sign up SIGN UP

Bikin Mental Down, Ini 4 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan pada Korban Pelecehan Seksual

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Rabu, 03 Aug 2022 21:00 WIB
Bikin Mental Down, Ini 4 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan pada Korban Pelecehan Seksual
Jangan katakan sederet hal ini pada korban pelecehan seksual/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

Pelecehan seksual, dalam bentuk apapun, bisa menimbulkan trauma mendalam pada korban. Karenanya, menunjukkan empati dan menjaga perkataan adalah hal penting agar korban tidak semakin terpuruk.

Para korban pelecehan seksual sangat membutuhkan dukungan psikologis untuk sembuh dari trauma. Dengan kehadiran dan bantuan orang terdekat, mereka akan merasa lebih aman dan dihargai.

Sayangnya, kadang orang dekat justru bertindak tidak peka dan melontarkan kalimat menyakitkan bagi korban. Karenanya, jika kamu berhadapan dengan korban pelecehan atau kekerasan seksual, coba hindari beberapa kalimat berikut ini agar tidak semakin menjatuhkan mental mereka!

1. "Harusnya Lapor!"

Korban Kekerasan Seksual/Foto: Pixabay.com/Mandy Fontana
Korban Kekerasan Seksual/Foto: Pixabay.com/Mandy Fontana

Hal pertama yang terpikir oleh korban pelecehan seksual adalah mereka berusaha menghapus semua jejak tindakan asusila yang dialami. Karena saat itu, korban hanya ingin pergi dan mencari keamananan. Faktanya, tidak semua korban mampu berpikir jernih untuk menelepon polisi atau pergi mencari bantuan dan melapor.

2. "Saat Itu Kamu Pakai Baju Apa?"

Korban Kekerasan Seksual/Foto: Pixabay.com/1388843
Korban Kekerasan Seksual/Foto: Pixabay.com/1388843

Anehnya pertanyaan seperti ini sering kali ditanyakan pada korban pelecehan seksual. Sebagian besar orang rupanya masih berpikir bahwa tindakan asusila terjadi karena pakaian terlalu seksi.

Korban yang dalam kondisi terpukul akan merasa terpojokkan dengan pertanyaan tersebut, seolah disalahkan pakaian yang digunakan saat itu. Sudah banyak survei yang membuktikan bahwa tidak ada korelasi antara pelecehan seksual dengan pakaian yang digunakan korban.

3. "Kenapa Tidak Melawan?"

Korban Kekerasan Seksual/Foto: Pixabay.com/Anemone123
Korban Kekerasan Seksual/Foto: Pixabay.com/Anemone123

Pertanyaan ini bisa benar-benar menjatuhkan mental korban. Alih-alih menjawab, mereka justru akan terdiam dan meratapi nasibnya yang buruk. Padahal faktanya, sebagian besar orang akan mengalami syok ketika diserang, bahkan tidak percaya apa dengan apa yang sedang terjadi. Kondisi ini sendiri dikenal sebagai tonic immobility, yaitu kelumpuhan sementara pada seseorang saat menghadapi ancaman intens, misalnya seperti pelecehan seksual.

4. Membandingkan dengan Kisah Lain

Ilustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: RODNAE ProductionsIlustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: RODNAE Productions/ Foto: Risqi Nurtyas Sri Wikanti

Membandingkan kisah pelecehan orang lain sangat tidak manusiawi bagi korban, dan seakan-akan meremehkan rasa sakit mereka. Ditambah lagi, mendengar kisah pelecehan yang lain justru dapat memicu ketakutan dan kecemasan bagi para korban.

Perlu dipahami bahwa tindakan pelecehan seksual bukan hal yang bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Maka dari itu, lebih baik berhati-hati ketika berbicara pada korban, dan stop menyalahkan mereka atas hal ini! Dampingi dan berikan bantuan serta pendampingan bagi korban.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id