sign up SIGN UP

Ajarkan Anger Management Pada Anak Sejak Dini, Ini Manfaat dan Caranya!

Salsabila Rimawan | Beautynesia
Jumat, 18 Mar 2022 22:00 WIB
Ajarkan Anger Management Pada Anak Sejak Dini, Ini Manfaat dan Caranya!
caption
Jakarta -

Amarah sering kali diasosiasikan sebagai hal yang negatif, padahal marah adalah emosi yang normal. Tetapi pada anak-anak, biasanya mereka masih belum paham untuk mengelola dan mengatasi berbagai perbedaan emosi yang dirasakan, termasuk amarah.

Namun jika dibiarkan begitu saja, anak tidak akan belajar dan mengetahui berbagai emosi seperti marah dan nantinya akan menyebabkan berbagai masalah. Misalnya seperti di bidang akademik, penolakan di antara teman sebaya, hingga kesehatan mental yang buruk di masa dewasa. 

Dengan dampak yang berkepanjangan dan merugikan si buah hati, anger management perlu dikenalkan dan diajarkan sejak dini. Untuk itu, kenali pertumbuhan anak dalam mengidentifikasi emosi dan ajarkan cara mengatasinya dengan memahami hal-hal berikut. Yuk, simak!

Sejak Kapan Anak Mulai Mengenali Emosi?

Yuk Ajarkan Anger Management Pada Anak Sejak Dini
Ilustrasi anak/Foto: pexels.com/William Fortunato

Penelitian yang dikutip All Around Parenting menjelaskan bahwa anak-anak mulai mempelajari keterampilan emosional yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola perasaan mereka sejak mereka lahir. 

Berbagai interaksi sosial dengan orangtua, kakek dan nenek, serta anggota keluarga lainnya ternyata membantu membangun keterampilan emosional anak saat mereka terus tumbuh.

Pada usia 3 dan 4 tahun, anak-anak tahu apa yang mereka suka dan tidak suka. Seiring dengan perkembangan kepribadian mereka setiap hari, mereka mampu mengekspresikan diri dengan lebih baik, seperti dengan melampiaskan amarah.

Meskipun anak-anak pada usia ini belum tentu dapat mengelola dan mengendalikan emosi mereka dengan baik, mereka masih dapat memahami dan bahkan membedakan antara perasaan yang baik atau buruk.

Pada usia 5 tahun, seorang anak biasanya telah membuat kemajuan besar dalam perkembangan emosinya. Anak-anak merasa lebih mudah untuk berbicara tentang emosi yang dirasakan. 

Namun, tidak setiap anak belajar dan tumbuh dengan kecepatan yang sama. Beberapa anak mungkin merasa sulit untuk mengelola emosi dan amarah tersebut.

Mengapa Anger Management Begitu Penting?

Yuk Ajarkan Anger Management Pada Anak Sejak Dini
Pentingnya Anger Management/Foto: pexels.com/Alex Green

Anger management dapat membantu membangun kesadaran anak tentang suatu emosi, yaitu marah, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menerapkan keterampilan pengendalian diri yang lebih baik. Agar anger management berhasil, penting bagi anak untuk bertanggung jawab atas kemarahan mereka dan menghindari meluapkan emosi pada orang atau peristiwa lain.

Anger management yang efektif dapat memungkinkan anak untuk mengenali kemarahan mereka serta memiliki kontrol lebih besar atas apa yang mereka lakukan. Hal ini dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan kemajuan diri pada anak.

Cara Mengajarkan Anger Management pada Anak

Yuk Ajarkan Anger Management Pada Anak Sejak Dini
Anak Marah/Foto: pexels.com/Mohamed Abdel Ghaffar

Mengidentifikasi, menjelaskan, mendiskusikan, dan menunjukkan emosi yang berbeda adalah beberapa langkah yang dapat orangtua lakukan untuk membantu perkembangan emosi anak sejak dini. 

Sangat penting bagi orang tua untuk melatih anak agar mengidentifikasi, memberi nama, menafsirkan, dan menggunakan emosinya dengan cara yang sehat. Ini akan membantu anak untuk memahami mengapa ia merasakan apa yang sedang dirasakan dan untuk mempelajari bahasa baru yang dapat mengekspresikan dirinya dengan lebih baik.

Kemarahan adalah perasaan jengkel atau tidak senang. Meskipun kemarahan itu sendiri adalah emosi yang sehat dan normal, anak-anak yang tidak memahaminya dengan benar dapat bertindak agresif.

Yuk Ajarkan Anger Management Pada Anak Sejak Dini
Kenalkan Anger Management/Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto

Penting untuk menjelaskan kepada anak bahwa meskipun ia mungkin merasa marah, ia masih dapat mengontrol bagaimana berperilaku ketika marah. Anak juga dapat belajar banyak hanya dengan mengamati orangtuanya, sehingga orangtua perlu mencontohkan cara-cara yang sehat untuk menghadapi amarah. Jika orang tua bersikap lembut saat marah, itulah yang akan mereka tangkap dan tiru.

Lalu, ajari anak-anak untuk berkomunikasi saat mereka marah dan bantu mereka mengungkapkan secara verbal mengapa mereka merasakan emosi tertentu pada saat itu. Mengajukan pertanyaan sederhana seperti “bagaimana perasaanmu?” dan “apa atau siapa yang membuat kamu merasa marah?” akan mendorong mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka daripada hanya berperilaku agresif.

Sangat penting bagi anak-anak untuk belajar bagaimana mengatasi dan mengelola kemarahan yang mereka alami. Meskipun terkadang sulit, melatih anak untuk mengatasi perasaannya adalah cara yang nantinya akan membantu pertumbuhan anak dalam jangka panjang.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id