sign up SIGN UP

Brand Mewah dan Kampanye Mereka tentang Sustainable Fashion, Ternyata Bukan Cuma Daur Ulang Bahan!

Henny Alifah | Beautynesia
Kamis, 09 Jun 2022 20:30 WIB
Brand Mewah dan Kampanye Mereka tentang Sustainable Fashion, Ternyata Bukan Cuma Daur Ulang Bahan!
caption
Jakarta -

Bumi tempat kita tinggal tak akan lagi nyaman dihuni jika lingkungan rusak. Untuk menjaga lingkungan tetap lestari, semua pihak perlu berperan aktif. Itu termasuk mereka pihak-pihak yang bergerak di bidang fashion. Apalagi, bidang fashion disebut-sebut sebagai penyumbang terbesar sampah lho, karena banyaknya pakaian produk fast fashion yang menumpuk dan terbuang.

Menyikapi hal tersebut, berbagai brand mode kini mulai menerapkan konsep sustainable fashion atau eco-fashion, yakni fashion berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dari pihak produsen, konsep sustainable fashion meliputi proses pembuatan yang ramah lingkungan misalnya penggunaan bahan alami, bisa didaur ulang, tahan lama, hingga meminimalisir kerusakan lingkungan.

Brand mewah kelas dunia tak ketinggalan menerapkan konsep tersebut. Berikut beberapa daftarnya.

Chloé

Chloé spring/summer 2022Chloé spring/summer 2022/ Foto: Filippo Fior/Gorunway/Vogue

Koleksi spring/summer 2022 Chloé yang dirancang oleh desainer Gabriela Hearst menampilkan banyak produk kerajinan. Produk tersebut dibuat oleh pengerajin independen, mulai dari gaun rajutan tangan hingga ponco dengan garis-garis yang dilukis dengan tangan.

Berbagai koleksi tas hingga sepatu kets  semuanya menggabungkan bahan daur ulang dan low-impact. Tak hanya itu saja, cushion tempat duduk tamu di pameran busana itu pun terbuat dari sisa-sisa kain Chloé, bangku-bangkunya dari tumpukan batu bata yang dikerjakan oleh Les Bâtisseuses, sebuah jaringan yang melatih para pengungsi perempuan.

Chloe spring/summer 2022Chloe spring/summer 2022/ Foto: Armando Grillo / Gorunway.com

Sol lini sepatu baru Chloé, Lou, dibuat dengan Ocean Sole, sebuah perusahaan sosial yang mendaur ulang sandal jepit yang ditemukan di pantai Kenya. Dengan ini, Chloé tidak hanya menghadirkan produk fashion yang berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki dampak sosial bagi masyarakat. Sisa makanan dari pameran busana di hari itu bahkan disumbangkan ke Linkee, sebuah LSM berbasis di Paris yang mendistribusikan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

LVMH

Nona Source campaignNona Source campaign/ Foto: Instagram nona_source

Dalam upayanya memanfaatkan kembali barang deadstock, grup brand mewah Prancis LVMH merilis Nona Source. Ini adalah platform online yang menjual kembali kain perca dari rumah studio mereka.
Mengusung tagline 'high-end resourced materials for mindful creatives', Nona Source menyediakan material berkualitas tinggi sisa dari studio Dior, Givenchy, Louis Vuitton, dan lainnya dengan harga yang lebih murah dari harga aslinya. Sementara itu, tim studio mencari bahan berteknologi tinggi atau kain daur ulang.

Prada

Prada Re NylonPrada Re Nylon/ Foto: Prada

Berbagai brand mewah lain juga mulai menggunakan bahan daur ulang di produksi mereka. Prada misalnya, mereka mengembangkan material khas yang disebut Econyl, yakni nilon daur ulang yang terbuat dari jaring ikan yang ditinggalkan. Econyl banyak digunakan di berbagai koleksi Prada, mulai dari tas, pakaian, hingga aksesori seperti topi dan bando. Dengan konsisten menggunakan Econyl, Prada berencana untuk menghilangkan nilon murni dari rantai pasokannya tahun ini.

Stella McCartney

Stella McCartney spring/summer 2022Stella McCartney spring/summer 2022/ Foto: livingly.com/IMAXtree

Musim semi lalu, Stella McCartney merilis prototipe korset dan celana panjang berbahan Mylo, bahan mirip kulit yang terbuat dari miselium (struktur akar jamur) dan dikembangkan oleh Bolt Threads di Silicon Valley.
Tahun ini Stella McCartney memperkenalkan Frayme Mylo, koleksi tas baru yang terbuat dari bahan yang sama. Bahan Mylo diklaim memiliki daya tahan yang tidak kalah dari kulit binatang. Untuk saat ini, Frayme Mylo tersedia dalam edisi terbatas, tetapi Stella McCartney menjanjikan akan ada lebih banyak koleksi di masa depan.

Hermès

Lipstik HermesLipstik Hermes/ Foto: Hermes

Hermès kabarnya juga akan meluncurkan tas berbahan miselium, yakni Victoria edisi terbatas yang dibuat dengan perusahaan biotek MycoWorks dari bahan yang mereka sebut Sylvania. Hermès berencana untuk meningkatkan penggunaan Sylvania di seluruh jajaran produknya. Tujuannya bukan untuk mengganti kulit secara keseluruhan, tetapi untuk menambah variasi bahan. Sementara itu, di lini beauty mereka memiliki lipstik yang dapat diisi ulang, dan kotak oranye khasnya sejak lama telah dibuat dari kertas daur ulang.

Upaya para label mewah ini dalam menghadirkan koleksi pakaian yang ramah lingkungan akan lebih kelihatan dampak baiknya jika diimbangi dengan konsumen yang juga sadar akan pentingnya sustainable fashion.

Dari segi konsumen, upaya itu bisa dilakukan dengan memilih pakaian yang ramah lingkungan, upcycle baju-baju lama, mix and match baju lama dan baju baru, merawat pakaian dengan baik supaya awet, atau pilih sewa pakaian daripada beli.

Kecuali memang benar-benar dibutuhkan, sebaiknya kita sebagai konsumen menahan diri untuk tak kalap mata membeli semua benda fashion yang sedang hits. Dan, tak perlu malu juga kalau mau pakai pakaian yang sama berulang kali.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id