sign up SIGN UP

Deretan Stereotip Gen Z: Tak Bisa Beli Rumah Hingga Dijuluki Generasi Paling Lemah, Benarkah? Cek Faktanya!

Camellia Quinita Ramadhani | Beautynesia
Jumat, 10 Jun 2022 16:30 WIB
Deretan Stereotip Gen Z: Tak Bisa Beli Rumah Hingga Dijuluki Generasi Paling Lemah, Benarkah? Cek Faktanya!
caption

Banyak pertanyaan beredar soal, "Benarkah Gen Z lebih buruk dari generasi sebelumnya?". Pertanyaan ini berkembang menyusul banyaknya studi mengenai kecenderungan Gen Z dalam menjalani hidup mereka. Dilansir dari laman BBC, Gen Z adalah generasi yang lahir pada pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an yang fasih menggunakan internet dan akrab dengan dunia maya.

Dari ciri ini, kemudian berkembang beragam asumsi tentang mentalitas Gen Z. Namun, spekulasi yang berkembang di masyarakat tidak semuanya merupakan fakta lho, Beauties. Banyak stereotip tentang Gen Z yang ternyata dibantah oleh hasil survei dan penelitian ahli.

Mau tahu apa saja stereotip yang beredar di masyarakat tentang Gen Z dan fakta sebenarnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Gen Z Tidak Akan Punya Rumah Sendiri

Gen Z Tidak Bisa Beli Rumah/Foto: Freepik/freepik
Gen Z Tidak Bisa Beli Rumah/Foto: Freepik/freepik

Stereotip bahwa Gen Z tidak akan memiliki rumah pribadi adalah salah satu stereotip yang paling banyak berkembang di luar sana. stereotip ini berkembang karena adanya praduga bahwa Gen Z tidak memiliki minat untuk menabung demi membeli rumah dan memilih menghabiskan uangnya untuk hal lain, salah satu yang paling populer adalah membeli kopi. Namun dilansir dari CNBC Indonesia, Gen Z justru diperkirakan akan lebih cepat untuk membeli rumah dibandingkan generasi milenial, lho!

Meski belum bisa membelinya, namun CNBC Indonesia mengutip hasil Riset Tren Pasar Properti semester I-2021 dari Lamudi.co.id, bahwa Gen Z sudah ditargetkan sebagai pemilik properti selanjutnya dikarenakan tingginya minat mereka terhadap kepemilikan properti.

Gen Z adalah Generasi Paling Lemah

Gen Z adalah Generasi Paling Lemah/Foto: Freepik/karlyukav
Gen Z adalah Generasi Paling Lemah/Foto: Freepik/karlyukav

Generasi pendahulu meyakini bahwa Gen Z dan kedekatan mereka dengan teknologi membuat mereka menjadi sosok bermental lemah. Dilansir dari laman BBC, Dr Carl Nassar mengatakan bahwa stereotip ini lahir dari bias penilaian generasi tua.

Ketika mereka memandang Gen Z sangat suka mengekspresikan diri di internet, mereka lihat hal ini sebagai kerentanan dan kelemahan dibanding soal transparansi. Mereka memandang bahwa Gen Z akan lebih fokus pada hal-hal non esensial dibandingkan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan aksi nyata.

Padahal, Jason Dorsey, pemimpin Center for Generational Kinetics mengatakan bahwa Gen Z memiliki kedewasaan dalam menghadapi tantangan yang belum pernah dirasakan generasi sebelumnya. Misalnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mengatasi tekanan media sosial yang selalu mengintai mereka.

Gen Z Tidak Simpatik pada Isu Sosial-Politik

Gen Z Tidak Simpatik pada Isu Sosial-Politik/Foto: Freepik/Markus Piske
Gen Z Tidak Simpatik pada Isu Sosial-Politik/Foto: Freepik/Markus Piske

Kata siapa Gen Z Indonesia tidak melek isu sosial-politik?

Faktanya, dilansir dari laman detikInet, survei hasil program analytic fellowship Maverick Indonesia menemukan bahwa perkembangan sosial politik adalah kategori berita yang paling banyak dicari nomor 2 oleh Gen Z setelah film dan serial TV.

Temuan yang lebih menarik adalah, perempuan (52 persen dari kategori) ternyata memiliki ketertarikan lebih tinggi pada berita sosial-politik dibandingkan pria (48 persen dari kategori).

Selain itu, hasil survei Amnesti Internasional pada Gen Z di 22 negara mengatakan bahwa Gen Z memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan. Sebanyak 93 persen responden mendesak perusahaan-perusahaan kapitalis untuk memperhatikan kelestarian lingkungan dalam proses produksinya.

Gen Z Lebih Memilih Dunia Virtual Dibanding Dunia Nyata

Gen Z Lebih Memilih Dunia Virtual Dibanding Dunia Nyata/Foto: Freepik/ Putta Gunawan
Gen Z Lebih Memilih Dunia Virtual Dibanding Dunia Nyata/Foto: Freepik/ Putta Gunawan

Hanya karena Gen Z akrab dengan internet dan dunia maya, bukan berarti Gen Z mengabaikan pembentukan identitas mereka di dunia nyata, Beauties.

Dilansir dari laman resmi Hakuhodo, hasil riset Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) menemukan fakta bahwa Gen Z mampu membedakan kepentingan mereka di dunia maya dan dunia nyata. Gen Z paham bagaimana aturan berperilaku di berbagai platform media sosial dan menjaga citra mereka di masing-masing realitas.

Meskipun Gen Z suka berkecimpung di dunia maya, namun mayoritas identitas mereka pun bukan identitas palsu. Sebanyak 82 persen responden setuju dengan pernyataan “Saat memposting di media sosial, saya sangat sadar tentang karakter saya” dan 68 persen setuju dengan “Saya ingin menunjukkan diri saya yang alami di media sosial”. Tandanya, Gen Z justru membangun dunia maya berdasarkan realita dan untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang mereka kenal di dunia nyata.

Itu dia 4 stereotip negatif tentang Gen Z yang dibantah oleh fakta-fakta penelitian. Stereotip apa lagi yang biasa kamu dengar soal Gen Z, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id