sign up SIGN UP

#MERDEKADARISTIGMA

Dianggap 'Kotor' hingga Tabu, Ini Sederet Stigma soal Menstruasi yang Merugikan Kaum Perempuan

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 12 Aug 2022 09:30 WIB
Dianggap 'Kotor' hingga Tabu, Ini Sederet Stigma soal Menstruasi yang Merugikan Kaum Perempuan
caption
Jakarta -

Menstruasi adalah siklus bulanan yang alami dialami oleh perempuan. Pembalut pun menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh perempuan saat menstruasi. Namun sayangnya, tidak semua perempuan mampu membelinya, atau dikenal sebagai period poverty, yaitu suatu kondisi yang menggambarkan perjuangan perempuan berpenghasilan rendah untuk membeli produk menstruasi. 

Isu period poverty terjadi di seluruh dunia namun tidak begitu 'terdengar' karena masih adanya stigma dan tabu soal menstruasi itu sendiri. Ya, di era modern ini, menstruasi yang sebenarnya merupakan hal alami masih dipandang 'kotor' oleh sebagian masyarakat. Adanya stigma yang melekat tersebut membuat perempuan akhirnya merasa malu hingga membuat mereka kurang edukasi soal tubuh dan menstruasi.

Lantas, stigma soal menstruasi apa saja yang masih beredar di masyarakat? Berikut ulasannya.

Menstruasi Dianggap 'Kotor'

Ilustrasi warna darah menstruasi/Foto: Pexels/Sora ShimazakiIlustrasi pembalut/Foto: Pexels/Sora Shimazaki

Tidak jarang pandangan "kotor" selama menstruasi menjadi momok tersendiri bagi perempuan Indonesia. Akibatnya, perempuan merasa malu dan sebisa mungkin berusaha menyembunyikan ketika dirinya mengalami menstruasi. Pembicaraan soal menstruasi pun dianggap tabu di kalangan masyarakat.

Menstruasi sendiri adalah keluarnya darah dari vagina sebagai akibat siklus bulanan yang dialami perempuan. Namun ada stigma bahwa darah menstruasi adalah 'darah kotor'. Padahal secara medis ini tidak benar.

"Menstruasi itu siklus bulanan yang fisiologis. Jadi tidak ada itu istilahnya disebut sebagai darah kotor," ujar Dr dr Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari FKUI/RSCM, dikutip dari detikHealth.

Proses menstruasi ditandai dengan keluarnya darah dari rahim akibat luruhnya lapisan dinding rahim bagian dalam (endometrium). Nah, lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah.

"Dinding rahim bagian dalam ini dipersiapkan untuk pembuahan. Ketika pembuahan tidak terjadi, maka ia akan meluruh dan terjadi menstruasi," lanjutnya.

Perempuan yang Lagi Menstruasi Harus Dijauhi Karena 'Moody'

Bad moodIlustrasi bad mood/Foto: Freepik.com/karlyukav

Ketika seorang perempuan mengatakan ia sedang menstruasi, ada satu reaksi yang paling sering terdengar: "duh, jauh-jauh dulu, deh! Dia pasti lagi moody!". Atau ketika seorang perempuan terlihat sedang murung, lelah, dan tiba-tiba mudah emosi, tak jarang ada yang mengucap, "lagi PMS, ya?" dan dijadikan bahan candaan. Bisa relate, Beauties?

Tak hanya gejala fisik, salah satu gejala emosional yang dialami perempuan saat menstruasi adalah perubahan mood atau suasana hati. Mood buruk sendiri sebenarnya adalah efek dari premenstrual syndrome (PMS), umumnya terjadi 1-2 minggu sebelum menstruasi.

Adanya perubahan mood ini disebabkan oleh kadar hormon estrogen, yaitu hormon yang berkaitan dengan suasana hati, yang naik turun dalam tubuh. Harus dipahami, perubahan mood ini juga bisa diperparah dengan rasa sakit yang harus ditanggung perempuan saat menstruasi, misalnya sakit perut, mual, pusing, keringat dingin, dan masih banyak lagi.

Bukan dijauhi, perempuan yang sedang mengalami perubahan mood saat menstruasi seharusnya mendapatkan dukungan.

Perempuan yang Menstruasi Dianggap Lemah

Aplikasi pelacak menstruasiIlustrasi/Foto: Pexels/Sora Shimazaki

Pengalaman menstruasi bagi tiap perempuan tentu berbeda-beda. Ada yang tidak merasakan sakit sama sekali, namun ada pula yang merasakan sakit di sekujur tubuh hingga membuatnya kesulitan untuk beraktivitas. Hal ini memunculkan stigma bahwa perempuan yang sedang menstruasi adalah sosok yang lemah. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Dilansir dari laman Independent UK, penelitian menemukan bahwa situs-situs di internet memperkuat persepsi bahwa perempuan menjadi lemah ketika menstruasi dengan menampilkan gambar perempuan yang tampak kesakitan, tidak berdaya, dan emosional.

Tak bisa dipungkiri bahwa keluhan yang dialami saat menstruasi bisa jadi sangat menyakitkan, namun gambaran yang ditampilkan selama ini sebenarnya tidak akurat. Perempuan memang merasa kesakitan, namun mereka tidak lemah.

Tak sedikit perempuan yang masih bisa beraktivitas seperti biasa ketika mengalami menstruasi. Bukankah hal tersebut sebenarnya malah menunjukkan bahwa perempuan adalah sosok yang tangguh dan kuat?

Kata 'Menstruasi' Seakan Terlarang dan Menjijikkan

Kenali ciri-ciri siklus menstruasi normal dan tidak normal pada perempuan/Foto: Freepik.com/wayhomestudioIlustrasi/Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Beauties, mungkin kamu pernah mendengar kata lain untuk menggambarkan menstruasi. Misalnya datang bulan, dapet, sedang ada tamu, hingga bendera Jepang. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut menstruasi dengan cara yang sopan.

Dilansir dari CNN Indonesia, tidak hanya di Indonesia, negara-negara lain juga punya istilah spesifik untuk menyebut menstruasi. Di Inggris misalnya. Mereka mengatakan "shark week", "on the rag", dan "bloody mary", saat sedang menstruasi.

Salah satu penyebab munculnya beragam istilah tersebut karena menstruasi dianggap hal yang tabu untuk dibicarakan. Akibatnya, orang-orang, termasuk perempuan, berusaha menghindari kata 'menstruasi' dan menggunakan istilah lain. Kata menstruasi seakan 'terlarang' dan begitu memalukan untuk dibicarakan, yang berdampak pada kurangnya edukasi.

Salah satu cara untuk mendobrak sekian banyak stigma menstruasi adalah dengan membicarakannya. Langkah kecil yang bisa dicoba adalah berhenti menggunakan kata pengganti dan gunakan saja kata menstruasi. Lagipula, itu adalah hal alami, bukan? Kenapa harus ditutup-tutupi?

Itulah beberapa stigma soal menstruasi yang masih beredar di masyarakat. Stigma apa lagi yang kamu tahu atau pernah alami, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id