, Salah Satunya Cari Dukungan yang Tepat!

Cynthia Claudia | Jumat, 26 Nov 2021 06:15 WIB
4 Cara Menghadapi Kekerasan Verbal dalam Pernikahan, Salah Satunya Cari Dukungan yang Tepat!
4 Cara Menghadapi Kekerasan Verbal dalam Pernikahan/Foto: Pexels.com

Salah satu jenis kekerasan yang dialami perempuan berumah tangga selain kekerasan fisik adalah kekerasan verbal. Hidup berdampingan dengan pasangan yang melakukan kekerasan verbal berpotensi menghancurkan kesehatan emosional dan mental perempuan. 

Jangan berdiam diri dan menyalahkan diri sendiri jika kamu merupakan korban kekerasan verbal, Beauties. Kamu berhak menyuarakan apa yang kamu pikirkan kepada sekitarmu. Berikut adalah 4 cara menghadapi kekerasan verbal dalam pernikahan yang telah dirangkum Beautynesia dari berbagai sumber. Simak yuk!

1. Menjaga Jarak 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/ Garon Piceli

Ketika kamu merasa bahwa situasimu dengan pasangan mulai memanas, segeralah ambil keputusan untuk menjaga jarak. Berilah ruangan untuk pasanganmu juga. Sementara kamu sendiri bisa menghabiskan waktu untuk me time, karena semenjak pernikahan kalian jarang menghabiskan waktu sendiri. 

Kalian bisa menggunakan waktu tersebut untuk melakukan hal-hal yang membuang stres seperti pergi ke salon untuk merawat diri sendiri, atau shopping di mall. Berikan dirimu sebuah hadiah berupa benda atau treatment. 

2. Memuji dengan Ketulusan Hati

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com

Ketika kamu menghadapi kekerasan verbal berupa kata-kata kasar yang dilontarkan karena mereka merasa dikritik atau kurang dihargai, maka cobalah ambil pendekatan yang berbeda. Hindari mengkritik pasanganmu karena hal-hal kecil, dan coba berikan pujian atas setiap hal kecil yang dilakukannya. 

Misalnya, ketika ia membantumu mengurus urusan rumah seperti membantu menjaga anak, memasak, dan lain-lain. Beritahukan kepada pasangan bahwa bantuannya sangat berarti. Selain itu, berikan juga pujian dan ucapan syukur karena dia telah menjadi kepala keluarga yang menafkahi. Namun, ingat untuk mengucapkannya dengan ketulusan hati.

3. Arahkan Perhatian Pasangan pada Ucapannya Sendiri

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com/ Vera Arsic

Karena ia merupakan sosok yang melakukan kekerasan berupa ucapan kasar, maka dirinya sendiri yang harus berubah. Kamu bisa membuatnya sadar, berpikir, dan memahami mengenai ucapannya yang telah dilontarkan.

Hindari memberikan silent treatment setelah kamu mengalami kekerasan verbal. Dengan membahas masalah secara serius, kamu bisa menyadarkan dirinya sebagai sosok yang salah dan mencari solusi yang tepat bersama. Sebagai korban, kamu juga tidak boleh menerima ucapannya semata-mata. 

4. Mencari Dukungan dari Luar 

kekerasan
kekerasan/ Foto: Pexels.com

Kamu bisa mulai mencari dukungan dari luar jika kamu merasa sudah tidak ada cara lain untuk menghentikan pasanganmu yang melakukan kekerasan verbal. Dukungan ini bisa diberikan dari keluarga, teman terdekat, hingga rekan kerja. Pastikan orang yang kamu minta dukungan benar-benar dapat dipercaya untuk memberikan solusi yang tepat dan menjaga rahasiamu. 

Selain dari lingkaran keluarga dan pertemananmu, kamu bisa menghubungi profesional terpercaya untuk mencari solusi. Contohnya, kamu bisa mencari terapis yang tepat, yang bersedia mendengarkan cerita, permasalahan, dan memberikan solusi untuk menghadapi situasi kekerasan verbal dalam pernikahan ini.

_______________

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id